EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda POLKUM POLITIK
Perdebatan Peran Polri Saat Aksi Ricuh

Perdebatan Peran Polri Saat Aksi Ricuh

Kritik terhadap Polri muncul usai demo Agustus ricuh. Publik mendorong evaluasi agar aksi massa ditangani lebih proporsional.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
29 September 2025
Kategori POLITIK, POLKUM
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA EKOIN.CO – Kritik keras terhadap kinerja Polri mencuat pascakericuhan dalam aksi demonstrasi pada Agustus 2025 lalu. Sejumlah pengamat politik menilai kepolisian terlalu menonjol di garis depan saat mengendalikan massa, sehingga memunculkan perdebatan luas di ruang publik. Ikuti berita terkini lewat WA Channel EKOIN.

Kritik atas Peran Polri

Pengamat politik menyebut bahwa Polri tampak dominan dalam menghadapi para pengunjuk rasa. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana kepolisian seharusnya terlibat langsung di lapangan ketika aspirasi masyarakat disampaikan melalui aksi damai.

Pernyataan pengamat tersebut segera menyebar dan menjadi perbincangan hangat, baik di media sosial maupun forum-forum diskusi publik. Kritik diarahkan pada cara kepolisian menangani situasi yang dinilai terlalu represif.

Publik menyoroti apakah langkah kepolisian sesuai dengan prinsip demokrasi yang mengedepankan kebebasan berpendapat. Sejumlah pihak bahkan meminta evaluasi menyeluruh terhadap pola penanganan aksi massa yang melibatkan Polri.

Debat Publik yang Berkepanjangan

Selain pengamat politik, beberapa aktivis juga menyuarakan keprihatinan. Mereka menilai kehadiran aparat keamanan seharusnya memberi rasa aman, bukan menambah ketegangan. Perdebatan pun semakin meluas di kalangan masyarakat sipil.

Berita Menarik Pilihan

Tunjangan Naik Berlipat-lipat, Kok Hakim Masih Tergoda ‘Uang Haram’

OTT ‘Wakil Tuhan’ terkait Kasus Sengketa Lahan antara Masyarakat vs Perusahaan Milik Kemenkeu PT Karabha Digdaya

Kritik terhadap Polri tidak berhenti di situ. Lembaga swadaya masyarakat ikut mendorong agar pemerintah melakukan pengawasan ketat. Tujuannya, memastikan aparat tetap berada pada jalur perlindungan hak-hak warga.

Di sisi lain, sejumlah kalangan tetap menilai kehadiran polisi di garis depan dibutuhkan untuk mencegah potensi kerusuhan yang lebih besar. Argumen ini menunjukkan bahwa perdebatan belum menemukan titik temu.

Isu peran Polri dalam demo Agustus 2025 kini menjadi refleksi penting bagi penegakan hukum di Indonesia. Bagaimana kepolisian menyeimbangkan tugas menjaga ketertiban dengan penghormatan terhadap hak demokrasi, terus menjadi bahan diskusi.

Masyarakat berharap kritik ini dapat dijadikan bahan evaluasi. Dengan demikian, ke depan penanganan aksi massa bisa dilakukan lebih proporsional tanpa menimbulkan gesekan baru.

Dalam konteks yang lebih luas, perdebatan ini memperlihatkan dinamika demokrasi di Indonesia. Kritik terhadap lembaga negara, termasuk Polri, menjadi bagian dari mekanisme kontrol sosial yang sah.

Kesimpulannya, sorotan terhadap Polri dalam demo Agustus 2025 bukan sekadar isu sesaat. Isu ini akan terus bergema hingga ada perbaikan nyata dalam tata kelola keamanan dan demokrasi di Indonesia.

Kritik terhadap Polri dalam demo Agustus 2025 menunjukkan pentingnya transparansi dalam penanganan aksi masyarakat.

Perdebatan publik yang muncul memperlihatkan adanya keresahan terkait pendekatan aparat keamanan.

Evaluasi menyeluruh diperlukan agar Polri dapat menjaga keseimbangan antara keamanan dan kebebasan berpendapat.

Masyarakat berharap kritik ini dijadikan momentum perbaikan, bukan sekadar perdebatan.

Ke depan, peran Polri akan sangat menentukan arah penguatan demokrasi Indonesia. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: demo Agustusdemokrasievaluasikritik publikPengamat PolitikPolri
Post Sebelumnya

Harga Emas Tembus Rp2,29 Juta per Gram

Post Selanjutnya

Cara Cerdas Pilih Aplikasi Penghasil Uang

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi

Tunjangan Naik Berlipat-lipat, Kok Hakim Masih Tergoda ‘Uang Haram’

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Presiden Prabowo Subianto kecewa berat atas perilaku lancung para hakim. Tertangkanya hakim ketua dan wakil Pengadilan Negeri...

OTT ‘Wakil Tuhan’ terkait Kasus Sengketa Lahan antara Masyarakat vs Perusahaan Milik Kemenkeu PT Karabha Digdaya

OTT ‘Wakil Tuhan’ terkait Kasus Sengketa Lahan antara Masyarakat vs Perusahaan Milik Kemenkeu PT Karabha Digdaya

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Kasus sengketa lahan antara masyarakat dengan anak usaha milik Kementerian Keuangan menyebabkan Ketua PN Depok dan Wakilnya...

KPK Resmi Tetapkan 5 Tersangka OTT Depok, dari Ketua PN Depok hingga Dirut PT KD

KPK Resmi Tetapkan 5 Tersangka OTT Depok, dari Ketua PN Depok hingga Dirut PT KD

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan lima orang tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait kasus pengurusan...

Grup Garda Kencana Terungkap di Sidang Korupsi Pertamina, Jaksa Ungkap Dugaan Pengondisian Tender Pengadaan

Grup Garda Kencana Terungkap di Sidang Korupsi Pertamina, Jaksa Ungkap Dugaan Pengondisian Tender Pengadaan

oleh Iwan Purnama
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co — Persidangan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina kembali...

Post Selanjutnya
Cara Cerdas Pilih Aplikasi Penghasil Uang

Cara Cerdas Pilih Aplikasi Penghasil Uang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.