EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS ENERGI
BPDLH Teken MoU dengan UNDP dengan Jamkrindo, Perkuat Pembiayaan Hijau

BPDLH Teken MoU dengan UNDP dengan Jamkrindo, Perkuat Pembiayaan Hijau

Kemitraan BPDLH dengan UNDP dan Jamkrindo ditujukan untuk menutupi kesenjangan pembiayaan iklim Indonesia yang mencapai ratusan triliun rupiah per tahun.

Ray oleh Ray
27 September 2025
Kategori ENERGI, LINGKUNGAN, NASIONAL
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Pemerintah Indonesia melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) meneken nota kesepahaman (MoU) dengan United Nations Development Programme (UNDP) dan PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) pada program Smart Green ASEAN Cities (SGAC) di Jakarta pada Jumat (26/9/2025). Langkah ini ditujukan memperkuat ekosistem pembiayaan hijau di sektor pengelolaan sampah dengan pilot project dimulai dari Kabupaten Banyumas.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono menegaskan, Indonesia menghadapi kesenjangan besar dalam pembiayaan iklim. Untuk itu diperlukan juga kolaborasi antarsektor regional maupun global.

“Indonesia membutuhkan sekitar Rp470 triliun per tahun untuk pembiayaan iklim, sementara kemampuan APBN hanya Rp76 triliun. Artinya kita butuh sumber dana non-APBN,” kata Diaz kepada media usai menyaksikan penandatangan MoU di kantor BPDLH.

Ia menyambut baik inisiatif BPDLH yang berhasil menggandeng mitra internasional seperti UNDP, United Nations Capital Development (UNCDF), hingga filantropi Norwegia. Menurutnya, kerja sama ini penting agar Indonesia bisa memanfaatkan berbagai sumber alternatif, mulai dari donor internasional, filantropi, hingga swasta, untuk memperkuat transisi menuju pembangunan rendah karbon.

Direktur Utama BPDLH, Joko Tri Haryanto menjelaskan, BPDLH sejak awal memang dibentuk untuk mengorkestrasi berbagai sumber pendanaan lingkungan. Menurutnya, masalah sampah sudah masuk status darurat.

Berita Menarik Pilihan

Pengamat: Peringatan Keras Prabowo ‘Lonceng Kematian’ Bagi Praktik Lancung Direksi BUMN

Demi Board of Peace, Prabowo ‘Rayu’ Ormas Islam Masuk ke Pusaran Geopolitik Donald Trump

“BPDLH mencoba mengorkestrasi berbagai mekanisme pendanaan, baik domestik maupun internasional, agar membentuk siklus ekosistem pendanaan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia bilang, BPDLH tidak ingin hanya menjadi penyalur dana untuk proyek jangka pendek, tetapi membangun sistem berkelanjutan. Untuk itu, ia berharap filosofi dasar BPDLH adalah membentuk satu siklus ekosistem pendanaan.

“Karena kalau ekosistem ini tidak bekerja, maka sumber pendanaan jadi tidak optimal,” kata Joko menambahkan.

Joko juga menekankan pentingnya kerja sama dengan pihak lain seperti Jamkrindo melalui mekanisme penjaminannya. Hal ini dirancang untuk memastikan dana bergulir yang dikelola BPDLH bisa aman sekaligus menjangkau sektor yang sebelumnya sulit mengakses pembiayaan.

“Dana dari skema debt-for-nature swap dengan Jerman, misalnya, kita konversi jadi investasi lingkungan. Supaya aman, kita gandeng Jamkrindo untuk penjaminan. Harapannya dari sisi hulu dan hilir bisa bertemu dan membentuk ekosistem,” jelasnya.

Joko menegaskan, dengan model penjaminan risiko dan keterlibatan mitra internasional, BPDLH menargetkan terciptanya ekosistem pembiayaan yang mendukung pengelolaan sampah, mengurangi emisi gas rumah kaca, sekaligus memperkuat ekonomi sirkular di Indonesia.

Dukungan Internasional
Duta Besar Denmark untuk Indonesia H.E. Mr. Sten Frimodt Nielsen menilai mekanisme nasional seperti BPDLH sangat krusial dalam mendukung komitmen iklim Indonesia. Ia berpendapat, mekanisme nasional untuk memobilisasi dan mengelola pendanaan iklim, baik domestik maupun internasional, adalah fundamental untuk melanjutkan komitmen Perjanjian Paris.

“BPDLH punya peran kritis untuk menjembatani pendanaan pembangunan dengan investasi swasta,” ungkapnya.

Ia menekankan pendekatan derisking yang ditawarkan bisa membuat sektor pengelolaan sampah lebih menarik bagi investor.

“Investasi seperti ini diperlukan di sektor yang risikonya tinggi, tapi kebutuhannya justru lebih besar,” imbuhnya.

Sementara itu, Project Manager SGAC UNDP, Abdullah Zed, menilai program ini bisa menjadi katalis masuknya pembiayaan swasta. Dana hibah pembangunan memang kecil jumlahnya, kata ia, tapi bisa mengundang investasi swasta dan perbankan lebih besar.

“Misalnya, hibah US$30 ribu untuk kelompok masyarakat bisa meningkatkan pendapatan mereka lebih dari 500% dan membuat mereka bankable dalam satu hingga dua tahun,” jelas Abdullah.

Tags: BanyumasBPDLHdebt-for-nature swapDiaz Hendropriyonoekonomi sirkularinvestasi swastaJamkrindoJoko Tri Haryantopembiayaan hijaupengelolaan sampahpenjaminanSmart Green ASEAN CitiesUNDP
Post Sebelumnya

SPBU Swasta Pulihkan Pasokan BBM Lewat Pertamina

Post Selanjutnya

Bendungan Cijurey di Jonggol Pacu Produksi Padi Hingga 463%

Ray

Ray

Berita Terkait

Presiden Prabowo di Rakornas Pusat dan Daerah di Sentul

Pengamat: Peringatan Keras Prabowo ‘Lonceng Kematian’ Bagi Praktik Lancung Direksi BUMN

oleh Ainurrahman
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Presiden RI Prabowo Subianto sudah beberapa kali memberikan sinyal peringatan untuk “bersih-bersih” Badan Usaha Milik Negara (BUMN)....

Presiden Prabowo Subianto didampingi Menlu Sugiono saat berdialog dengan pimpinan ormas Islam di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/2/2026). Pertemuan ini menghasilkan dukungan penuh dari PBNU, Muhammadiyah, hingga MUI terhadap langkah pemerintah bergabung dalam Board of Peace demi memperjuangkan kedaulatan Palestina. (Foto: Dok. Biro Pers Setpres/Ekoin.co)

Demi Board of Peace, Prabowo ‘Rayu’ Ormas Islam Masuk ke Pusaran Geopolitik Donald Trump

oleh Hasrul Ekoin
4 Februari 2026
0

“Presiden menjelaskan bahwa partisipasi Indonesia diarahkan untuk mengirim pasukan perdamaian dengan mandat absolut melindungi rakyat Palestina,” ujar Gus Yahya usai...

Bareskrim Polri meningkatkan status penanganan dugaan pembalakan liar di wilayah Aceh ke tahap penyidikan. (Foto: Ist)

Bareskrim Naikkan Status Kasus Pembalakan Liar Aceh ke Penyidikan, 7 Laporan Polisi Disidik

oleh Hasrul Ekoin
4 Februari 2026
0

Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni menyampaikan, hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik menetapkan tujuh...

Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Alam di Wilayah Sumatra, Amran Jamaluddin (tengah) memberikan keterangan dalam dalam konferensi pers di kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Beda Data Satgas Pusat dan Daerah Nasib Pengungsi Aceh Masih Tergantung Renduk

oleh Hasrul Ekoin
4 Februari 2026
0

Dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (4/2/2026), Juru Bicara Satgas PRR, Amran Jamaluddin, menyampaikan bahwa jumlah pengungsi telah berkurang hingga...

Post Selanjutnya
Bendungan Cijurey di Jonggol Pacu Produksi Padi Hingga 463%

Bendungan Cijurey di Jonggol Pacu Produksi Padi Hingga 463%

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.