Jakarta, EKOIN.CO – PT Pertamina (Persero) telah menetapkan empat universitas sebagai pemenang dalam ajang Energy Debate Championship, salah satu kompetisi utama yang diselenggarakan dalam rangkaian Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2025. Pada acara Awarding Session & Closing PGTC 2025 yang diselenggarakan di Grha Pertamina, Jakarta, pada 17 September 2025, Institut Teknologi Bandung (ITB) dinobatkan sebagai Juara 1.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menegaskan bahwa masa depan bangsa, termasuk masa depan energi Indonesia, berada di tangan generasi muda yang nantinya akan menjadi pemimpin. “Hari ini kita semua sedang membangun masa depan, karena sejatinya masa depan bangsa, termasuk masa depan energi Indonesia, ada di tangan para talenta muda yang kelak akan memimpin perubahan,” jelas Simon dalam sambutannya. Pernyataan ini menunjukkan visi jangka panjang Pertamina dalam berinvestasi pada sumber daya manusia.
Baca juga : Pertamina Dorong Generasi Muda Berinovasi
Energy Debate Championship PGTC adalah salah satu kompetisi dari rangkaian kegiatan PGTC 2025. Para pemenang kompetisi telah melewati tahapan seleksi yang ketat. Pada tahap awal, sebanyak 105 tim dari 105 kampus di 27 provinsi di seluruh Indonesia, mengikuti penyisihan secara daring pada 27-29 Agustus 2025.
Setelah seleksi ketat, 16 tim terbaik melaju ke Final Nasional yang diadakan secara tatap muka pada 16 September 2025. Babak Grand Final pada Rabu, 17 September 2025, mempertemukan empat tim yang sangat dinamis dan bersemangat untuk menjadi yang terbaik.
Sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan ide-ide brilian mereka, Pertamina memberikan hadiah berupa uang tunai dengan total ratusan juta rupiah. Selain itu, para juara juga mendapatkan kesempatan istimewa untuk memperluas wawasan melalui program overseas benchmark ke Tsinghua University, China, yang seluruh biayanya ditanggung penuh oleh Pertamina.
Berikut daftar pemenang Energy Debate Championship PGTC 2025:
- Juara 1: Altruir Dhanesh Ravindra dan Mikaila Habsari Suwanda (Institut Teknologi Bandung)
- Juara 2: Nashwa Difa Putri Aprilia dan Septian Jonathan Ambanaga (Universitas Mulawarman)
- Juara 3: Evan Belsarun Haloho dan Naufal Abrar Abhista (Universitas Sriwijaya)
- Juara 4: Zahra Munadira dan Muhammad Nail Rifqillah (Universitas Hasanuddin)
Corporate Secretary PT Pertamina, Arya Dwi Paramita, menyampaikan bahwa PGTC merupakan wujud komitmen Pertamina untuk tidak hanya hadir sebagai perusahaan energi, tetapi juga sebagai katalis dalam menyiapkan generasi muda Indonesia menghadapi transisi energi.
“PGTC menjadi upaya Pertamina mendukung tercapainya energi berkelanjutan. Mahasiswa belajar berpikir kritis tentang energi baru terbarukan, ketahanan energi, dan solusi keberlanjutan. Harapannya, mereka bisa menjadi agen perubahan energi di masyarakat luas, sekaligus membentuk ekosistem talenta muda yang siap membawa dunia energi Indonesia ke kancah global,” tutur Arya.
Pertamina meyakini bahwa ide-ide segar dari generasi muda merupakan modal penting untuk membangun ketahanan energi dan mewujudkan transisi energi yang berkeadilan. Visi ini sejalan dengan ambisi Pertamina untuk menjadi Center of Excellence dalam solusi energi baru, penguatan hilirisasi, dan pencetakan pemimpin muda berdaya saing global.
Informasi lebih lengkap mengenai pemenang PGTC 2025 dapat diakses melalui situs resmi www.pgtc.id.
Menginspirasi Inovasi dan Kepemimpinan Energi Masa Depan
Kemenangan ITB dan para finalis lainnya dalam Energy Debate Championship ini menjadi simbol keberhasilan program PGTC dalam menginspirasi generasi muda. Kompetisi ini bukan hanya tentang memenangkan trofi, tetapi juga tentang melatih kemampuan berpikir kritis, berargumen, dan berkolaborasi dalam mencari solusi untuk tantangan energi yang kompleks.
Kesempatan untuk melakukan overseas benchmark ke Tsinghua University di China adalah hadiah yang sangat berharga. Pengalaman ini akan membuka wawasan para mahasiswa tentang bagaimana negara lain menghadapi tantangan energi, memberikan mereka perspektif global yang sangat dibutuhkan.
Kolaborasi Industri dan Akademis untuk Keberlanjutan
Program seperti PGTC menunjukkan komitmen kuat Pertamina untuk berkolaborasi dengan dunia akademis. Kolaborasi ini sangat penting untuk menciptakan sinergi antara teori dan praktik. Mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga mendapatkan pemahaman langsung tentang tantangan dan peluang di industri energi.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target net zero emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.
Penyelenggaraan PGTC 2025 adalah bukti nyata bahwa Pertamina tidak hanya fokus pada operasional bisnis, tetapi juga pada tanggung jawab sosial dan lingkungan. Mereka berinvestasi pada generasi muda sebagai kunci untuk mencapai keberlanjutan jangka panjang.
Pada akhirnya, para pemenang Energy Debate Championship ini adalah duta-duta muda yang membawa harapan. Mereka adalah bukti bahwa Indonesia memiliki talenta-talenta luar biasa yang siap memimpin perubahan dan membawa dunia energi ke masa depan yang lebih cerah.(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





