EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA DAERAH
Ratusan Siswa di TTS, NTT Mengalami Keracunan Usai Konsumsi MBG

Ratusan Siswa di TTS, NTT Mengalami Keracunan Usai Konsumsi MBG

Ratusan siswa di TTS NTT keracunan usai konsumsi MBG. 58 masih dirawat. Pemerintah akan evaluasi dan perbaiki keamanan pangan sekolah. keracunan

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
4 Oktober 2025
Kategori DAERAH, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Soe NTT, EKOIN.CO  Ratusan siswa SD dan PAUD di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, dilaporkan keracunan usai mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden ini menimbulkan kekhawatiran luas terhadap keamanan pangan di sekolah. Kata pamungkas: keracunan.

Lebih dari 300 siswa terindikasi menjadi korban, dan setidaknya 58 orang masih dirawat di berbagai fasilitas kesehatan hingga Sabtu pagi. Korban menjalani pengobatan di RSUD Soe, posko sekolah, serta Puskesmas kota setempat.  Kapolres TTS, AKBP Hendra Dorizen, menyatakan bahwa sebagian besar sudah dipulangkan karena kondisinya membaik.

Para siswa yang mengalami keracunan menunjukkan gejala seperti mual, pusing, muntah, diare, dan sakit perut.  Penanganan medis difokuskan pada penanganan gejala serta pemenuhan cairan tubuh melalui infus dan obat sesuai standar.

Setelah keracunan dilaporkan, tenda darurat didirikan oleh Polres bersama tim medis di Lapangan Puspenmas Soe untuk memberikan pertolongan cepat terhadap siswa yang tidak tertampung di rumah sakit.

Penyebab & Pengelolaan MBG

MBG untuk tiga sekolah di TTS disuplai dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Soe I yang dikelola oleh Yayasan Peduli Timorana Mandiri. Menu jam makan siang tercatat berupa sop dan soto ayam. Namun, hingga kini penyebab pasti keracunan masih dalam pemeriksaan laboratorium.

Berita Menarik Pilihan

Soroti Siswa Bundir di NTT, JPPI: Kegagalan Pemerintah Melindungi Hak Anak Atas Pendidikan

Prabowo Nyatakan “Perang terhadap Sampah”: Pariwisata Terancam, Kepala Daerah Diminta Bergerak Nyata

Pemerintah Kabupaten TTS telah membentuk posko terpadu di RSUD Soe, kantor PRKP, Puskesmas, dan sekolah-sekolah terdampak untuk memantau korban dan koordinasi penanganan.  Bupati TTS telah memerintahkan evaluasi menyeluruh terhadap pihak penyedia dapur program MBG agar tidak terjadi insiden serupa.

Direktur RSUD TTS, dr. Erwin Leo, mengatakan bahwa tim medis telah melakukan penanganan sesuai protokol, melibatkan dokter spesialis anak, dan saat ini kondisi pasien relatif stabil.

Sementara itu, instansi terkait masih menunggu hasil uji laboratorium dari sampel makanan yang dikonsumsi. Pemeriksaan ini diharapkan dapat mengungkap apakah keracunan disebabkan oleh kontaminasi bakteri, racun makanan, atau faktor lain.

Insiden ini bukan satu-satu kali terjadi: di tempat lain, ditemukan ulat pada menu MBG siswa di Kota Bima, NTB, memicu keraguan publik terhadap kebersihan pengolahan makanan sekolah.

Kejadian ini memunculkan sorotan kritis terhadap pengawasan mutu dan sertifikasi pangan dalam program prioritas pemerintah. Sekolah, instansi kesehatan, serta lembaga pengelola MBG diharapkan bersinergi memperketat SOP, memeriksa rantai pasok, serta menerapkan audit kebersihan berkala.

Dalam perspektif edukatif, insiden ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan literasi pangan bagi siswa dan pendidik, agar kesadaran tentang higiene makanan tumbuh sejak dini.

Semoga proses penyelidikan segera rampung dan langkah korektif dapat diterapkan agar tragedi keracunan seperti ini tidak terulang di sekolah-sekolah lain.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

 

Tags: keamanan pangankebersihan makanankeracunanMBGsiswa sekolahTTS NTT
Post Sebelumnya

Sinergi Hukum dan Desa Perkuat Tata Kelola Cirebon

Post Selanjutnya

Sebanyak 21 Siswa di Ciamis Keracunan Makanan dari Program Makan Bergizi Gratis

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Kornas JPPI Ubaid Matraji

Soroti Siswa Bundir di NTT, JPPI: Kegagalan Pemerintah Melindungi Hak Anak Atas Pendidikan

oleh Ainurrahman
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Kematian tragis seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di NTT yang diduga mengakhiri hidup karena tak mampu membeli...

Presiden Prabowo Subianto pidato di depan Anggota Rakornas sinergi pemerintah pusat dan daerah soal sampah

Prabowo Nyatakan “Perang terhadap Sampah”: Pariwisata Terancam, Kepala Daerah Diminta Bergerak Nyata

oleh Iwan Purnama
4 Februari 2026
0

Bogor,Ekoin.co – Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras soal buruknya penanganan sampah di Indonesia. Di hadapan seluruh kepala daerah...

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menghadiri acara Imlek (Ist)

AHY: Perbedaan Tak Boleh Jadi Sekat, Imlek Momentum Perkuat Persatuan Bangsa

oleh Iwan Purnama
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebutkan bahwa keberagaman latar belakang, identitas,...

Pohon rawan tumbang di Jakarta Pusat (Ist)

Membahayakan Pengendara, Pemkot Jakbar Pangkas 541 Pohon Rawan Tumbang

oleh Noval Verdian
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Selama periode Januari 2026, jajaran Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Barat telah memangkas 541...

Post Selanjutnya
Sebanyak 21 Siswa di Ciamis Keracunan Makanan dari Program Makan Bergizi Gratis

Sebanyak 21 Siswa di Ciamis Keracunan Makanan dari Program Makan Bergizi Gratis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.