Jakarta EKOIN.CO – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan pentingnya pemerintah daerah (pemda) merealisasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sesuai target untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut Tito, pencapaian target APBD menjadi salah satu mesin utama penggerak ekonomi selain sektor swasta.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v
“Saya intinya sependapat dengan pernyataan Bapak Menteri Keuangan bahwa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, dua mesin harus bergerak. Pertama, mesin pemerintah, terutama dalam monitoring pendapatan dan belanja pemerintah. Pendapatannya harus sesuai target, belanjanya tinggi supaya ada uang yang beredar di masyarakat,” kata Tito kepada awak media usai pertemuan dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia (RI) di Gedung Djuanda I, Kantor Pusat Kemenkeu, Jakarta, Senin (22/9/2025).
Menurut Tito, sektor swasta menjadi mesin kedua yang tak kalah penting. Aktivitas swasta yang aktif akan mendorong pemda untuk meningkatkan realisasi pendapatan dan belanja sesuai target. “Kalau belanja pemerintah baik, swastanya juga bergerak, pertumbuhan ekonomi akan terlihat naik,” tambahnya.
Tito menjelaskan, pemantauan realisasi APBD kini bisa dilakukan secara real time melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Setiap awal bulan, Kemendagri membacakan realisasi pendapatan dan belanja seluruh provinsi serta kabupaten/kota dalam rapat koordinasi (rakor).
“Di depan Zoom Meeting, seluruh kepala daerah kan malu kalau [realisasinya] rendah. Apalagi kadang-kadang saya live streaming di YouTube yang bisa diakses media. Yang [realisasi] tinggi ya kami berikan reward,” ungkap Tito.
Pemda Diminta Aktifkan Realisasi APBD
Tito menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak bisa hanya dipacu pemerintah pusat. Pemda harus aktif merealisasikan APBD agar perputaran uang di masyarakat meningkat. Menurutnya, sinergi antara belanja pemerintah dan kegiatan swasta menjadi kunci percepatan ekonomi daerah.
Selain itu, Tito menegaskan, pemda yang melampaui target pendapatan dan belanja akan diberikan penghargaan. Hal ini diharapkan memotivasi kepala daerah untuk lebih serius dalam mengelola keuangan daerah. Pemantauan realisasi APBD secara digital melalui SIPD memungkinkan pengawasan lebih transparan dan real-time.
Rakor Mendatang Bahas Ekonomi dan APBD
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dijadwalkan hadir pada awal Oktober mendatang dalam rakor yang membahas realisasi pendapatan dan belanja daerah sekaligus pertumbuhan ekonomi. Pertemuan ini juga akan dihadiri jajaran pimpinan Kemenkeu dan Kemendagri, termasuk Dirjen Anggaran Luky Alfirman, Dirjen Perimbangan Keuangan Askolani, Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir, Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Safrizal ZA, serta Plh Dirjen Bina Keuangan Daerah Horas Maurits Panjaitan.
Dengan hadirnya Menkeu dan pemantauan ketat Kemendagri, diharapkan pemda lebih terdorong untuk mencapai target APBD. Realisasi yang baik diyakini akan memberi efek domino positif pada sektor swasta, sehingga pertumbuhan ekonomi nasional meningkat.
Tito menambahkan, koordinasi dan pemantauan secara rutin menjadi strategi efektif untuk memastikan belanja pemerintah berjalan optimal. Pendekatan ini dinilai dapat mendorong pemda melakukan percepatan proyek dan program pembangunan yang langsung menyentuh masyarakat.
Selain itu, pendekatan reward and punishment diharapkan meningkatkan kesadaran pemda dalam pengelolaan APBD. Kepala daerah yang unggul dalam realisasi APBD akan menjadi contoh bagi daerah lain. Sebaliknya, pemda yang tertinggal akan terdorong memperbaiki kinerjanya.
Mendagri menegaskan, APBD bukan sekadar angka di laporan keuangan, tetapi alat strategis untuk menumbuhkan ekonomi, menggerakkan sektor swasta, dan menciptakan kesejahteraan masyarakat. Sinergi antara pemerintah pusat, pemda, dan sektor swasta menjadi kunci keberhasilan ekonomi daerah.
(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





