EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Pembiayaan APBN Terkendali di Tengah Volatilitas

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono .Sumber dok kemenkeu.go.id

Pembiayaan APBN Terkendali di Tengah Volatilitas

Realisasi pembiayaan APBN hingga 31 Agustus 2025 tercatat sebesar Rp425,7 triliun atau 69,1 persen dari target yang ditetapkan. Pemenuhan kebutuhan pembiayaan ini dinilai terkendali di tengah dinamika pasar keuangan global.

Agus DJ oleh Agus DJ
24 September 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI, Ekonomi dan Bisnis, KEUANGAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono menyampaikan realisasi pembiayaan APBN hingga 31 Agustus 2025 tercatat sebesar Rp425,7 triliun. Angka ini setara dengan 69,1 persen dari target yang telah ditetapkan, yaitu sebesar Rp662,0 triliun. Pemenuhan kebutuhan pembiayaan ini dinilai terkendali dan tetap antisipatif di tengah dinamika pasar keuangan global yang terus berubah.

“Ini di-breakdown dari pembiayaan utang sebesar Rp463,7 triliun atau 59,8 persen dari target APBN. Dan yang kedua adalah pembiayaan non-utang minus Rp38 triliun atau 23,8 persen dari APBN,” kata Wamenkeu Thomas dalam konferensi pers APBN KiTA yang diselenggarakan di Jakarta pada Senin (22/9).

Baca juda : Realisasi Belanja Negara Tembus Rp1.960,3 Triliun di Agustus

Dari sisi pasar Surat Berharga Negara (SBN), Wamenkeu Thomas mengungkapkan bahwa performa lelang SBN di primary market masih terjaga dan menunjukkan kinerja positif. Permintaan investor kuat dengan rasio bid to cover yang tinggi di tengah kondisi pasar yang volatile. Rata-rata rasio bid to cover tahun 2025 tercatat 3,03 untuk Surat Utang Negara (SUN) dan 3,15 untuk Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Tingginya permintaan tersebut menunjukkan bahwa minat investor tetap kuat, termasuk minat asing yang terjaga tinggi meskipun volatilitas pasar meningkat. Hal ini memberikan sinyal positif bagi kesehatan fiskal negara.

Berita Menarik Pilihan

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

“Kepercayaan ini juga tidak lepas dari status investment grade yang disandang Indonesia. Sehingga, SBN Indonesia tetap dipandang sebagai instrumen aman dan kredibel di pasar global,” ujar Wamenkeu Thomas. Status ini memberikan keyakinan kepada para investor internasional.

Selain itu, yield SBN tenor 10 tahun juga mengalami penurunan 70 basis poin atau sekitar 10 persen sejak awal tahun. Penurunan ini didukung oleh kuatnya permintaan investor di pasar perdana maupun sekunder. Hingga pertengahan September 2025, capital inflow asing mencapai Rp42,61 triliun secara year-to-date.

Aliran modal ini mencerminkan kepercayaan investor asing terhadap fundamental dan prospek perekonomian Indonesia. Adapun spread SBN 10 tahun terhadap US Treasury turun ke level 216 basis poin, lebih rendah dari sejumlah negara peers, yang menunjukkan profil risiko Indonesia terjaga dengan baik.

“Yield yang turun, spread yang menyempit, serta aliran modal asing yang masuk, semua mendukung tercapainya pembiayaan dengan biaya utang yang lebih rendah dan efisien,” kata Wamenkeu Thomas. Kondisi ini sangat menguntungkan bagi pemerintah dalam mengelola utang.

Selain pembiayaan utang, pemerintah juga menyalurkan pembiayaan investasi (below the line) sebesar Rp42,7 triliun hingga 31 Agustus 2025. Alokasi ini difokuskan pada program di sektor perumahan, ketahanan pangan, dan kerja sama internasional.

Di antaranya, Rp18,77 triliun dialokasikan untuk pembangunan rumah dengan output 163.831 unit, serta Rp16,57 triliun untuk penguatan cadangan pangan melalui Bulog dengan output 488,9 ribu ton beras dan 1,64 juta ton gabah.

APBN terus dioptimalkan sebagai instrumen kebijakan countercyclical dan shock absorber untuk menjaga stabilitas perekonomian, melindungi masyarakat, dan menjaga momentum pertumbuhan di tengah ketidakpastian global. Pembiayaan anggaran terus dikelola secara hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi pasar, perkembangan kebutuhan pembiayaan, dan posisi kas.

Implikasi Kinerja Pembiayaan APBN yang Terkendali

Kinerja pembiayaan APBN yang terkendali memiliki implikasi positif yang signifikan. Pemerintah dapat memenuhi kebutuhan pendanaan untuk program-program pembangunan tanpa harus bergantung pada utang yang terlalu mahal. Penurunan yield SBN dan tingginya minat investor asing adalah bukti keberhasilan manajemen fiskal.

Kondisi ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk mengalokasikan sumber daya lebih efisien ke sektor-sektor prioritas. Dengan biaya utang yang rendah, pemerintah bisa lebih fokus pada investasi produktif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Fokus pada Sektor Strategis untuk Pembangunan Berkelanjutan

Alokasi pembiayaan investasi pada sektor-sektor strategis seperti perumahan dan ketahanan pangan menunjukkan komitmen pemerintah pada pembangunan berkelanjutan. Investasi di sektor-sektor ini memiliki multiplier effect yang besar, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Program pembangunan rumah dan penguatan cadangan pangan adalah contoh nyata dari bagaimana pembiayaan APBN digunakan untuk mengatasi masalah-masalah sosial yang fundamental. Ini bukan hanya tentang angka-angka, tetapi juga tentang memberikan solusi nyata bagi masyarakat.

Pada akhirnya, kinerja pembiayaan APBN yang positif ini adalah kabar baik bagi seluruh rakyat Indonesia. Ini menunjukkan bahwa meskipun menghadapi tantangan global, pemerintah berhasil mengelola keuangan negara dengan bijak dan hati-hati.

Dengan manajemen fiskal yang solid, Indonesia berada di jalur yang tepat untuk mencapai tujuan pembangunan yang ambisius dan menciptakan masa depan yang lebih sejahtera.(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: APBNekonomipembiayaan APBNSBNSurat Berharga NegaraThomas Djiwandono
Post Sebelumnya

Pendapatan Negara Tumbuh, Capai Rp1.638,7 Triliun

Post Selanjutnya

Prabowo Bertemu Bloomberg Bahas Investasi Hijau

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

Post Selanjutnya
Prabowo Bertemu Bloomberg Bahas Investasi Hijau

Prabowo Bertemu Bloomberg Bahas Investasi Hijau

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.