Jakarta EKOIN.CO – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengusulkan pembentukan lima Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru. Usulan tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas sebagai bagian dari upaya mendorong pemerataan pembangunan ekonomi di berbagai wilayah.
Ikuti WA Channel EKOIN di sini.
Erick menegaskan, keberadaan KEK baru akan menjadi instrumen penting untuk mengakselerasi investasi sekaligus meningkatkan daya saing daerah. Menurutnya, pengembangan KEK bukan hanya soal kawasan industri, melainkan juga pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Dorongan Ekonomi Nasional Lewat KEK
Dalam keterangan resminya, Erick Thohir menyebut bahwa KEK terbukti menjadi katalis penggerak pertumbuhan ekonomi. Karena itu, pemerintah perlu memperluas keberadaannya ke daerah-daerah potensial.
“Usulan ini kami ajukan agar pembangunan ekonomi tidak lagi terpusat di beberapa kota besar saja, melainkan merata hingga ke wilayah lain,” ujar Erick.
Ia menambahkan, keberadaan KEK di berbagai titik strategis akan mendorong efisiensi logistik, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan kontribusi sektor swasta terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Hingga saat ini, Indonesia telah memiliki lebih dari 20 KEK yang tersebar di sejumlah provinsi. Namun, Erick menilai pengembangan tambahan masih sangat relevan untuk menjawab tantangan ekonomi global dan kebutuhan dalam negeri.
Peran Strategis KEK dalam Pembangunan
Kawasan Ekonomi Khusus dirancang dengan fasilitas insentif fiskal maupun nonfiskal untuk menarik investor. Melalui mekanisme ini, pemerintah ingin memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat di Jawa, melainkan juga tersebar di luar pulau besar tersebut.
Bappenas disebut akan mengkaji usulan Erick dengan mempertimbangkan aspek geografis, potensi investasi, serta keberlanjutan lingkungan. Proses kajian ini menjadi tahap penting sebelum keputusan final ditetapkan.
Selain memperkuat iklim investasi, keberadaan KEK baru juga diharapkan menumbuhkan sektor pariwisata, industri manufaktur, hingga energi terbarukan. Hal ini sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendorong ekonomi hijau dan inklusif.
Erick menekankan bahwa pembangunan kawasan baru bukan sekadar proyek jangka pendek, melainkan strategi jangka panjang agar Indonesia memiliki pusat pertumbuhan yang lebih merata.
Langkah tersebut juga akan memperkuat ketahanan ekonomi nasional menghadapi dinamika global. Pemerataan pembangunan melalui KEK diyakini akan menjadi salah satu fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045.
(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





