EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda RAGAM EDUKASI
Peneliti Indonesia Dominasi Daftar Ilmuwan Berpengaruh Dunia 2025

Sumber dok ugm.ac.id

Peneliti Indonesia Dominasi Daftar Ilmuwan Berpengaruh Dunia 2025

Tiga kampus unggulan, ITB, UGM, dan ITS, mengukuhkan dominasi di kancah riset global dengan menempatkan total 42 dosen dalam daftar Ilmuwan Berpengaruh Dunia 2025. Penghargaan ini menegaskan dampak besar publikasi ilmiah Indonesia.

Agus DJ oleh Agus DJ
30 September 2025
Kategori EDUKASI, EKOBIS, EKONOMI, INTERNASIONAL, PERISTIWA, RAGAM, TEKNOLOGI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Kabar membanggakan datang dari dunia riset dan akademik Indonesia. Sebanyak total 42 dosen dari tiga perguruan tinggi terkemuka di tanah air, yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), berhasil menorehkan prestasi gemilang di tingkat internasional. Mereka secara resmi tercantum dalam daftar World’s Top 2% Scientists 2025. Daftar prestisius ini disusun dan dirilis oleh Stanford University di Amerika Serikat, bekerja sama dengan penerbit akademik global, Elsevier.

Pencapaian ini tentu saja mengukuhkan posisi Indonesia dalam peta riset dan teknologi global. Daftar World’s Top 2% Scientists atau Ilmuwan Berpengaruh Dunia ini dianggap sebagai salah satu referensi internasional yang paling otoritatif. Daftar ini digunakan untuk menilai kontribusi para ilmuwan terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di seluruh dunia, berdasarkan dampak sitasi karya ilmiah mereka.

Baca juga : Bandung Kota Kreatif: Yovie Widianto Ajak Mahasiswa Berkontribusi

Secara rinci, ITB memimpin dengan menyumbangkan 16 anggota fakultas dalam daftar tersebut. Jumlah ini menjadikan ITB sebagai universitas di Indonesia dengan representasi ilmuwan terbanyak yang masuk dalam pemeringkatan global ini. Ini merupakan peningkatan yang signifikan, mengingat pada daftar tahun sebelumnya, 2024, ITB menyertakan 14 anggota fakultas.

Selanjutnya, UGM juga menunjukkan performa cemerlang dengan menempatkan 14 dosen sebagai Ilmuwan Berpengaruh Dunia. Kontribusi ini menegaskan konsistensi UGM dalam menghasilkan riset berkualitas tinggi yang memiliki dampak luas. Tidak ketinggalan, ITS turut serta menambah daftar panjang prestasi bangsa dengan sejumlah dosennya yang juga diakui dalam pemeringkatan yang sama.

Berita Menarik Pilihan

Identitas Masih Jadi Tanda Tanya, Mengapa Kabar Penangkapan Wanita Berhijab Ini Begitu Cepat Dipercaya?

Rayakan Usia Emas, PDIP Gelar Soekarno Run 2026: Ada Beasiswa Pelajar dan Hadiah Spesial

Daftar World’s Top 2% Scientists 2025 ini disusun berdasarkan indikator yang sangat ketat. Beberapa tolok ukur utama yang digunakan mencakup jumlah sitasi, H-index, serta dampak keseluruhan dari publikasi yang dihasilkan oleh para ilmuwan tersebut di tingkat global. Metrik-metrik ini menjadikan pemeringkatan ini valid sebagai rujukan dalam menilai kualitas dan kontribusi ilmiah seseorang.

Peningkatan jumlah ilmuwan Indonesia dalam daftar ini merefleksikan konsistensi lembaga-lembaga pendidikan tinggi dalam menjaga kualitas riset, publikasi, dan kontribusi akademik mereka. Secara kolektif, 42 dosen dari tiga kampus tersebut mewakili berbagai disiplin ilmu, mulai dari teknologi, ilmu alam, teknik, hingga ilmu sosial. Hal ini menunjukkan spektrum riset yang luas di Indonesia.

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB, Prof. Ir. Lavi Rizki Zuhal, Ph.D., memberikan komentar mengenai pencapaian ini. “Peningkatan jumlah ini mencerminkan konsistensi ITB dalam menjaga kualitas riset, publikasi, dan kontribusi akademik di tingkat global,” ujar Prof. Lavi Rizki Zuhal. Pengakuan ini sekaligus memperkuat reputasi ITB sebagai salah satu institusi riset terdepan di Indonesia.

Prof. Lavi Rizki Zuhal menambahkan bahwa ITB berkomitmen untuk memajukan penelitian berkualitas tinggi, memperluas kolaborasi internasional, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta pembangunan nasional. Hal ini menunjukkan bahwa riset bukan hanya sebatas publikasi, melainkan harus menghasilkan manfaat konkret.

Beberapa nama dosen ITB yang masuk dalam daftar Ilmuwan Berpengaruh Dunia tersebut antara lain: Prof. Ir. I Gede Wenten, M.Sc., Ph.D. dari Fakultas Teknologi Industri (FTI ITB); Prof. Dr. Ferry Iskandar, M.Eng. dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA ITB); dan Prof. Tommy Firman, M.Sc., Ph.D. dari Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK ITB). Nama-nama tersebut adalah representasi dari kepakaran berbagai bidang.

(dari kiri) Prof Ir I Nyoman Pujawan MEng PhD, Prof DrsEc Ir Riyanarto Sarno MSc PhD, Prof Adi Setyo Purnomo MSc PhD, Prof Tohari Ahmad SKom MIT PhD, Prof Dra Ratna Ediati PhD yang masuk dalam daftar World Top 2% Scientist 2025. Sumber dok its.ac.id

Dampak Publikasi Global dan Peningkatan Kualitas Riset

Kenaikan jumlah ilmuwan Indonesia yang diakui secara global merupakan indikator positif bagi iklim riset dan pengembangan ilmu pengetahuan di dalam negeri. Hal ini menandakan bahwa karya-karya ilmiah yang dihasilkan oleh akademisi Indonesia semakin relevan dan berpengaruh di kancah internasional. Dampak sitasi yang tinggi menunjukkan bahwa riset mereka banyak dirujuk oleh peneliti lain dari berbagai belahan dunia.

Keterlibatan UGM dengan 14 dosennya dan ITS yang juga berpartisipasi dalam daftar ini membuktikan bahwa kualitas riset unggulan tidak hanya terpusat pada satu institusi saja. Ini mencerminkan upaya kolektif perguruan tinggi Indonesia dalam meningkatkan standar akademik dan publikasi mereka. Fokus pada kualitas riset telah menjadi agenda utama.

Daftar yang dirilis oleh Stanford University dan Elsevier ini menggunakan data yang diperbarui secara berkala, dan versi 2025 ini mencakup dampak sitasi selama periode karir dan juga dampak dalam satu tahun terakhir. Metode penilaian yang komprehensif ini menjamin bahwa ilmuwan yang terpilih benar-benar memiliki kontribusi substansial. Mereka diklasifikasikan ke dalam 22 bidang ilmiah dan 174 subbidang, memastikan representasi yang adil dan mendalam.

Para peneliti yang masuk dalam daftar ini diakui atas karya-karya mereka yang berdampak besar dan jangka panjang. Kontribusi tersebut tidak hanya memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan solusi bagi tantangan global dan nasional.

Sumber dok itb.ac.id

Komitmen Perguruan Tinggi untuk Inovasi Berkelanjutan

Prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika di ITB, UGM, dan ITS, serta perguruan tinggi lain di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa investasi dalam sumber daya manusia unggul dan fasilitas riset yang memadai akan membuahkan hasil yang diakui secara global. Pihak universitas berkomitmen untuk terus mendorong budaya riset yang inovatif.

Ilmuwan Berpengaruh Dunia ini adalah pahlawan tanpa tanda jasa di bidang ilmu pengetahuan. Karya-karya mereka, mulai dari energi baru terbarukan, rekayasa material, hingga ilmu komputasi, memberikan sumbangsih nyata. Pengakuan internasional ini juga diharapkan dapat menarik lebih banyak kolaborasi riset dengan institusi-institusi asing terkemuka.

Pengembangan kolaborasi riset internasional dan peningkatan dana penelitian menjadi kunci untuk mempertahankan dan bahkan meningkatkan jumlah Ilmuwan Berpengaruh Dunia dari Indonesia di masa mendatang. Keberadaan nama-nama ini di World’s Top 2% Scientists 2025 menjadi modal penting untuk memperkuat daya saing bangsa.

Melalui konsistensi dalam penelitian dan inovasi, perguruan tinggi Indonesia membuktikan bahwa mereka mampu bersaing. Mereka tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga karya-karya ilmiah yang menjadi rujukan global. Langkah ini sangat vital dalam mewujudkan visi Indonesia Emas yang bertumpu pada ilmu pengetahuan.

Secara keseluruhan, masuknya total 42 dosen dari ITB, UGM, dan ITS dalam daftar Ilmuwan Berpengaruh Dunia adalah pencapaian kolektif yang patut disyukuri dan dijadikan momentum. Kualitas riset yang dihasilkan oleh para akademisi ini, terbukti dari tingginya angka sitasi dan impact factor, menempatkan Indonesia pada posisi terhormat di komunitas ilmiah internasional. Keberhasilan ini seharusnya mendorong alokasi dana dan dukungan kebijakan yang lebih besar untuk riset dan pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.

Untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi ini, perguruan tinggi harus fokus pada keberlanjutan. Ini berarti harus ada sistem insentif yang kuat bagi para peneliti muda, serta penyediaan infrastruktur riset berkelas dunia. Pemerintah dan institusi pendidikan perlu bekerja sama untuk memfasilitasi publikasi ilmiah di jurnal-jurnal bereputasi internasional, sehingga dampak riset dapat terus meluas. Pengakuan sebagai Ilmuwan Berpengaruh Dunia bukan hanya tentang daftar nama, melainkan tentang dampak positif dan solusi yang diberikan untuk kemanusiaan.(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: Ilmuwan Berpengaruh DuniaITBitspeneliti Indonesiariset globalStanford UniversityUGMWorld's Top 2% Scientists
Post Sebelumnya

Bandung Kota Kreatif: Yovie Widianto Ajak Mahasiswa Berkontribusi

Post Selanjutnya

Kejuaraan Bulutangkis Peserta Terbanyak Catat Rekor MURI

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Potongan narasi video "Cukur Kumis" yang viral di platform TikTok dalam beberapa hari terakhir. Hingga kini, kabar mengenai penangkapan pemeran dalam video tersebut belum memiliki dasar hukum resmi dan diimbau agar masyarakat tidak mudah percaya pada konten hasil rekayasa. (Foto: Ilustrasi)

Identitas Masih Jadi Tanda Tanya, Mengapa Kabar Penangkapan Wanita Berhijab Ini Begitu Cepat Dipercaya?

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Video cukur kumis sendiri masih beredar dalam berbagai versi potongan ulang. Otoritas mengingatkan masyarakat agar menunggu klarifikasi resmi sebelum menarik...

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat memberikan keterangan dalam konferensi pers Soekarno Runniversary 2026 di Parkir Timur GBK, Jumat (6/2/2026). Pemprov DKI menyambut baik ajang yang memadukan semangat olahraga dengan edukasi nilai-nilai kebangsaan tersebut. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Rayakan Usia Emas, PDIP Gelar Soekarno Run 2026: Ada Beasiswa Pelajar dan Hadiah Spesial

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menilai kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi positif dalam mendorong gaya hidup sehat sekaligus memperkuat...

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Ester Nurumi Tri Wardoyo saat berhasil memastikan poin penentu bagi kemenangan tim putri Indonesia atas Thailand di babak perempat final BATC 2026. Indonesia akan menghadapi tantangan berat melawan Korea Selatan di babak semifinal besok. (Foto: Humas PBSI/Ekoin.co)

Indonesia Tembus Semifinal BATC 2026, Ester Nurumi Tutup Drama Sengit Lawan Thailand

oleh Danang F Pradhipta
6 Februari 2026
0

Tanpa memberikan banyak celah, Ester menyudahi perlawanan lawan dua gim langsung dengan skor 21-13 dan 21-16. Hasil ini sekaligus memastikan...

Post Selanjutnya
Kejuaraan Bulutangkis Peserta Terbanyak Catat Rekor MURI

Kejuaraan Bulutangkis Peserta Terbanyak Catat Rekor MURI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.