Bandung,EKOIN.CO- Aksi seorang sopir truk yang menyeret terduga begal hingga gerbang Mapolda Jabar di Kota Bandung viral di media sosial. Peristiwa yang terjadi di Jalan Soekarno-Hatta, kawasan Gedebage, ini memicu perhatian publik karena cara sopir melarikan diri dari pelaku yang diduga hendak membegalnya. Video kejadian tersebut pertama kali diunggah oleh akun TikTok pejuang jalan @nalaktak2345.
Gabung WA Channel EKOIN di sini.
Viral aksi begal di Bandung
Dalam rekaman itu terlihat seorang pria yang disebut sebagai begal menempel di pintu kanan truk. Sopir yang merasa terancam tidak menghentikan laju kendaraannya dan terus memacu kendaraan menuju Mapolda Jabar. Situasi menegangkan ini membuat banyak pengguna jalan terkejut sekaligus heran dengan aksi berani sang sopir.
Warganet ramai membicarakan momen tersebut di berbagai platform sosial media. Banyak yang menilai sopir mengambil langkah tepat dengan mengarahkan kendaraannya ke kantor polisi, meski risikonya tidak kecil. Sebab, laju kendaraan dengan penumpang gelap di pintu tentu dapat membahayakan sopir maupun orang lain di sekitar lokasi.
Keterangan dalam video menyebutkan, aksi terjadi di kawasan Gedebage, salah satu jalur padat kendaraan di Bandung. Jalan Soekarno-Hatta yang menjadi lokasi memang dikenal sebagai ruas utama yang sering dilalui truk besar dan kendaraan niaga.
Video yang sudah ditonton ribuan kali itu memperlihatkan pelaku tetap bertahan di sisi kendaraan meski truk terus melaju. Sopir baru menghentikan kendaraannya setelah tiba di gerbang Mapolda Jabar. Publik menyebut tindakan ini cukup cerdas karena sopir tidak memilih berhenti di jalan yang rawan, melainkan langsung menuju kantor polisi.
Reaksi polisi dan masyarakat
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih menelusuri kejadian tersebut. Belum ada keterangan resmi mengenai identitas pelaku maupun sopir truk. Namun, aksi itu sudah cukup menghebohkan publik dan memunculkan beragam komentar.
Beberapa warganet menyoroti keberanian sopir truk. “Kalau berhenti bisa bahaya, bagus langsung bawa ke Polda,” tulis salah satu komentar. Ada juga yang menilai kejadian ini menjadi bukti bahwa pelaku begal masih kerap mengincar sopir truk di jalur rawan.
Pihak kepolisian diperkirakan segera memberikan klarifikasi untuk meluruskan informasi yang beredar. Hal ini penting agar masyarakat tidak terjebak dalam spekulasi semata, terutama karena kasus begal kerap menimbulkan keresahan di berbagai kota besar.
Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kewaspadaan di jalan raya harus selalu ditingkatkan. Sopir dan pengguna jalan lain diimbau untuk tetap waspada, terutama saat melintas di titik rawan kriminalitas pada malam hari.
Dalam kasus ini, sopir dianggap cukup sigap dengan mencari perlindungan ke kantor polisi. Tindakan itu bisa menjadi contoh bahwa mencari pertolongan aparat lebih aman daripada melawan pelaku seorang diri di jalan terbuka.
Aksi viral ini juga memperlihatkan bagaimana media sosial berperan besar dalam menyebarkan informasi. Hanya dalam hitungan jam, video singkat di TikTok mampu menyedot perhatian ribuan orang dan masuk ke berbagai platform berita daring.
Sejumlah pakar keamanan jalan mengingatkan agar masyarakat tidak meniru secara langsung aksi seperti yang dilakukan sopir. Meski dianggap berhasil, tindakan menyeret pelaku dalam perjalanan panjang tetap berisiko, baik bagi sopir maupun pengguna jalan lain. Cara paling aman tetap segera mencari bantuan polisi atau pihak berwenang terdekat.
Bagi warga Bandung, kejadian ini dianggap sebagai gambaran nyata bahwa tindak kriminal jalanan bisa muncul kapan saja dan menimpa siapa saja. Oleh karena itu, masyarakat menantikan langkah tegas kepolisian untuk menindaklanjuti kasus tersebut serta meningkatkan patroli di jalur rawan.
Kejadian viral ini kini terus diperbincangkan, bahkan masuk dalam pemberitaan media arus utama. Perhatian publik yang besar diharapkan menjadi pemicu bagi pihak terkait untuk meningkatkan keamanan jalan raya.
Peristiwa sopir truk menyeret terduga begal hingga gerbang Mapolda Jabar di Bandung memperlihatkan keberanian warga dalam menghadapi situasi berbahaya. Kejadian ini juga menunjukkan pentingnya langkah sigap untuk mencari perlindungan ke kantor polisi saat menghadapi ancaman.
Kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa aksi begal masih nyata dan dapat terjadi di jalan-jalan utama perkotaan. Sopir dan pengguna jalan harus lebih berhati-hati, khususnya di wilayah yang rawan tindak kejahatan.
Polisi diharapkan segera mengungkap identitas pelaku dan menindaklanjuti kasus ini agar masyarakat merasa lebih aman. Langkah cepat aparat juga akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap keamanan di jalan raya.
Peran media sosial yang mampu menyebarkan informasi dengan cepat harus diimbangi klarifikasi resmi dari aparat. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya menerima potongan informasi, melainkan fakta yang utuh dan akurat.
Saran terakhir, masyarakat sebaiknya tetap waspada dan tidak segan melaporkan aktivitas mencurigakan di jalan. Polisi juga diharapkan meningkatkan patroli di titik rawan untuk mencegah kasus serupa. (*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





