Bali,EKOIN.CO- Laris manisnya layanan ojek online di Bali kian terlihat dalam beberapa bulan terakhir, seiring meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dewata. Moda transportasi ini bukan hanya menjadi solusi mobilitas cepat dan murah, tetapi juga menjadi sumber rezeki bagi banyak pengemudi lokal.
Gabung WA Channel EKOIN
Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa ojek online kini menjadi salah satu pilihan utama turis dalam menjalankan aktivitas harian, mulai dari perjalanan menuju objek wisata, belanja, hingga sekadar mencari makanan. Dengan biaya yang lebih terjangkau dibanding taksi konvensional dan fleksibilitas layanan, ojek online semakin menancapkan perannya di sektor pariwisata.
Selain soal harga, kenyamanan dan kecepatan menjadi alasan utama wisatawan memilih ojek online. Mereka tidak perlu khawatir terjebak macet di jalanan sempit, terutama di kawasan Kuta, Ubud, hingga Canggu yang kerap dipadati kendaraan.
Ojek Online Jadi Andalan Wisatawan
Bali yang dikenal sebagai destinasi wisata dunia tidak lepas dari permasalahan transportasi. Dengan hadirnya ojek online, para turis merasa lebih bebas untuk berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Beberapa wisatawan mengaku, layanan ini membantu mereka menghemat waktu perjalanan.
“Lebih murah, cepat, dan bisa langsung diakses dari ponsel. Saya bisa pergi ke pantai atau restoran tanpa harus menunggu lama,” ungkap salah satu turis asal Australia kepada media lokal.
Kehadiran ojek online juga mendatangkan keuntungan tambahan bagi wisatawan karena banyak pengemudi yang menawarkan informasi seputar tempat makan, atraksi wisata, hingga kegiatan budaya. Hal ini membuat pengalaman perjalanan semakin lengkap.
Meningkatnya Jumlah Pengemudi Ojek Online
Popularitas layanan ojek online berbanding lurus dengan meningkatnya jumlah pengemudi di Bali. Banyak warga lokal yang memanfaatkan peluang ini sebagai mata pencaharian utama maupun tambahan.
Menurut keterangan sejumlah pengemudi, faktor lain yang membuat profesi ini menarik adalah adanya tip yang kerap diberikan oleh wisatawan asing. Tidak jarang, tip tersebut bahkan lebih besar dari ongkos perjalanan.
“Kami tidak hanya mendapat bayaran dari aplikasi, tapi sering juga dapat tip dari turis. Itu sangat membantu kebutuhan sehari-hari,” kata seorang driver ojek online di kawasan Seminyak.
Selain itu, sistem fleksibel yang ditawarkan aplikasi membuat para pengemudi dapat mengatur waktu kerja sesuai kebutuhan. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang ingin tetap memiliki kebebasan waktu.
Seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna, ojek online kini menjadi bagian tak terpisahkan dari ekosistem pariwisata Bali. Bahkan, beberapa pelaku usaha wisata mulai menjalin kerja sama dengan driver untuk memberikan layanan antar-jemput wisatawan secara lebih personal.
Tidak dapat dipungkiri, kehadiran ojek online juga berkontribusi terhadap perekonomian lokal Bali. Semakin banyak driver yang bekerja, semakin besar pula perputaran uang di tingkat masyarakat bawah.
Meski begitu, persaingan antar-driver semakin ketat karena jumlah yang terus bertambah. Namun, tingginya permintaan dari wisatawan membuat persaingan ini tetap sepadan dengan peluang yang ada.
Dalam konteks jangka panjang, ojek online di Bali diperkirakan akan terus tumbuh seiring meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan internasional maupun domestik. Dengan dukungan teknologi dan kemudahan akses, moda transportasi ini semakin memperkuat posisinya sebagai kebutuhan pokok perjalanan di Pulau Dewata.
(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





