EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Pendapatan Negara Tumbuh, Capai Rp1.638,7 Triliun

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Anggito Abimanyu. Sumber dok kemenkeu.go.id

Pendapatan Negara Tumbuh, Capai Rp1.638,7 Triliun

Pendapatan negara mencatatkan kinerja baik, realisasinya mencapai Rp1.638,7 triliun hingga 31 Agustus 2025. Pencapaian ini didukung oleh penerimaan pajak, kepabeanan dan cukai, serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang tumbuh positif.

Agus DJ oleh Agus DJ
24 September 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI, Ekonomi dan Bisnis, KEUANGAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Pendapatan negara mencatatkan kinerja yang baik, didukung oleh penerimaan pajak, kepabeanan dan cukai, serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Hingga 31 Agustus 2025, realisasi pendapatan negara telah mencapai Rp1.638,7 triliun. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Anggito Abimanyu pada Konferensi Pers APBN Kita di Jakarta pada Senin (22/09), menunjukkan adanya optimisme terhadap kondisi fiskal.

Realisasi penerimaan pajak bruto sebesar Rp1.442,74 triliun, tumbuh 2,1 persen year on year (yoy), menunjukkan bahwa kondisi ekonomi berjalan dengan stabil. Sementara realisasi penerimaan pajak neto dengan pengurangan restitusi mencapai Rp1.135,44 triliun. Angka-angka ini mempertegas bahwa aktivitas ekonomi di berbagai sektor berjalan sesuai rencana.

Baca juga : Realisasi Belanja Negara Tembus Rp1.960,3 Triliun di Agustus

Pertumbuhan penerimaan pajak tersebut ditopang oleh kinerja sektor-sektor utama yang menunjukkan tren positif. Beberapa di antaranya adalah ketenagalistrikan, pertambangan bijih logam, perdagangan online, perdagangan besar, pertanian tanaman, industri minyak kelapa sawit, dan perbankan. Kontribusi dari sektor-sektor ini menjadi indikator vital bagi kesehatan ekonomi nasional.

Selain itu, penerimaan pajak per jenis pajak juga menunjukkan peningkatan yang solid. Ini terlihat dari penerimaan PPh 21, PPN DN, PPh Badan, dan PPN impor yang seluruhnya menunjukkan tren pertumbuhan. Peningkatan ini mencerminkan aktivitas konsumsi dan investasi yang terus bergerak.

Berita Menarik Pilihan

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Kemudian, penerimaan kepabeanan dan cukai juga menunjukkan tren positif dengan realisasi sebesar Rp194,9 triliun, tumbuh 6,4 persen (yoy). Penerimaan ini didukung oleh penerimaan cukai sebesar Rp144 triliun, yang menjadi komponen terbesar dari pos ini.

Sementara itu, bea keluar sebesar Rp18,7 triliun didorong oleh kenaikan harga CPO dan kebijakan ekspor konsentrat tembaga. Kedua komoditas ini menjadi penyumbang signifikan bagi pendapatan negara.

Di sisi lain, bea masuk sebesar Rp32,2 triliun mengalami kontraksi 5,1 persen (yoy), yang dipengaruhi oleh kebijakan perdagangan di bidang pangan dan utilisasi Free Trade Agreement (FTA). Meskipun terjadi kontraksi, pos-pos pendapatan lainnya berhasil menutupi penurunan tersebut.

Selanjutnya, realisasi PNBP mencapai Rp306,8 triliun. Realisasi ini didukung oleh penerimaan SDA migas sebesar Rp65,0 triliun, SDA nonmigas sebesar Rp75,6 triliun, PNBP lainnya sebesar Rp91,9 triliun, dan penerimaan BLU sebesar Rp62,5 triliun. Kontribusi ini menegaskan bahwa sumber-sumber pendapatan non-pajak juga berperan penting dalam APBN.

“Ada peningkatan dari sisi pencapaian terhadap outlook,” ungkap Wamenkeu Anggito. Pernyataan ini memberikan sinyal positif bahwa pemerintah optimistis akan mencapai target pendapatan yang telah ditetapkan di akhir tahun.

Implikasi Kinerja Pendapatan Negara terhadap Perekonomian

Kinerja positif pendapatan negara hingga Agustus 2025 memiliki implikasi yang luas bagi perekonomian. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa mesin ekonomi berjalan dengan baik, didorong oleh sektor-sektor produktif. Ketika pendapatan negara tumbuh, pemerintah memiliki ruang fiskal yang lebih besar untuk membiayai program-program pembangunan, seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Hal ini menciptakan siklus positif, di mana pertumbuhan ekonomi menghasilkan pendapatan yang lebih besar, yang pada gilirannya digunakan untuk mendorong pertumbuhan lebih lanjut. Stabilitas pendapatan juga memberikan kepercayaan kepada investor, baik domestik maupun asing, bahwa Indonesia adalah tujuan investasi yang menarik dan aman.

Strategi Diversifikasi Sumber Pendapatan

Keberhasilan dalam mengumpulkan pendapatan dari berbagai sumber, termasuk pajak, kepabeanan, cukai, dan PNBP, menunjukkan strategi diversifikasi yang efektif. Ketergantungan pada satu sumber pendapatan dapat berisiko, dan dengan adanya pertumbuhan di berbagai lini, pemerintah memiliki ketahanan fiskal yang lebih baik.

Penguatan penerimaan dari sektor-sektor non-migas, seperti pertambangan dan perkebunan, juga menjadi indikator bahwa ekonomi Indonesia semakin diversifikasi. Hal ini akan mengurangi kerentanan terhadap fluktuasi harga komoditas global.

Pada akhirnya, kinerja pendapatan negara yang solid adalah kabar baik bagi seluruh masyarakat. Ini adalah bukti bahwa ekonomi Indonesia terus bergerak maju, menciptakan peluang, dan membangun fondasi yang kuat untuk masa depan.

Dengan pertumbuhan yang berkelanjutan, pemerintah dapat terus menjalankan program-program strategis yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: Anggito AbimanyuAPBNkepabeananpendapatan negarapenerimaan pajakPNBP
Post Sebelumnya

Bank Mandiri Dukung Program Perumahan.

Post Selanjutnya

Pembiayaan APBN Terkendali di Tengah Volatilitas

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Moody's Investors Service (Moody's) mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, dengan penyesuaian outlook dari Stabil menjadi Negatif. Revisi...

Post Selanjutnya
Pembiayaan APBN Terkendali di Tengah Volatilitas

Pembiayaan APBN Terkendali di Tengah Volatilitas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.