EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Pemerintah Andalkan PLTS Kurangi Subsidi Listrik

Pemerintah Andalkan PLTS Kurangi Subsidi Listrik

Pemerintah menyiapkan strategi efisiensi PLTS untuk menekan subsidi listrik tanpa menaikkan tarif. Energi terbarukan dipandang sebagai solusi jangka panjang menjaga stabilitas ekonomi dan lingkungan.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
22 September 2025
Kategori EKOBIS, ENERGI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta EKOIN.CO – Pemerintah Indonesia sedang menyusun langkah strategis untuk menekan subsidi listrik tanpa membebani masyarakat dengan kenaikan tarif. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan energi baru terbarukan (EBT) menjadi kunci utama dalam upaya ini. Fokus diarahkan pada efisiensi teknologi agar biaya produksi listrik dapat ditekan secara signifikan.

Gabung WA Channel EKOIN di sini

Diskusi mengenai kebijakan ini berlangsung di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat (19/9/2025) malam. Menkeu Purbaya menegaskan komitmen pemerintah bahwa setiap kebijakan energi tidak akan mengakibatkan lonjakan tarif listrik. Pemerintah ingin menjaga daya beli masyarakat, sekaligus mendorong transisi menuju sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Strategi Efisiensi PLTS untuk Tekan Subsidi

Dalam pernyataannya, Purbaya menekankan bahwa fokus pemerintah adalah mencari teknologi yang mampu menurunkan biaya produksi listrik. “Tujuannya itu. Kalau subsidi berkurang, bukan dinaikkan harganya, tapi dicari sumber listrik yang biayanya murah,” jelasnya.

Salah satu opsi yang kini dipertimbangkan serius adalah pengembangan PLTS. Menurut Purbaya, dalam diskusi di Hambalang sebelumnya, penggunaan PLTS sudah dikaji, namun harga produksinya masih terbilang tinggi. Hal ini mendorong pemerintah untuk mencari inovasi yang dapat menekan biaya produksi listrik dari tenaga surya agar lebih kompetitif.

Berita Menarik Pilihan

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

Efisiensi menjadi faktor krusial dalam upaya menekan subsidi. Pemerintah menginginkan agar biaya produksi listrik dari PLTS bisa mendekati atau bahkan lebih rendah dari tarif listrik konvensional saat ini. Dengan demikian, subsidi dapat berkurang signifikan tanpa menambah beban bagi masyarakat.

Pemerintah juga membuka ruang bagi riset dan pengembangan terkait teknologi panel surya serta sistem penyimpanan energi. Langkah ini diharapkan mampu melahirkan terobosan yang menurunkan biaya produksi listrik dalam jangka panjang.

Peran EBT dan Tantangan Implementasi

Pemanfaatan energi baru dan terbarukan tidak hanya terbatas pada PLTS, tetapi juga mencakup berbagai sumber energi alternatif lainnya. Pemerintah menilai EBT sebagai pilar penting dalam membangun kemandirian energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Namun, Purbaya mengakui bahwa proses transisi energi ini tidak instan. “Maunya subsidi itu hilang semua, tapi nggak segampang itu,” ungkapnya. Menurutnya, meski ada desain PLTS yang menjanjikan, perhitungan final masih membutuhkan evaluasi mendalam sebelum diputuskan sebagai kebijakan nasional.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memainkan peran sentral dalam penyusunan jadwal implementasi. Koordinasi lintas kementerian dibutuhkan untuk memastikan langkah yang diambil tidak hanya efisien secara teknis, tetapi juga ekonomis bagi masyarakat.

Investasi awal yang besar menjadi salah satu tantangan utama. Pemerintah berkomitmen menghitung kebutuhan investasi secara cermat, termasuk rencana produksi komponen PLTS di dalam negeri, agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Meski penuh tantangan, arah kebijakan ini jelas: menyediakan listrik yang lebih murah dan berkelanjutan bagi masyarakat. Purbaya menegaskan bahwa transisi energi harus memberikan manfaat jangka panjang, baik dalam hal lingkungan maupun stabilitas ekonomi rakyat.

Pada akhirnya, strategi pemerintah bukan sekadar mengurangi subsidi listrik, tetapi juga meletakkan fondasi kuat bagi transformasi energi nasional. Dengan inovasi dan koordinasi yang tepat, target untuk mengurangi beban subsidi sambil menjaga tarif listrik tetap terjangkau diyakini bisa tercapai.

Pemerintah sedang berupaya menekan subsidi listrik melalui strategi efisiensi PLTS dan energi baru terbarukan.

Fokus diarahkan pada pencarian teknologi yang dapat menurunkan biaya produksi listrik secara signifikan.

Kebijakan ini menegaskan komitmen untuk menjaga daya beli masyarakat tanpa menaikkan tarif listrik.

Tantangan utama meliputi investasi besar, riset teknologi, dan koordinasi lintas kementerian.

Jika berhasil, strategi ini akan mengurangi beban subsidi sekaligus mempercepat transisi energi nasional.

Pemerintah disarankan untuk mempercepat riset dan pengembangan teknologi PLTS dalam negeri.

Perlu ada insentif bagi investor untuk menanamkan modal di sektor energi terbarukan.

Kolaborasi dengan sektor swasta dapat menjadi solusi mempercepat efisiensi biaya produksi.

Keterlibatan masyarakat dalam program energi bersih juga penting untuk keberlanjutan.

Kebijakan harus dijalankan secara bertahap namun konsisten agar hasilnya optimal.

(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: efisiensienergi terbarukanPemerintahPLTSPurbayasubsidi listrik
Post Sebelumnya

SETI Beberkan Potensi Hemat Energi Industri Efisiensi Tekan Biaya10,3 Miliar Rupiah

Post Selanjutnya

New Kijang Innova Zenix Terbaru, Semakin Canggih dan Konektif

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

Post Selanjutnya
New Kijang Innova Zenix Terbaru, Semakin Canggih dan Konektif

New Kijang Innova Zenix Terbaru, Semakin Canggih dan Konektif

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.