EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda RAGAM EDUKASI
Bandung Kota Kreatif: Yovie Widianto Ajak Mahasiswa Berkontribusi

Staf Khusus Presiden Yovie Widianto menyampaikan materi tentang Industri Kreatif dan Kebijakan Digital. Sumber dok itb.ac.id

Bandung Kota Kreatif: Yovie Widianto Ajak Mahasiswa Berkontribusi

Staf Khusus Presiden Yovie Widianto menyampaikan materi tentang Industri Kreatif dan Kebijakan Digital di Studium Generale ITB pada 24 September 2025. Beliau menekankan kualitas karya, peran AI, dan mengajak mahasiswa berani bermimpi untuk Indonesia.

Agus DJ oleh Agus DJ
30 September 2025
Kategori EDUKASI, EKOBIS, RAGAM, TEKNOLOGI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Bandung, EKOIN.CO – Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto, hadir sebagai pembicara utama dalam acara Studium Generale yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB). Acara ini berlangsung di Aula Barat, ITB Kampus Ganesha, pada hari Rabu, 24 September 2025. Dalam kesempatan tersebut, beliau secara khusus membawakan topik yang sangat relevan dengan perkembangan zaman, yakni “Industri Kreatif dan Kebijakan Digital.” Kehadiran sosok musisi legendaris sekaligus praktisi ekonomi kreatif ini disambut antusias oleh sivitas akademika ITB.

Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., dalam sambutan pembukanya, menyampaikan bahwa momen ini merupakan kesempatan berharga bagi seluruh akademisi dan mahasiswa. Beliau menjelaskan bahwa Industri Kreatif dan Kebijakan Digital sekarang ini telah menjadi penyumbang signifikan bagi perekonomian nasional. Selain itu, Rektor ITB menambahkan, di balik pertumbuhan sektor ini terdapat berbagai aspek teknologi yang menjadi pendukung utama.

Rektor berharap kehadiran Yovie Widianto dapat menginspirasi lahirnya para pelaku ekonomi kreatif baru yang berasal dari ITB. Mengawali paparannya, Yovie Widianto membahas peran penting Bandung sebagai kota yang sangat kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan seni serta kreativitas. Kota ini, dengan segala dinamikanya, telah lama menjadi kawah candradimuka bagi para seniman.

Beliau kemudian berbagi pengalaman pribadinya, menceritakan perjalanan kariernya yang dimulai dengan memperkenalkan musik jazz di Indonesia. Pengalaman ini mengantarkannya meraih The Best Composition Award di Taipei pada usia yang masih sangat muda, 21 tahun. Namun, ia juga mengakui, karyanya pada saat itu kurang dikenal dan kurang diterima di tanah air. Meskipun demikian, komitmennya untuk terus berkarya tidak pernah luntur.

“Awalnya karya saya dianggap terlalu rumit, namun dengan eksplorasi dan adaptasi, saya menemukan format melodi yang bisa diterima, tetap teknis, namun bernuansa Indonesia,” ujar Yovie Widianto. Pernyataan ini menunjukkan bahwa perjalanan seorang seniman memerlukan penyesuaian tanpa harus mengorbankan kualitas.

Berita Menarik Pilihan

Drama Transfer Persis Solo: Lepas Striker Tanpa Debut, Jefferson Carioca Jadi Tumpuan Baru Laskar Sambernyawa

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

Beliau juga menyoroti betapa pentingnya menjaga keseimbangan antara idealisme seni dengan penerimaan masyarakat. Menurutnya, karya seni harus memiliki nilai, tetapi juga harus bisa diapresiasi oleh khalayak luas. Ia mengingatkan para mahasiswa bahwa kualitas karya adalah faktor utama yang harus dipegang teguh.

Seorang kreator tidak seharusnya sekadar mengejar tren sesaat atau viralitas yang tidak substansial. Sebagai seorang praktisi yang sudah berkarya lebih dari empat dekade, Yovie Widianto mengungkapkan pandangannya terhadap era digital yang kini tengah dihadapi semua orang.

Era digital ini membawa tantangan yang kompleks, namun di sisi lain, juga membuka peluang yang sangat luas bagi para kreator. Ia melihat teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), sebagai alat yang sangat membantu dalam proses kreatif. Akan tetapi, beliau dengan tegas menyatakan bahwa teknologi, secerdas apa pun, tidak akan mampu menggantikan peran hati manusia dalam menciptakan sebuah karya. Emosi dan jiwa tetap menjadi elemen tak tergantikan.

Industri Kreatif dan Kebijakan Digital harus berjalan beriringan untuk memastikan perlindungan dan pertumbuhan yang sehat. Beliau melihat kebijakan digital pemerintah sebagai fondasi penting yang menunjang ekosistem ini. Tanpa regulasi yang jelas, potensi kreatif bisa saja terhambat oleh isu hak cipta dan tata kelola digital.

Keterlibatan aktif pemerintah dalam membentuk kebijakan digital akan menentukan arah perkembangan industri kreatif di masa depan. Pengembangan platform digital nasional juga harus menjadi prioritas untuk memperluas jangkauan karya anak bangsa.

Staf Khusus Presiden Yovie Widianto menyampaikan materi tentang Industri Kreatif dan Kebijakan Digital. Sumber dok itb.ac.id

Kualitas Karya dan Peran AI dalam Kreativitas

Yovie Widianto menekankan bahwa adaptasi terhadap perkembangan digital bukan berarti menyerahkan kendali penuh pada teknologi. Ia mengajak para calon kreator dari ITB untuk memanfaatkan AI sebagai alat bantu, bukan sebagai sumber inspirasi utama. Dengan demikian, orisinilitas dan nilai kemanusiaan dari sebuah karya tetap terjaga.

Pentingnya menjaga integritas seni ini menjadi pesan kuat bagi mahasiswa yang berada di persimpangan antara teknologi dan idealisme. Ia melihat lulusan ITB memiliki modal ganda, yaitu kemampuan teknis dan daya kreativitas yang tinggi. Kedua modal ini sangat dibutuhkan dalam mengarungi kompleksitas Industri Kreatif dan Kebijakan Digital.

Beliau kemudian secara khusus berpesan kepada seluruh mahasiswa ITB untuk terus berani bermimpi besar, tanpa takut akan kegagalan. Ia mendorong mereka untuk terus berkarya dengan sepenuh hati dan pada akhirnya, berkontribusi bagi bangsa dan negara.

“Lakukan hidup dengan mimpi dan passion Anda masing-masing. Jangan mudah menyerah, jangan terganggu oleh hal-hal kecil yang menghambat fokus. Terus maju untuk Indonesia,” tutur Yovie Widianto. Pesan ini bukan hanya sekadar motivasi, melainkan ajakan untuk berdedikasi penuh pada bidang yang dipilih.

Kontribusi Bandung untuk Ekonomi Kreatif Nasional

Bandung sebagai kota tempat ITB berdiri, memiliki sejarah panjang dalam melahirkan talenta-talenta kreatif. Yovie Widianto menegaskan bahwa lingkungan yang suportif seperti di Bandung harus terus dipelihara dan diperkuat. Hal ini akan memastikan bahwa Industri Kreatif dan Kebijakan Digital nasional memiliki sumber daya manusia yang mumpuni.

Staf Khusus Presiden ini percaya bahwa potensi ekonomi kreatif Indonesia sangat besar, dan Jawa Barat, khususnya Bandung, adalah salah satu episentrumnya. Kolaborasi antara institusi pendidikan seperti ITB dan praktisi industri menjadi kunci untuk menjembatani ide-ide inovatif ke ranah komersial yang nyata.

Dukungan finansial dan kemudahan regulasi menjadi dua aspek penting yang harus diupayakan agar pertumbuhan industri kreatif tetap stabil dan berkelanjutan. Dengan adanya visi yang jelas mengenai Industri Kreatif dan Kebijakan Digital, Indonesia dapat menjadikan sektor ini sebagai tulang punggung ekonomi masa depan. Semangat yang disampaikan Yovie Widianto diharapkan mampu membakar passion mahasiswa ITB untuk menjadi agent of change di sektor kreatif.

Sebagai penutup, perlu ditekankan bahwa Industri Kreatif dan Kebijakan Digital adalah sektor yang menjanjikan, namun menuntut adaptasi berkelanjutan dari para pelakunya. Keseimbangan antara mengejar idealisme seni dan kemampuan beradaptasi dengan penerimaan pasar, seperti yang diungkapkan Yovie Widianto, menjadi kunci sukses. Pemerintah perlu terus menyempurnakan kebijakan digital yang mendukung pertumbuhan, termasuk perlindungan hak kekayaan intelektual di tengah derasnya arus teknologi. Peran institusi pendidikan, seperti ITB, sangat krusial dalam mencetak generasi yang tidak hanya mahir teknologi, tetapi juga memiliki kedalaman passion dan kreativitas. Dengan demikian, kualitas karya Indonesia dapat bersaing di kancah global.

Kesimpulannya, paparan Yovie Widianto di ITB adalah seruan nyata untuk mengoptimalkan potensi Industri Kreatif dan Kebijakan Digital sebagai motor ekonomi bangsa. Beliau memberikan panduan penting, yakni kualitas karya tidak boleh dikorbankan demi tren sesaat atau viralitas yang instan. Pemanfaatan teknologi seperti AI harus diletakkan dalam konteks alat bantu, bukan pengganti hati dan orisinalitas manusia dalam berkarya. Mahasiswa ITB diimbau untuk berani bermimpi dan fokus pada kontribusi nyata bagi Indonesia melalui jalur kreatif mereka. Keberhasilan sektor ini sangat bergantung pada sinergi antara talenta, teknologi, dan regulasi yang mendukung.(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: Bandungekonomi kreatifIndustri Kreatif dan Kebijakan DigitalITBteknologiYovie Widianto
Post Sebelumnya

bank bjb Dukung Akselerasi Investasi Jawa Barat Rp24,6 Triliun

Post Selanjutnya

Peneliti Indonesia Dominasi Daftar Ilmuwan Berpengaruh Dunia 2025

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Drama Transfer Persis Solo: Lepas Striker Tanpa Debut, Jefferson Carioca Jadi Tumpuan Baru Laskar Sambernyawa

Drama Transfer Persis Solo: Lepas Striker Tanpa Debut, Jefferson Carioca Jadi Tumpuan Baru Laskar Sambernyawa

oleh Danang F Pradhipta
7 Februari 2026
0

​Solo, Ekoin.co – Persis Solo tengah menjadi sorotan utama dalam bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026. Di tengah...

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham BLUE dan ENZO di Seluruh Pasar

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

oleh Akmal Solihannoer
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak positif dengan fokus investor tertuju pada saham sektor...

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Ivar Jenner Pulang Kampung, Siap Jadi Motor Baru Dewa United

Ivar Jenner Pulang Kampung, Siap Jadi Motor Baru Dewa United

oleh Danang F Pradhipta
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co – Gelandang tim nasional Indonesia, Ivar Jenner, resmi memulai petualangan barunya di sepak bola Tanah Air setelah bergabung...

Post Selanjutnya
Peneliti Indonesia Dominasi Daftar Ilmuwan Berpengaruh Dunia 2025

Peneliti Indonesia Dominasi Daftar Ilmuwan Berpengaruh Dunia 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.