EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
The Fed Turunkan Suku Bunga, Ekonomi AS Melambat

The Fed Turunkan Suku Bunga, Ekonomi AS Melambat

The Fed memangkas suku bunga pertama sejak 2024 sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi. Kebijakan ini berdampak luas, termasuk keuangan Indonesia dan pasar global.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
19 September 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Washington EKOIN.CO – Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), resmi memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi kisaran 4 hingga 4,25 persen. Keputusan pemangkasan suku bunga ini merupakan yang pertama sejak Desember 2024, sekaligus menandai perubahan arah kebijakan moneter setelah sejumlah indikator menunjukkan perlambatan ekonomi Amerika. Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi yang kian tertekan oleh tantangan global.

Gabung WA Channel EKOIN di sini

Pemangkasan suku bunga dilakukan setelah data terbaru memperlihatkan pertumbuhan aktivitas ekonomi melambat pada paruh pertama 2025. Jumlah lapangan kerja menurun, sementara tingkat pengangguran tercatat sedikit meningkat, meski masih berada di level yang tergolong rendah. Di sisi lain, inflasi tetap tinggi sehingga menambah beban bagi konsumen dan pelaku usaha.

Keputusan ini menarik perhatian dunia, sebab ekonomi Amerika Serikat dikenal sebagai motor utama perekonomian global. Jika negara adidaya saja menghadapi tekanan berat, dampaknya bisa meluas hingga negara berkembang, termasuk Indonesia.

Suku Bunga Turun Tekan Ekonomi Global

The Fed menegaskan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin dilakukan untuk menahan pelemahan ekonomi yang semakin terasa. Dengan kebijakan ini, otoritas moneter berharap dapat menjaga daya beli masyarakat serta memberikan dorongan bagi investasi.

Berita Menarik Pilihan

Menhan Sjafrie Sebut Kekayaan Alam Indonesia Dinikmati 10 Orang Saja, Kebocorannya Tembus Rp 5.770 Triliun

Pengamat: Peringatan Keras Prabowo ‘Lonceng Kematian’ Bagi Praktik Lancung Direksi BUMN

Meski demikian, sejumlah analis memperingatkan bahwa langkah ini belum cukup untuk mengatasi berbagai tantangan. Inflasi yang kembali menguat menjadi sorotan utama, sebab biaya hidup di Amerika terus meningkat. Kondisi tersebut menimbulkan dilema antara menjaga pertumbuhan atau menekan harga-harga.

Dampak pemangkasan suku bunga The Fed juga dirasakan di pasar keuangan global. Nilai dolar AS melemah tipis terhadap sejumlah mata uang utama, sementara harga emas menguat sebagai aset lindung nilai. Pasar saham Amerika sempat berfluktuasi, mencerminkan ketidakpastian arah kebijakan berikutnya.

Implikasi bagi Ekonomi Indonesia

Indonesia turut merasakan dampak dari perubahan kebijakan moneter Amerika. Pemangkasan suku bunga The Fed berpotensi mendorong aliran modal asing masuk ke negara-negara berkembang, termasuk pasar obligasi dan saham Indonesia. Hal ini bisa memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Namun, risiko tetap ada. Jika inflasi di Amerika tidak terkendali, The Fed bisa saja kembali mengetatkan kebijakan pada periode berikutnya. Situasi ini akan membuat pasar keuangan global kembali bergejolak dan menekan stabilitas ekonomi domestik.

Ekonom lokal menilai langkah The Fed memberi ruang bagi Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan di level saat ini. Dengan begitu, stabilitas rupiah dan inflasi dalam negeri bisa lebih terjaga. “Kebijakan The Fed menjadi sinyal positif bagi Indonesia, tetapi tetap ada risiko eksternal yang harus diantisipasi,” ujar seorang pengamat ekonomi.

Sementara itu, kalangan pelaku usaha di Indonesia menyambut baik langkah pemangkasan suku bunga tersebut. Mereka berharap biaya impor bahan baku bisa lebih terkendali, sehingga membantu menjaga daya saing industri di tengah ketidakpastian global.

Ke depan, arah kebijakan The Fed akan terus diawasi ketat. Jika tren perlambatan ekonomi Amerika berlanjut, bukan tidak mungkin pemangkasan suku bunga dilakukan lagi dalam beberapa bulan mendatang. Dunia kini menunggu langkah berikutnya, karena kondisi ekonomi global sangat bergantung pada dinamika di negeri Paman Sam.

  1. Pemangkasan suku bunga oleh The Fed menunjukkan tanda nyata perlambatan ekonomi Amerika Serikat.
  2. Dampaknya langsung terasa di pasar global, termasuk nilai tukar dan harga komoditas.
  3. Indonesia memiliki peluang sekaligus risiko dari kebijakan tersebut, terutama terkait arus modal dan stabilitas rupiah.
  4. Bank Indonesia mendapat ruang kebijakan lebih fleksibel, tetapi tetap perlu mewaspadai gejolak eksternal.
  5. Dunia menanti langkah lanjutan The Fed karena kebijakan moneter AS akan menentukan arah ekonomi global ke depan.
  6. Pemerintah Indonesia perlu memperkuat strategi stabilisasi rupiah menghadapi dinamika global.
  7. Sektor usaha di tanah air disarankan menjaga efisiensi produksi untuk menghadapi tekanan biaya.
  8. Bank Indonesia sebaiknya menyiapkan opsi kebijakan adaptif jika arus modal asing berubah arah.
  9. Masyarakat diimbau bijak mengatur konsumsi di tengah ketidakpastian harga global.
  10. Koordinasi lintas sektor perlu ditingkatkan agar fondasi ekonomi nasional tetap kokoh menghadapi tekanan eksternal.

(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: amerikaekonomiindonesiainflasisuku bungaThe Fed
Post Sebelumnya

SDM Jadi Prioritas Industri Nikel Nasional

Post Selanjutnya

Polres Ciamis Ungkap Penipuan Beras 1,3 Ton

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Menhan Sjafrie Sebut Kekayaan Alam Indonesia Dinikmati 10 Orang Saja, Kebocorannya Tembus Rp 5.770 Triliun

Menhan Sjafrie Sebut Kekayaan Alam Indonesia Dinikmati 10 Orang Saja, Kebocorannya Tembus Rp 5.770 Triliun

oleh Yudi Permana
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan, kekayaan alam Indonesia dinikmati 10 orang pengusaha besar. Dia mengklaim, memiliki...

Presiden Prabowo di Rakornas Pusat dan Daerah di Sentul

Pengamat: Peringatan Keras Prabowo ‘Lonceng Kematian’ Bagi Praktik Lancung Direksi BUMN

oleh Ainurrahman
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Presiden RI Prabowo Subianto sudah beberapa kali memberikan sinyal peringatan untuk “bersih-bersih” Badan Usaha Milik Negara (BUMN)....

Kolase foto dokumen resmi "Epstein Files" dan tangkapan layar video viral Gabriela Rico Jimenez pada 2009. Rilis terbaru 3 juta halaman berkas dari Departemen Kehakiman AS kembali memicu perdebatan publik mengenai kebenaran tudingan sang model terkait praktik menyimpang di lingkaran elite global. (Foto: Istimewa)

Dibalik ‘Epstein Files’ 2026: Teka-teki Hilangnya Gabriela Jimenez yang Pernah Bongkar Rahasia Elite

oleh Hasrul Ekoin
4 Februari 2026
0

Departemen Kehakiman AS menegaskan bahwa pembukaan Epstein Files merupakan mandat undang-undang melalui Epstein Transparency Act, dengan tujuan membuka akses publik...

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Gubernur Banten Andra Soni usai menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman Pengembangan MRT Lintas Kembangan - Balaraja di Balaikota, Rabu (4/2/2026)

Sinergi Jakarta-Banten: Pramono Anung dan Andra Soni Saksikan MoU MRT Lintas Barat-Timur

oleh Ridwansyah
4 Februari 2026
0

Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni, menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan komitmen Pemprov DKI Jakarta yang melibatkan Banten secara aktif...

Post Selanjutnya
Polres Ciamis Ungkap Penipuan Beras 1,3 Ton

Polres Ciamis Ungkap Penipuan Beras 1,3 Ton

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.