BEKASI KOTA,EKOIN.CO– Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kota Bekasi di Jalan Ir H Juanda, Bekasi Timur, terus melakukan inovasi dan berbenah untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan kecepatan layanan, pihak Samsat juga menegaskan komitmennya memberantas praktik percaloan dan pungutan liar (pungli) di area pelayanan.
Kanit Samsat Kota Bekasi, AKP Prabowo, menegaskan bahwa pelayanan prima bagi masyarakat adalah hal mutlak dan menjadi prioritas utama.
“Pelayanan prima ke masyarakat bagi kami adalah mutlak dan menjadi prioritas,” kata AKP Prabowo saat memberikan keterangan baru-baru ini.
Terkait maraknya isu percaloan dan pungli, Prabowo tidak menampik adanya dugaan tersebut. Namun, pihaknya terus mengimbau agar masyarakat mengurus langsung dokumen kendaraan bermotor tanpa melalui perantara.
“Saya selalu mengingatkan kepada petugas di lapangan, terutama satgas khusus, untuk terus memantau kondisi agar wajib pajak tidak terjebak bujuk rayu pihak tak bertanggung jawab. Urus sendiri jauh lebih mudah dan cepat,” paparnya.
Ia juga menegaskan akan memberi sanksi kepada oknum yang kedapatan menjadi calo.
“Kami berperang melawan pungli dan percaloan. Ini bentuk komitmen kami membasmi percaloan dan pungli yang diisukan marak di Samsat Kota Bekasi,” tegas Prabowo.
Komitmen ini mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah seorang wajib pajak asal Bekasi Timur, Saparuddin, mengakui pelayanan Samsat kini jauh lebih baik.
“Sekarang hanya wajib pajak yang diperkenankan masuk, pengantar disuruh menunggu. Ditambah lagi ada imbauan agar tidak mengurus kepada mereka yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Junaedi, wajib pajak lainnya.
“Banyak kemudahan diberikan oleh pihak Samsat. Saya berharap masyarakat Kota Bekasi tidak menggunakan jasa calo lagi. Sekarang lebih mudah dan terbuka informasinya untuk mengurus dokumen,” katanya.
Dengan langkah ini, Samsat Kota Bekasi berharap terciptanya pelayanan publik yang transparan, bersih, dan semakin dipercaya masyarakat.





