Jakarta,EKOIN.CO- Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melakukan penertiban besar-besaran terhadap tambang ilegal di Indonesia. Dalam arahannya, ia menyebut langkah ini tidak hanya terbatas pada sektor timah, tetapi juga akan menyasar tambang nikel, batu bara, hingga bauksit yang dinilai kerap merugikan negara. Penertiban tambang ilegal, kata Prabowo, diyakini akan meningkatkan penerimaan negara dan membawa kemakmuran bagi masyarakat.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v
Penertiban Tambang Ilegal
Dalam pernyataannya, Presiden menegaskan bahwa instruksi tegas sudah diberikan agar seluruh tambang ilegal segera ditutup atau diambil alih negara. “Di bidang lain juga sama, nikel, batu bara, bauksit, hampir semua terdapat tambang-tambang ilegal yang sangat besar dan banyak. Ini saya perintahkan untuk segera ditertibkan, dibersihkan tambang ilegal, atau diambil alih negara,” ujarnya.
Prabowo menilai, praktik tambang ilegal telah menimbulkan kerugian besar sekaligus menguras potensi sumber daya alam yang seharusnya dikelola untuk kesejahteraan rakyat. Ia menambahkan bahwa pemerintah tidak akan segan melakukan langkah hukum maupun pengambilalihan aset jika ditemukan pelanggaran serius.
Selain kerugian negara, tambang ilegal juga berdampak pada kerusakan lingkungan. Presiden menekankan bahwa masa depan bangsa bergantung pada pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan dan transparan.
Peningkatan Penerimaan Negara
Prabowo optimistis, dengan menutup kebocoran dari tambang ilegal, penerimaan negara akan meningkat signifikan. “Ini menjanjikan bahwa bila kita tegakkan ini Insya-Allah penerimaan negara jauh lebih besar, kebocoran kita tutup sehingga negara akan makmur,” ujar Presiden.
Menurutnya, langkah penertiban tambang ilegal bukan hanya upaya penegakan hukum, tetapi juga strategi ekonomi untuk memperkuat kemandirian nasional. Dana hasil penertiban nantinya akan dialokasikan untuk program pembangunan dan kesejahteraan rakyat.
Prabowo mencontohkan, meskipun pasir kerap dipandang remeh, faktanya material tersebut memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi bila dikelola dengan benar. “Lihat pasir, padahal pasir ini nilainya luar biasa,” katanya.
Langkah tegas pemerintah ini juga diharapkan menjadi sinyal kuat kepada semua pihak, bahwa pengelolaan sumber daya alam harus mengikuti aturan hukum, menjaga lingkungan, dan mengutamakan kepentingan bangsa.
Kebijakan ini mendapat sorotan publik, sebab sektor pertambangan selama ini dikenal sebagai salah satu penyumbang devisa terbesar namun juga rawan praktik ilegal. Penertiban diharapkan menjadi momentum pembenahan besar dalam tata kelola tambang nasional.
Prabowo menekankan bahwa tidak ada toleransi bagi para pelaku yang mencoba mengeruk keuntungan pribadi dari tambang ilegal. Ia meminta aparat dan kementerian terkait untuk bersinergi menindak tegas praktik yang merugikan negara.
Pemerintah menargetkan hasil dari penertiban tambang ilegal dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, baik melalui infrastruktur, lapangan kerja, maupun stabilitas ekonomi. Presiden juga menegaskan bahwa program ini akan berjalan berkesinambungan, bukan sekadar langkah sementara.
Pada akhirnya, keberhasilan penertiban tambang ilegal akan menjadi salah satu tonggak penting menuju Indonesia yang lebih makmur, berdaulat, dan adil bagi seluruh rakyatnya. ( * )
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





