EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA DAERAH
Ratusan Warga Mamberamo Tengah Demo Menolak TPNPB-OPM dan Menyerukan Perdamaian

Ratusan Warga Mamberamo Tengah Demo Menolak TPNPB-OPM dan Menyerukan Perdamaian

Warga Papua sepakat menolak kekerasan bersenjata dan menyerukan perdamaian demi masa depan yang sejahtera. Gerakan damai di Mamberamo Tengah menjadi simbol kebangkitan rakyat Papua untuk menolak ketakutan.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
7 Oktober 2025
Kategori DAERAH, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Mamberamo Tengah, EKOIN.CO –
Ratusan warga di Mamberamo Tengah menggelar aksi damai menolak keberadaan TPNPB-OPM, kelompok yang selama ini kerap disebut sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. Aksi yang berlangsung pada Minggu (5/10/2025) di pusat kota Kobakma ini menjadi simbol penolakan masyarakat terhadap kekerasan yang terus membayangi kehidupan sipil di Tanah Papua.

Mereka menegaskan bahwa TPNPB-OPM kini bukan lagi simbol perjuangan, melainkan sumber ketakutan yang nyata bagi masyarakat. Dari pelajar hingga tokoh adat, semua bersatu menyerukan satu pesan: Papua membutuhkan perdamaian, bukan peluru.

Aksi Damai Tolak Kekerasan TPNPB-OPM

Ratusan warga yang berkumpul di lapangan utama Kobakma membawa poster dan spanduk berisi pesan damai. Mereka menolak cara kekerasan dan menginginkan masa depan Papua yang sejahtera melalui pembangunan dan pendidikan.

“Kami tidak ingin hidup dalam bayang-bayang ketakutan. OPM bukan solusi bagi Papua. Mereka hanya menambah penderitaan rakyat. Karena itu kami menolak keberadaan mereka di tanah Mamberamo Tengah,” tegas Yohanes Kobogay, tokoh pemuda setempat yang memimpin aksi damai tersebut.

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Pernyataan Yohanes mencerminkan kegelisahan masyarakat yang selama ini hidup di bawah tekanan aksi kekerasan bersenjata. Mereka ingin hidup tenteram tanpa rasa cemas akan intimidasi atau serangan kelompok bersenjata yang mengatasnamakan perjuangan kemerdekaan.

Menurut Elias, tokoh warga Kobakma, tindakan TPNPB-OPM telah jauh melenceng dari semangat perjuangan rakyat Papua. Ia menyebut kelompok tersebut kini kerap melakukan pemerasan, pengancaman, dan kekerasan terhadap masyarakat sipil, baik dari kalangan orang asli Papua (OAP) maupun pendatang.

“Sudah cukup penderitaan ini. Mereka bukan lagi pejuang rakyat, tapi pembawa ketakutan,” ujar Elias.

Generasi Muda Papua Suarakan Perdamaian

Gelombang penolakan terhadap TPNPB-OPM tidak hanya muncul di Mamberamo Tengah. Di Pegunungan Bintang, para mahasiswa dan pemuda turut menyuarakan sikap serupa. Mereka menegaskan bahwa perjuangan sejati Papua terletak pada pendidikan, bukan pertempuran bersenjata.

Dalam pertemuan terbuka yang digelar di Oksibil, mahasiswa dari berbagai distrik sepakat menolak keberadaan kelompok separatis bersenjata yang telah mengganggu stabilitas sosial. “Kami ingin Papua yang damai, maju, dan bermartabat. Senjata hanya membawa luka,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa.

Aksi dan pernyataan penolakan itu menjadi bentuk nyata perubahan paradigma masyarakat Papua yang mulai menolak cara-cara kekerasan. Mereka memilih jalur pembangunan dan dialog sebagai solusi menyelesaikan masalah.

Pemerintah daerah Mamberamo Tengah turut mengapresiasi gerakan damai tersebut. Menurut pejabat setempat, langkah masyarakat menunjukkan bahwa warga Papua semakin dewasa dan sadar pentingnya stabilitas demi masa depan yang lebih baik.

“Kami mendukung aspirasi masyarakat untuk hidup damai. Pemerintah akan terus hadir memastikan keamanan dan mendorong pembangunan di wilayah ini,” ujar salah satu pejabat kabupaten.

Kini, pesan perdamaian dari Mamberamo Tengah dan Pegunungan Bintang menjadi gema baru di Tanah Papua. Gerakan ini memperlihatkan bahwa masyarakat mulai berani menolak kekerasan dan menuntut kehadiran negara dalam menjamin hak mereka untuk hidup aman dan sejahtera.

Penolakan terhadap TPNPB-OPM juga memperlihatkan pergeseran pandangan generasi muda Papua yang menilai bahwa perjuangan tidak harus dilakukan dengan kekerasan. Harapan mereka sederhana: membangun masa depan tanpa senjata, tanpa ancaman, dan tanpa rasa takut.

“Papua butuh kedamaian, bukan senjata,” tutup Yohanes Kobogay di akhir orasinya, yang langsung disambut tepuk tangan ratusan peserta aksi. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: KKB PapuaMamberamo TengahPapuaPegunungan BintangperdamaianTPNPB-OPM
Post Sebelumnya

Kejagung Serahkan Aset Rampasan 6 Smelter ke Negara Terkait Korupsi Timah Rp 300 Triliun

Post Selanjutnya

Relawan Flotilla Tommaso Bortolazzi Asal Itali Masuk Islam Setelah Larangan Shalat di Penjara Israel

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Relawan Flotilla Tommaso Bortolazzi Asal Itali Masuk Islam Setelah Larangan Shalat di Penjara Israel

Relawan Flotilla Tommaso Bortolazzi Asal Itali Masuk Islam Setelah Larangan Shalat di Penjara Israel

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.