EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Konsumsi Lesu, Mal Ramai Tapi Penjualan Turun

Konsumsi Lesu, Mal Ramai Tapi Penjualan Turun

Mal di Indonesia ramai pengunjung namun konsumsi tetap lesu. Konsumsi yang melemah bisa menghambat pertumbuhan ekonomi nasional.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
26 September 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta EKOIN.CO – Pusat perbelanjaan di berbagai kota besar Indonesia masih tampak ramai oleh pengunjung, namun banyak yang hanya sekadar berjalan-jalan atau melakukan window shopping. Fenomena ini menandakan konsumsi masyarakat belum pulih sepenuhnya meski mobilitas sudah kembali normal. Gabung WA Channel EKOIN

Menurut pengelola mal, aktivitas pengunjung meningkat dari tahun sebelumnya, tetapi transaksi tidak sebanding dengan jumlah kedatangan. Para pedagang ritel merasakan penurunan omzet yang cukup signifikan. Hal ini memunculkan kekhawatiran bahwa daya beli rumah tangga masih tertahan.

Konsumsi Masyarakat Jadi Sorotan

Dalam laporan terbaru, sejumlah analis ekonomi menilai kondisi ini sebagai pertanda rapuhnya basis konsumsi domestik. Walau mal penuh dengan keluarga, pekerja muda, maupun wisatawan, sebagian besar pengunjung lebih banyak melihat-lihat daripada membeli barang.

Beberapa pedagang menuturkan bahwa pembelian hanya terjadi pada produk kebutuhan dasar atau promosi besar-besaran. “Orang datang ramai, tapi belanja minim. Diskon besar baru bisa menarik transaksi,” ujar salah satu pengelola toko pakaian di Jakarta.

Kementerian Perdagangan juga mencatat perlambatan penjualan ritel dalam tiga bulan terakhir. Indeks Penjualan Ritel Bank Indonesia memperlihatkan tren serupa, terutama pada produk non-pangan seperti fesyen, elektronik, dan barang mewah. Kondisi ini menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat masih berhati-hati.

Berita Menarik Pilihan

Risiko Kepastian Kebijakan Menghantui, Moody’s Ubah Outlook Ekonomi Indonesia Jadi Negatif

Jurus Klasik Jelang Ramadan: Pramono Obral Target Inflasi Rendah Saat Harga Sembako Mulai ‘Pemanasan’

Dampak ke Perekonomian Nasional

Ekonom menilai kecenderungan menurunnya konsumsi di pusat belanja berpotensi memengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional. Mengingat kontribusi konsumsi rumah tangga mencapai lebih dari 50 persen terhadap PDB Indonesia, tren belanja yang melemah bisa menjadi hambatan bagi target pertumbuhan tahun ini.

“Jika belanja masyarakat tidak meningkat, maka perekonomian akan sulit terdorong dari sisi domestik,” kata seorang pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia. Ia menekankan bahwa pemerintah perlu menjaga daya beli dengan kebijakan yang tepat sasaran.

Sementara itu, asosiasi pengusaha ritel berharap adanya stimulus untuk menggerakkan kembali minat belanja masyarakat. Mereka meminta agar beban operasional, termasuk tarif sewa ruang ritel, bisa ditinjau ulang guna menjaga keberlanjutan bisnis.

Pihak pengelola mal menambahkan, berbagai program hiburan, festival belanja, hingga konser musik kerap digelar demi menarik pengunjung untuk tidak sekadar melihat-lihat. Meski demikian, dampaknya belum signifikan terhadap peningkatan transaksi.

Di sisi lain, konsumen sendiri mengaku lebih selektif. Beberapa mengatakan bahwa prioritas saat ini lebih ke kebutuhan sehari-hari dan tabungan, dibandingkan membeli barang sekunder. Pola belanja ini menegaskan pergeseran perilaku dalam konsumsi masyarakat.

Fenomena ramainya pengunjung mal tanpa peningkatan transaksi menggambarkan bahwa daya beli masyarakat Indonesia masih belum pulih.

Kondisi tersebut bisa menjadi pengingat bahwa konsumsi rumah tangga masih rapuh meski ekonomi terlihat stabil.

Tanpa penguatan konsumsi, target pertumbuhan ekonomi nasional berpotensi terhambat.

Pemerintah dan pelaku usaha perlu bekerja sama mencari solusi untuk menggerakkan kembali daya beli.

Masyarakat di sisi lain tetap dihadapkan pada kebutuhan menyeimbangkan belanja dengan kondisi ekonomi rumah tangga. (*)


Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di :
https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: belanjadaya beliekonomikonsumsimalritel
Post Sebelumnya

Kerusakan Lingkungan Raja Ampat Picu Isu PBNU

Post Selanjutnya

DPR Setujui APBN 2026 3.843 Triliun Rupiah

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

BI berkomitmen memperkuat sinergi dengan Program Asta Cita Pemerintah guna menjaga stabilitas makroekonomi dan menarik investasi asing di tahun 2026. (Foto: Humas BI/Ekoin.co)

Risiko Kepastian Kebijakan Menghantui, Moody’s Ubah Outlook Ekonomi Indonesia Jadi Negatif

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Moody's juga memperkirakan bahwa rasio utang Pemerintah terhadap PDB akan tetap akan terjaga rendah di bawah peers. Namun demikian, menurut Moody's,...

Pemprov DKI menargetkan angka inflasi Jakarta tahun ini berada di bawah sasaran nasional guna memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tren pertumbuhan ekonomi yang positif. (Foto: Humas Pemprov DKI/Ekoin.co)

Jurus Klasik Jelang Ramadan: Pramono Obral Target Inflasi Rendah Saat Harga Sembako Mulai ‘Pemanasan’

oleh Noval Verdian
6 Februari 2026
0

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menyebut pemulihan ekonomi Jakarta sebagai momentum penting setelah perlambatan pada kuartal sebelumnya.

Pump and Dump Saham DADA: Modus Rumor Global di Balik Aksi Exit Strategy Pengendali

Pump and Dump Saham DADA: Modus Rumor Global di Balik Aksi Exit Strategy Pengendali

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Aksi jual berlanjut pada 8–9 Januari 2026, ketika KPII kembali melepas 1,6 miliar saham di kisaran harga Rp63 per saham, menghasilkan tambahan dana sekitar Rp100,80...

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat pada perdagangan Jumat (6/2).

IHSG Berpeluang Menguat, Tapi Sinyal Koreksi Masih Mengintai Pasar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Level penopang terdekat diperkirakan berada di 7.854 dan 7.654, sementara batas atas pergerakan harian berada di rentang 8.181 hingga 8.318.

Post Selanjutnya
DPR Setujui APBN 2026 3.843 Triliun Rupiah

DPR Setujui APBN 2026 3.843 Triliun Rupiah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.