EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda POLKUM HUKUM
Kasus Korupsi Kapal Tunda di Pelindo Rugikan Negara 92,35 Miliar Rupiah

Kasus Korupsi Kapal Tunda di Pelindo Rugikan Negara 92,35 Miliar Rupiah

Kasus dugaan korupsi kapal tunda Pelindo merugikan negara Rp92,35 miliar. Kejati Sumut telah menetapkan dua tersangka utama dalam perkara ini.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
26 September 2025
Kategori HUKUM, POLKUM
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Medan EKOIN.CO – Kasus dugaan korupsi dalam pengadaan dua unit kapal tunda milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Cabang Dumai, Sumatera, kembali mencuat setelah Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) merilis perkembangan penyidikan. Kerugian negara akibat perkara ini ditaksir mencapai Rp92,35 miliar. Ikuti update terbaru kasus ini di WA Channel EKOIN.

Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumut mengungkapkan bahwa penyidikan telah menetapkan dua tersangka utama. Keduanya adalah HAP, Direktur Teknik PT Pelindo I periode 2018–2021, dan BS, Direktur Utama PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero) periode 2017–2021.

Modus Pengadaan Kapal Tunda

Menurut keterangan resmi, kerugian negara berawal dari proses pengadaan dua kapal tunda untuk operasional Cabang Dumai. Proyek tersebut semula ditujukan meningkatkan pelayanan pelabuhan dan menunjang kebutuhan logistik. Namun, dalam perjalanannya, terdapat indikasi perencanaan dan pelaksanaan yang tidak sesuai ketentuan.

Pihak penyidik menduga adanya mark-up nilai kontrak serta ketidaksesuaian spesifikasi kapal. Hal itu menyebabkan anggaran yang digelontorkan mencapai ratusan miliar rupiah, jauh di atas harga wajar. “Akibatnya, negara mengalami potensi kerugian keuangan sebesar Rp92,35 miliar,” ungkap pejabat Kejati Sumut dalam keterangan pers.

Selain itu, investigasi menemukan dugaan keterlibatan pihak-pihak lain di luar dua tersangka. Kejati Sumut memastikan penyidikan akan terus diperluas untuk menelusuri apakah ada aliran dana atau keuntungan pribadi dari proyek tersebut.

Berita Menarik Pilihan

Sebut Golkar Mirip Partai Sosialis, Bahlil Lahadalia Sentil Monopoli Izin Tambang ‘Orang Jakarta’

PKB Kunci Dukungan Prabowo Dua Periode, Kursi Cawapres 2029 Masih Jadi Teka-Teki

Proses Hukum dan Penahanan

Kedua tersangka, HAP dan BS, sudah ditahan untuk kepentingan penyidikan. Penahanan dilakukan setelah pemeriksaan intensif yang berlangsung sejak beberapa minggu lalu. Mereka diduga berperan aktif dalam pengambilan keputusan yang berujung pada timbulnya kerugian negara.

Penyidik juga menegaskan bahwa seluruh dokumen pengadaan, kontrak, hingga bukti transaksi tengah diaudit secara menyeluruh. Audit investigatif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) diharapkan memperkuat bukti untuk pembuktian di persidangan.

Pihak kejaksaan menyebutkan, penanganan kasus ini menjadi bagian dari upaya pemberantasan korupsi di sektor maritim. Mengingat, peran strategis pelabuhan dalam perekonomian nasional sangat penting dan tidak boleh dicederai praktik penyalahgunaan anggaran.

Sejumlah saksi dari internal Pelindo maupun perusahaan rekanan telah diperiksa. Termasuk beberapa pejabat lama yang diduga mengetahui detail proses pengadaan kapal tunda tersebut. Pemeriksaan masih terus berjalan untuk melengkapi berkas perkara sebelum tahap pelimpahan ke pengadilan tindak pidana korupsi.

Kejati Sumut menegaskan, pihaknya tidak akan ragu menjerat tersangka dengan pasal tindak pidana korupsi sesuai Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara menanti jika terbukti bersalah.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena menyangkut perusahaan strategis negara yang bergerak di sektor pelabuhan. Pelindo sebagai BUMN seharusnya menjadi pilar penggerak distribusi barang dan perekonomian. Namun, praktik penyalahgunaan wewenang justru merusak kepercayaan publik.

Pakar hukum pidana dari Universitas Sumatera Utara menilai, penanganan kasus ini dapat menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola pengadaan di BUMN. “Jika prosesnya transparan, maka kasus serupa bisa dicegah di masa mendatang,” ujar salah satu dosen yang enggan disebutkan namanya.

Seiring dengan proses hukum, publik menunggu konsistensi aparat penegak hukum dalam mengusut tuntas kasus ini. Tidak menutup kemungkinan, akan ada tersangka baru yang ditetapkan bila bukti keterlibatan pihak lain semakin kuat.

Kasus dugaan korupsi pengadaan kapal tunda di Pelindo membuka tabir penyimpangan besar dalam proyek strategis negara. Kerugian hingga Rp92,35 miliar menunjukkan betapa rentannya sektor maritim terhadap praktik korupsi.

Penyidikan yang dilakukan Kejati Sumut diharapkan tidak hanya berhenti pada dua tersangka utama, tetapi juga menelusuri kemungkinan keterlibatan aktor lain. Hal ini penting agar kerugian negara dapat dipulihkan melalui mekanisme hukum.

Selain aspek hukum, kasus ini menjadi pengingat bahwa pengawasan pengadaan barang dan jasa di BUMN harus diperketat. Transparansi dan akuntabilitas wajib dijadikan standar agar tidak lagi terjadi penyalahgunaan anggaran.

Publik berharap, persidangan nantinya dapat membuka fakta secara terang-benderang. Dengan begitu, proses hukum bisa menjadi pembelajaran bagi institusi negara lainnya.

Korupsi di sektor maritim bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga mencederai kepercayaan masyarakat pada pelayanan publik. Upaya pemberantasan korupsi harus konsisten dijalankan demi kepentingan bangsa. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: BUMNDumaikapal tundaKejati SumutkorupsiPelindo
Post Sebelumnya

Prabowo Lanjutkan Diplomasi Strategis ke Belanda

Post Selanjutnya

BPOM Selidiki Kasus Makan Gratis Bermasalah

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia saat memberikan arahan dalam acara sosialisasi Empat Pilar di DPP Golkar, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Sebut Golkar Mirip Partai Sosialis, Bahlil Lahadalia Sentil Monopoli Izin Tambang ‘Orang Jakarta’

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pernyataan Bahlil dibaca sebagai sinyal penguatan agenda desentralisasi ekonomi dan keberpihakan pada pemerataan pembangunan, sekaligus menempatkan Golkar sebagai partai yang...

Ketua DPP PKB Saiful Huda

PKB Kunci Dukungan Prabowo Dua Periode, Kursi Cawapres 2029 Masih Jadi Teka-Teki

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Menurut Huda, perhatian PKB saat ini tertuju pada agenda strategis ekonomi yang disebut sebagai penguatan “ekonomi konstitusi”, terutama implementasi Pasal...

Tangkapan Layar Suasana jalan protokol yang dipenuhi atribut partai bersamaan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penertiban baliho yang merusak pemandangan kota. Konsistensi penegakan aturan tata ruang kini menjadi sorotan publik demi mewujudkan lingkungan perkotaan yang lebih asri. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Prabowo Sentil Baliho ‘Perusak’ Estetika Kota, Netizen Sindir Lautan Bendera Gerindra di Jalanan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Perdebatan kemudian bergeser pada isu standar penertiban. Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan apakah aturan estetika kota akan diterapkan merata, baik...

Ketua Pengadilan Depok dan Juru Sita Ikut Diamankan KPK

Tujuh Orang Terjaring OTT KPK, Ketua PN Depok hingga Direktur PT KRB

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Sebanyak tujuh orang terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis malam di Kota Depok....

Post Selanjutnya
BPOM Selidiki Kasus Makan Gratis Bermasalah

BPOM Selidiki Kasus Makan Gratis Bermasalah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.