London EKOIN.CO – Para ilmuwan berhasil menemukan ratusan gundukan pasir berukuran raksasa di bawah Laut Utara, yang diperkirakan memiliki peran penting dalam penyimpanan karbon dioksida secara alami. Temuan ini disebut dapat membuka babak baru dalam strategi mitigasi perubahan iklim, sekaligus menjadi landasan penelitian energi masa depan. Ikuti berita terbaru kami di WA Channel EKOIN.
Penemuan tersebut dilakukan tim peneliti dari Universitas Bergen, Norwegia, menggunakan teknologi pencitraan seismik tiga dimensi beresolusi tinggi. Dengan memanfaatkan gelombang suara, mereka berhasil merekonstruksi gambaran geologi bawah laut secara detail. Data tambahan diperoleh dari ratusan sumur pengeboran yang memberikan sampel batuan, sehingga gambaran gundukan pasir bawah laut dapat dipastikan secara ilmiah.
Menurut laporan awal, gundukan pasir ini berukuran masif, membentang sejauh beberapa kilometer, dan tersusun dalam pola yang tidak biasa. Hal tersebut menantang prinsip dasar geologi yang selama ini dikenal, karena pembentukan struktur tersebut sebelumnya tidak pernah tercatat di kawasan serupa.
Karbon dan Potensi Energi
Para ahli menilai bahwa gundukan pasir bawah laut ini bukan sekadar fenomena geologi unik, melainkan juga dapat berfungsi sebagai tempat penyimpanan karbon dioksida alami. Dengan meningkatnya kebutuhan penyimpanan karbon akibat aktivitas industri, struktur bawah laut ini bisa menjadi jawaban dari tantangan energi bersih global.
Profesor geologi dari Universitas Bergen, Atle Rotevatn, menjelaskan bahwa hasil riset tersebut sangat penting untuk masa depan transisi energi. “Struktur ini tidak hanya aneh dari perspektif ilmiah, tapi juga berpotensi besar bagi sektor penyimpanan karbon. Jika dikonfirmasi lebih lanjut, Laut Utara bisa menjadi salah satu lokasi utama dunia untuk mitigasi emisi,” ungkapnya.
Studi ini juga menegaskan bahwa gundukan pasir yang ditemukan terbentuk selama periode glasial ribuan tahun lalu. Artinya, struktur tersebut stabil dan berlapis, sehingga memungkinkan penahanan karbon dalam jangka panjang.
Metode Penelitian Lanjutan
Untuk memastikan kapasitas gundukan pasir sebagai penyimpan karbon, tim peneliti akan melanjutkan eksplorasi dengan pengeboran tambahan. Uji laboratorium pada sampel batuan juga tengah dilakukan guna mengetahui tingkat porositas dan permeabilitas pasir bawah laut tersebut.
Pakar iklim menilai, jika penelitian ini berhasil, maka Laut Utara akan menjadi salah satu wilayah paling strategis di dunia untuk pengurangan emisi karbon. Kawasan ini sebelumnya memang dikenal sebagai ladang eksplorasi minyak dan gas, sehingga infrastruktur penelitian sudah tersedia secara memadai.
Selain itu, penemuan gundukan pasir raksasa tersebut dapat membuka perspektif baru mengenai dinamika geologi laut dalam. Selama ini, teori geologi tidak mengantisipasi adanya pembentukan pola pasir seperti yang ditemukan sekarang. Dengan demikian, riset lanjutan berpotensi merevisi pemahaman mendasar tentang proses sedimentasi laut dalam.
Laporan National Geographic menyebut, hasil riset ini akan dipublikasikan secara lebih lengkap dalam jurnal ilmiah internasional pada akhir tahun. Publikasi itu diharapkan memperluas kolaborasi global dalam penelitian karbon dan energi bersih.
Para peneliti juga menekankan pentingnya transparansi data agar masyarakat internasional bisa memahami potensi Laut Utara sebagai penyimpanan karbon global. “Ini bukan hanya tentang Norwegia atau Eropa, tapi tentang upaya global menekan laju pemanasan bumi,” kata Rotevatn menegaskan.
Seiring perkembangan riset, para ahli memperkirakan bahwa struktur pasir bawah laut bisa menampung jutaan ton karbon dioksida. Jika benar demikian, teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS) akan mendapat dorongan besar untuk mempercepat dekarbonisasi industri berat.
Temuan ini juga dinilai dapat memberi nilai tambah ekonomi bagi negara-negara di sekitar Laut Utara. Selain tetap menjadi pusat energi, kawasan tersebut juga berpotensi menjadi pionir dalam industri penyimpanan karbon global.
Namun demikian, para peneliti mengingatkan perlunya studi lingkungan yang mendalam agar pemanfaatan gundukan pasir raksasa ini tidak menimbulkan dampak ekologi yang merugikan. Perlindungan habitat laut tetap menjadi prioritas meskipun penyimpanan karbon memiliki manfaat besar bagi bumi.
Bagi komunitas ilmiah, temuan gundukan pasir di Laut Utara menjadi salah satu penemuan paling mengejutkan dalam dekade terakhir. Kombinasi unik antara potensi energi, manfaat lingkungan, dan tantangan ilmiah menjadikan riset ini mendapat sorotan dunia.
Kini, perhatian global tertuju pada langkah lanjutan penelitian di Norwegia, termasuk bagaimana teknologi CCS akan dikembangkan berdasarkan hasil studi tersebut. Peran Laut Utara sebagai pusat penyimpanan karbon internasional tampak semakin nyata.
Penemuan gundukan pasir bawah laut di Laut Utara merupakan temuan geologi besar yang berimplikasi pada strategi penyimpanan karbon dunia.
Riset ini menegaskan pentingnya teknologi modern dalam mengungkap fenomena alam yang sebelumnya tersembunyi dari pandangan manusia.
Potensi karbon yang bisa ditampung gundukan pasir raksasa ini memberi harapan besar dalam upaya pengurangan emisi global.
Kolaborasi internasional diperlukan agar penelitian ini menghasilkan manfaat maksimal bagi umat manusia tanpa mengorbankan ekosistem laut.
Dengan terus didorong oleh penelitian dan inovasi, Laut Utara berpeluang besar menjadi pionir pusat penyimpanan karbon dunia di masa depan. (*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





