EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Strategi Sumitronomics Jadi Basis Pembangunan Ekonomi Indonesia

Sumber dok kemenkeu.go.id

Strategi Sumitronomics Jadi Basis Pembangunan Ekonomi Indonesia

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan Strategi Sumitronomics sebagai basis pembangunan ekonomi Indonesia, fokus pada pertumbuhan tinggi, pemerataan manfaat, dan stabilitas nasional.

Agus DJ oleh Agus DJ
4 Oktober 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI, Ekonomi dan Bisnis, KEUANGAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta EKOIN.CO – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan sebuah kerangka kerja baru bagi pembangunan ekonomi nasional. Strategi ini berbasis pada konsep Strategi Sumitronomics yang menitikberatkan pada tiga pilar utama. Pilar-pilar tersebut adalah pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pemerataan manfaat pembangunan yang adil, serta stabilitas nasional yang dijaga secara dinamis.

Konsep Strategi Sumitronomics ini menjadi Kata Kunci Fokus yang diusung Pemerintah dalam perencanaan fiskal ke depan. Hal ini diungkapkan Menkeu Purbaya saat menyampaikan Pendapat Akhir Pemerintah terhadap Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) 2026. Pidato penting tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Jakarta, pada Selasa (23/9).

Baca juga : Purbaya Yudhi Sadewa Paparkan Program Kerja Kemenkeu 2026

Menkeu Purbaya menekankan pentingnya sinergi antar sektor guna mencapai target ambisius tersebut. Menurutnya, sektor fiskal, sektor keuangan, dan perbaikan iklim investasi harus bergerak secara selaras.

“Fiskal, sektor keuangan, dan perbaikan iklim investasi harus sinergis menggerakkan perekonomian Indonesia agar dapat tumbuh melampaui 6% dalam waktu tidak terlalu lama,” ujar Menkeu dalam Rapat Paripurna DPR RI. Selanjutnya, dia optimistis bahwa dengan menjaga konsistensi dan keselarasan mesin-mesin pertumbuhan, Indonesia dapat memacu pertumbuhan ekonomi.

Berita Menarik Pilihan

Morgan Stanley Capital Ogah Ungkap Isi Pertemuan dengan Otoritas Bursa Indonesia, Ada Apa?

IHSG Melorot Di Bawah Level Delapan Ribu, Airlangga Sebut Investor Panik Aturan Free Float

Target jangka menengah yang ditetapkan bahkan mencapai 8%. Menkeu menjelaskan bahwa hal ini hanya dapat dicapai dengan konsistensi menjaga keselarasan mesin-mesin pertumbuhan yang ada.

Untuk mewujudkan pilar pertumbuhan tinggi, APBN 2026 diarahkan agar menjadi katalis yang efektif bagi sektor swasta. Dukungan ini diwujudkan melalui beberapa langkah konkret.

Langkah tersebut mencakup penguatan peran Danantara dalam memfasilitasi investasi bernilai tambah tinggi. Selain itu, Pemerintah merencanakan penempatan kas sebesar Rp200 triliun di Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) untuk secara khusus mendorong penyaluran kredit ke sektor riil.

Tak hanya itu, reformasi perizinan berusaha juga dipercepat. Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025 sebagai landasan hukum untuk mempermudah investasi dan birokrasi, menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif.

Sumber dok kemenkeu.go.id

Delapan Agenda Prioritas APBN 2026

APBN 2026 disusun dengan fokus yang tajam, memprioritaskan delapan agenda utama yang memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan dan fondasi ekonomi. Delapan agenda prioritas tersebut meliputi ketahanan pangan, ketahanan energi, dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain itu, fokus juga diarahkan pada penyediaan pendidikan bermutu, pelayanan kesehatan berkualitas, pembangunan desa, penguatan koperasi dan UMKM, pertahanan semesta, serta akselerasi investasi dan perdagangan global. Seluruh agenda ini dirancang untuk menciptakan manfaat pembangunan yang merata.

Untuk mendukung keberhasilan delapan agenda tersebut, alokasi anggaran besar telah ditetapkan. Ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah untuk mewujudkan target-target pembangunan.

Anggaran dialokasikan sebesar Rp164,7 triliun untuk penguatan ketahanan pangan. Sektor energi mendapatkan alokasi Rp402,4 triliun untuk menjaga stabilitas pasokan dan mendorong transisi.

Program strategis Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapatkan anggaran sebesar Rp335 triliun. Sementara itu, sektor pendidikan mendapat porsi terbesar dengan alokasi Rp769,1 triliun untuk meningkatkan kualitas SDM.

Selanjutnya, sektor kesehatan dialokasikan dana Rp244 triliun. Anggaran ini bertujuan untuk memastikan layanan kesehatan yang berkualitas. Anggaran perlindungan sosial juga dialokasikan besar, mencapai Rp508,2 triliun, guna menjaga daya beli dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Sumber dok kemenkeu.go.id

Rincian Target Fiskal dan Ekonomi

Secara keseluruhan, kerangka fiskal yang diusulkan dalam APBN 2026 menunjukkan keseimbangan yang hati-hati. Belanja negara pada APBN 2026 ditetapkan sebesar Rp3.842,7 triliun.

Angka ini akan ditopang oleh pendapatan negara yang diperkirakan mencapai sebesar Rp3.153,6 triliun. Angka ini merefleksikan upaya Pemerintah dalam meningkatkan penerimaan negara tanpa mengganggu iklim investasi.

Dengan proyeksi tersebut, defisit APBN 2026 ditetapkan di level 2,68% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka defisit ini masih terjaga di bawah batas aman yang disyaratkan oleh regulasi, menunjukkan prinsip kehati-hatian fiskal.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun 2026 sebesar 5,4%. Angka ini menunjukkan optimisme tetapi tetap realistis di tengah dinamika ekonomi global.

Selain itu, inflasi akan dikendalikan secara ketat. Targetnya inflasi akan dijaga di level rendah sekitar 2,5%. Pengendalian inflasi ini sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas harga.

Variabel makro ekonomi lainnya juga menjadi fokus. Suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) akan dijaga di sekitar 6,9%. Sementara itu, nilai tukar Rupiah diproyeksikan berada di sekitar Rp16.500 per Dollar AS.

Target-target makro ini disusun untuk menciptakan stabilitas nasional yang dinamis. Stabilitas menjadi pilar ketiga dari Strategi Sumitronomics, memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat dinikmati dalam jangka panjang tanpa gejolak.

“APBN tahun 2026 akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian, demi terwujudnya Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” tutup Menkeu Purbaya, mengakhiri penyampaian Pendapat Akhir Pemerintah.

Strategi Sumitronomics yang diluncurkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi peta jalan pembangunan ekonomi yang ambisius, berbasis pada tiga pilar fundamental: pertumbuhan tinggi, pemerataan, dan stabilitas. Alokasi APBN 2026 yang fokus pada delapan agenda prioritas, termasuk program MBG yang masif, menunjukkan komitmen politik untuk menerjemahkan strategi ini ke dalam aksi nyata yang menyentuh masyarakat. Keterlibatan fiskal sebagai katalis bagi sektor swasta, didukung reformasi investasi dan penguatan peran Danantara, adalah langkah tepat untuk memacu pertumbuhan di atas 6%.

Untuk memastikan Strategi Sumitronomics ini sukses, Pemerintah perlu memastikan bahwa realisasi anggaran yang besar, terutama pada MBG dan ketahanan pangan, dilakukan dengan efisien dan transparan. Diperlukan koordinasi yang sangat erat antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan OJK untuk menjaga sinergi sektor fiskal dan moneter. Peningkatan kualitas belanja negara harus menjadi fokus, bukan hanya kuantitas, agar dampak terhadap pemerataan terasa signifikan. Evaluasi berkala terhadap efektivitas PP Nomor 28 Tahun 2025 dalam menarik investasi harus dilakukan. Konsistensi dalam menjaga target makro ekonomi yang realistis menjadi kunci untuk memelihara kepercayaan investor dan masyarakat.(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: APBN 2026DanantaraMakan Bergizi Gratispertumbuhan ekonomiPurbaya Yudhi SadewaStrategi Sumitronomics
Post Sebelumnya

Resmikan Toko Mandiri Indogrosir Difabel, Dorong Kemandirian Ekonomi

Post Selanjutnya

Presiden Prabowo Pimpin Akad Massal KPR FLPP di Bogor

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Morgan Stanley Capital Ogah Ungkap Isi Pertemuan dengan Otoritas Bursa Indonesia, Ada Apa?

Morgan Stanley Capital Ogah Ungkap Isi Pertemuan dengan Otoritas Bursa Indonesia, Ada Apa?

oleh Ainurrahman
3 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Morgan Stanley Capital International atau MSCI enggan membeberkan isi pembicaraan dengan otoritas bursa Indonesia. Pertemuan MSCI dengan...

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

IHSG Melorot Di Bawah Level Delapan Ribu, Airlangga Sebut Investor Panik Aturan Free Float

oleh Ainurrahman
3 Februari 2026
0

"Nah, fear of missing out ini terjadi dari investor yang berpikir bahwa saham-saham yang sekarang mereka invest itu termasuk yang...

IHSG Merosot Tajam, Pengamat Soroti Kebijakan Ekonomi dan Likuiditas Pasar

IHSG Sesi Pagi Dibuka Loyo, Berpeluang Bangkit Usai Pertemuan Otoritas dengan MSCI

oleh Ainurrahman
3 Februari 2026
0

Sementara Analis IndoPremier berpendapat, optimisme pada saham-saham perbankan bigcap menguat seiring langkah OJK/BEImengadakan virtual meeting  dengan MSCI dan mengajukan beberapa opsi...

Mandiri Looping for Life Hadir di Perfume Pop Market. Sumber dok bankmandiri.co.id

Bank Mandiri Kenalkan Mandiri Looping for Life Lewat Parfum

oleh Agus DJ
3 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Mandiri secara resmi memperkenalkan inisiatif keberlanjutan bertajuk Mandiri Looping for Life dalam acara Perfume Pop Market...

Post Selanjutnya
Presiden Prabowo Pimpin Akad Massal KPR FLPP di Bogor

Presiden Prabowo Pimpin Akad Massal KPR FLPP di Bogor

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.