EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Kemenko Perekonomian Dorong Riset Pertanian.

Sumber foto ekon.go.id

Kemenko Perekonomian Dorong Riset Pertanian.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong TSTH2 di Humbang Hasundutan jadi pusat riset bibit unggul pertanian.

Agus DJ oleh Agus DJ
21 September 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI, Ekonomi dan Bisnis, KEUANGAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Humbang Hasundutan, EKOIN.CO – Sektor pertanian menjadi salah satu sumber penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Kontribusinya sangat vital, bukan hanya dalam menjaga stabilitas sosial, tetapi juga ekonomi masyarakat. Dengan pertumbuhan sebesar 1,65% (year-on-year) pada Kuartal II-2025, sektor pertanian pada Februari 2025 juga tercatat mampu menyerap sekitar 28,53% dari total tenaga kerja nasional atau setara 41,60 juta orang.

Menyadari potensi besar ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan perlunya strategi terpadu. “Perlu strategi terpadu yang tidak hanya menjaga produksi, tetapi juga memperkuat rantai nilai hortikultura, mulai dari pembinaan petani, riset varietas unggul, hingga akses pasar ekspor,” tutur Menko Airlangga dalam peninjauan fasilitas di Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera Utara, pada Jumat (19/9).

Baca juga : APBN 2026 Terfokus Kesejahteraan Rakyat

Lebih lanjut, Menko Airlangga mendorong TSTH2 untuk dapat menjadi pusat riset penelitian bibit unggul pertanian dan sebagai lokasi budidaya tanaman hortikultura berskala internasional. Kunjungan yang turut dihadiri perwakilan dari industri makanan-minuman (mamin) seperti Unilever dan PepsiCo, diharapkan menjadi langkah awal penjajakan potensi kolaborasi bersama dengan petani, khususnya untuk komoditas kentang dan kedelai hitam.

“Kita berharap banyak dengan hilirisasi pertanian, dan sudah tepat tidak bisa ada hasil pertanian yang baik tanpa teknologi ataupun riset di pembibitan. Gnome sequencing is the new thing. Jadi, ada dua yang akan didorong oleh Kemenko Perekonomian menjadi keunggulan ke depan untuk masa depan kita, yakni yang pertama adalah gnome sequencing, dan yang kedua adalah AI dan semikonduktor,” ungkap Menko Airlangga.

Berita Menarik Pilihan

Main Mata atau Kecolongan? Teka-teki Penggelapan Pajak 3 Perusahaan Banten yang Baru Terendus Setelah 10 Tahun

Menkeu Purbaya Kejar 40 Perusahaan Baja Pengemplang Pajak, Negara Tekor Capai Rp 5 Triliun

Lebih jauh, hortikultura juga didorong untuk dapat mendukung perkembangan industri mamin, kesehatan, serta herbal. Dengan populasi besar dan selera pasar yang beragam, total nilai pasar industri mamin di Indonesia mencapai USD109,9 miliar pada periode 2024-2025.

Sektor mamin juga mampu berkontribusi sebesar 7,2% terhadap PDB nasional dan merupakan subsektor terbesar dengan kontribusi 41,5% terhadap PDB industri non-migas. Angka-angka ini menunjukkan potensi besar untuk sinergi antara sektor pertanian dan industri.

“Untuk itu, kami mengapresiasi dibangunnya TSTH2 di Humbang Hasundutan supaya dapat mendorong kemandirian pangan nasional dan hilirisasi SDA unggulan. Harapannya, kawasan ini dapat mendukung riset dan hilirisasi produk pertanian, khususnya herbal dan hortikultura, sebagai bahan baku industri farmasi dan juga industri mamin,” jelas Menko Airlangga.

Terkait dengan program Link and Match antara Sektor Industri dan Pertanian yang digagas Kemenko Perekonomian, hal ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, mendorong hilirisasi berbasis sumber daya lokal, dan meningkatkan kesejahteraan petani melalui kemitraan terpadu.

“Tentu saya berharap bahwa TSTH ini betul-betul bisa mengembangkan gnome sequencing dan juga untuk produk yang bisa nanti langsung link and match dengan industrinya. Kami akan terus dorong industri yang membutuhkan bahan baku agro untuk terus mengembangkan bibitnya,” pungkas Menko Airlangga.

Turut hadir dalam kegiatan ini di antaranya yaitu Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut B. Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Ali M. Simbolon, Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian Moh. Rudy Salahuddin, Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, Tim Asistensi Menko Perekonomian Raden Pardede, Tim Ahli Menko Perekonomian Boo Hyung Lee, Gubernur Provinsi Sumatera Utara Bobby Nasution, Bupati Humbang Hasundutan Oloan Nababan, serta Rektor Institut Teknologi Del Arnaldo Sinaga.

Sumber foto ekon.go.id

Membangun Ekosistem Pertanian Berbasis Riset

Langkah pemerintah mendorong TSTH2 sebagai pusat riset menunjukkan kesadaran akan pentingnya inovasi dalam sektor pertanian. Melalui riset gnome sequencing dan pengembangan bibit unggul, produktivitas pertanian dapat ditingkatkan secara signifikan, yang pada akhirnya akan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan petani melalui program Link and Match juga menjadi kunci. Dengan adanya kemitraan terpadu, petani tidak hanya akan mendapatkan bimbingan teknis, tetapi juga kepastian pasar untuk produk-produk mereka. Hal ini akan meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong mereka untuk terus berinovasi.

Sumber foto ekon.go.id

Integrasi Sektor Pertanian dengan Industri

Keterkaitan erat antara sektor pertanian dan industri mamin, kesehatan, serta herbal juga menjadi fokus. Dengan memanfaatkan kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia, TSTH2 diharapkan dapat menghasilkan bahan baku berkualitas tinggi yang dibutuhkan oleh industri-industri ini.

Ini adalah langkah strategis untuk menciptakan nilai tambah dari produk-produk pertanian. Alih-alih hanya mengekspor bahan mentah, hilirisasi akan memungkinkan Indonesia untuk memproduksi produk jadi dengan nilai jual yang jauh lebih tinggi.

Pada akhirnya, visi yang diusung oleh pemerintah ini adalah untuk mentransformasi sektor pertanian dari sekadar sumber produksi menjadi motor penggerak ekonomi yang inovatif dan berdaya saing global. Ini adalah investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat.

Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, baik pemerintah pusat maupun daerah, serta kolaborasi dengan sektor swasta dan akademisi, visi ini bukan hanya mimpi, tetapi sebuah tujuan yang dapat dicapai. TSTH2 di Humbang Hasundutan adalah simbol nyata dari komitmen tersebut.

Semoga langkah-langkah strategis ini dapat diimplementasikan dengan baik dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan sektor pertanian dan perekonomian Indonesia secara keseluruhan.(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: Airlangga HartartohortikulturaKemenko Perekonomianketahanan pangansektor pertanianTSTH2
Post Sebelumnya

Strategi Pemerintah Kejar Pertumbuhan Ekonomi.

Post Selanjutnya

Pemerintah Dorong Integrasi KEK Sei Mangkei dengan Pelabuhan

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Gedung Direktorat Jenderal Pajak di tengah pusaran penyidikan dugaan pidana pajak tiga perusahaan afiliasi di Banten. Publik mendesak transparansi penuh guna memastikan tidak ada keterlibatan oknum internal dalam skandal yang merugikan negara lebih dari Rp500 miliar ini, berkaca pada kasus-kasus OTT KPK yang pernah menjerat pejabat pajak di masa lalu. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Main Mata atau Kecolongan? Teka-teki Penggelapan Pajak 3 Perusahaan Banten yang Baru Terendus Setelah 10 Tahun

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Rosmauli, menyatakan bahwa penyidikan dilakukan berdasarkan temuan awal yang menunjukkan adanya pola sistematis...

Menkeu Purbaya Kejar 40 Perusahaan Baja Pengemplang Pajak, Negara Tekor Capai Rp 5 Triliun

Menkeu Purbaya Kejar 40 Perusahaan Baja Pengemplang Pajak, Negara Tekor Capai Rp 5 Triliun

oleh Ainurrahman
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bakal ngejar 40 perusahaan yang beroperasi di sektor baja yang terindikasi mangkir...

Finish di Zona Merah, Sejumlah Faktor Jadi Biang Keladi Pemberat Laju IHSG

Perdagangan Sesi Sore IHSG Ditutup Melemah Akibat Koreksi Bursa Global

oleh Ainurrahman
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Sentimen positif pertumbuhan ekonomi Indonesia tak serta merta mempertahankan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia...

Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam

Mendag Kena Semprot DPR, Klaim Surplus Ekspor Baja Anomali di Tengah Impor Masif

oleh Ainurrahman
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso kena semprot Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam saat Rapat Kerja...

Post Selanjutnya
Pemerintah Dorong Integrasi KEK Sei Mangkei dengan Pelabuhan

Pemerintah Dorong Integrasi KEK Sei Mangkei dengan Pelabuhan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.