EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Rupiah Melemah Karena Faktor Ekonomi, Fuad Bawazier Angkat Suara

Rupiah Melemah Karena Faktor Ekonomi, Fuad Bawazier Angkat Suara

Rupiah melemah hingga tembus Rp16.700 per dolar AS pada pekan lalu. Fuad Bawazier menegaskan pelemahan rupiah disebabkan faktor fundamental ekonomi, bukan revisi UU P2SK.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
30 September 2025
Kategori EKOBIS, KEUANGAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sempat menyentuh level di atas Rp16.700 per dolar pada pekan lalu. Mantan Menteri Keuangan periode Maret-Mei 1998, Fuad Bawazier, menegaskan bahwa pelemahan rupiah tersebut bukan dipicu oleh pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Menurut Fuad, penyebab utama pelemahan rupiah adalah kondisi fundamental ekonomi yang belum sepenuhnya kuat. Ia menyebutkan beberapa faktor eksternal juga ikut memengaruhi pergerakan rupiah terhadap dolar AS.

Faktor Fundamental Ekonomi dan Rupiah

Fuad menekankan, faktor ekonomi makro seperti neraca pembayaran, defisit transaksi berjalan, serta ketergantungan pada impor masih memberikan tekanan besar terhadap rupiah. Kondisi tersebut membuat nilai tukar mata uang domestik rentan terhadap gejolak global.

“Pelemahan rupiah sama sekali tidak ada hubungannya dengan revisi UU P2SK. Itu isu terpisah, tidak memengaruhi nilai tukar secara langsung,” kata Fuad Bawazier.

Berita Menarik Pilihan

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

Ia menambahkan, dinamika global termasuk kenaikan suku bunga The Fed dan arus keluar modal dari pasar negara berkembang menjadi penyumbang utama pelemahan rupiah dalam beberapa waktu terakhir.

Dinamika Global Perburuk Rupiah

Kondisi perekonomian dunia yang tidak stabil semakin memperburuk posisi rupiah. Fuad menjelaskan bahwa tekanan dolar AS di pasar global membuat mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, berada dalam posisi sulit.

“Rupiah memang tertekan, tapi itu fenomena yang juga terjadi di banyak negara lain,” ujar Fuad.

Lebih jauh, ia menilai bahwa pemerintah perlu memperkuat sektor riil dan menjaga stabilitas fiskal agar rupiah dapat kembali stabil dalam jangka menengah.

Fuad mengingatkan pengalaman krisis 1998 ketika rupiah terjun bebas akibat lemahnya fundamental ekonomi dan beban utang luar negeri yang tinggi. Menurutnya, pelajaran dari masa lalu itu harus dijadikan acuan agar situasi serupa tidak terulang.

Ia menekankan perlunya strategi jangka panjang dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional, termasuk mendorong ekspor dan mengurangi ketergantungan pada impor barang konsumsi.

Selain itu, Fuad juga menyoroti pentingnya koordinasi kebijakan moneter dan fiskal agar tidak menimbulkan kontradiksi dalam pengendalian nilai tukar rupiah.

Meski pelemahan rupiah saat ini cukup dalam, Fuad optimistis nilai tukar bisa kembali menguat jika pemerintah konsisten menjaga stabilitas makroekonomi dan memperkuat daya saing industri domestik.

( * )

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: dolarekonomiFuad BawazierfundamentalrupiahUU P2SK
Post Sebelumnya

Walikota Arifin Buka Jobfest Jakarta, 4000 Lowongan Kerja Terbuka

Post Selanjutnya

Menkeu Ancam Tarik Dana KPR Subsidi Realisasi Baru 52 Persen

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham BLUE dan ENZO di Seluruh Pasar

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

oleh Akmal Solihannoer
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak positif dengan fokus investor tertuju pada saham sektor...

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, Apa Penyebabnya

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Post Selanjutnya
Menkeu Ancam Tarik Dana KPR Subsidi Realisasi  Baru 52 Persen

Menkeu Ancam Tarik Dana KPR Subsidi Realisasi Baru 52 Persen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.