EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda POLKUM POLITIK
Pengamat Sebut Pemilu Langsung Biayanya Tinggi, Perlu Dievaluasi

Oplus_131072

Pengamat Sebut Pemilu Langsung Biayanya Tinggi, Perlu Dievaluasi

Pengamat komunikasi politik dan militer dari Universitas Nasional Jakarta, Selamat Ginting menilai sistem pemilihan umum di Indonesia sudah saatnya dievaluasi.

Yudi Permana oleh Yudi Permana
22 Desember 2025
Kategori POLITIK
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, ekoin.co – Pengamat komunikasi politik dan militer dari Universitas Nasional Jakarta, Selamat Ginting menilai sistem pemilihan umum di Indonesia sudah saatnya dievaluasi. Jika tolak ukurnya era Reformasi 1998 atau pasca-Orde Baru, maka sistem pemilu saat ini sudah berumur lebih dari 25 tahun.

“Artinya sebagai sebuah produk, Pemilu perlu dievaluasi plus minusnya. Pasti ada baik dan buruknya, saat pemilihannya dilakukan oleh DPRD, atau seperti sekarang saat (rakyat memilih) secara langsung,” ujar Selamat saat berbincang dengan Eddy Wijaya dalam podcast EdShareOn yang tayang pada Rabu, 17 Desember 2025, dan dikutip Sabtu (20/12).

Wacana agar pemilihan kepala daerah dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), bukan lagi dipilih langsung oleh rakyat, bergulir belakangan.

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengusulkan mekanisme itu dalam perayaan ulang tahun Golkar ke-61 di Jakarta, 5 Desember lalu.

Presiden Prabowo Subianto yang hadir di acara HUT Golkar tersebut  menyebut akan mempertimbangkan ide itu. Setahun lalu pun Prabowo pernah menyebut soal tingginya biaya pemilu dan kampanye yang mencapai triliunan rupiah.

Berita Menarik Pilihan

Konflik Agraria dan Ketidakpastian Hukum, Menteri ATR Nusron Akhirnya Buka Kartu

Sebut Alat Bukti Lemah, Tim Hukum Roy Suryo Prediksi Jaksa Bakal Tolak Berkas Perkara Ijazah Palsu Jokowi

Menurut Selamat Ginting, besarnya anggaran yang dikeluarkan negara memang menjadi salah satu faktor yang mesti dipertimbangkan dari pemilu langsung. Biaya pemilihan Presiden 2024, misalnya, mencapai Rp76,6 triliun, naik hampir 200 persen dari pilpres sebelumnya.

Belum lagi biaya kampanye yang dikeluarkan calon kepala daerah, atau mahar politiknya. “Terus, money politics juga tinggi,” kata Selamat Ginting.

Politik uang selama kampanye ini juga bisa berbuntut panjang saat kepala daerah sudah terpilih. Karena partai politik ingin “balik modal”, mereka bisa menuntut kadernya yang duduk di pemerintahan untuk cawe-cawe mencari duit.

“Kalau tidak ada uang dari para kader, parpol nantinya akan bergerak pakai modal apa?,” ucapnya.

Untuk menghindari kondisi itu, Selamat Ginting mengusulkan negara membiayai parpol. Namun agar biayanya tidak terlalu tinggi, jumlah parpol harus dikurangi.

Pertimbangan kedua yang menjadi sorotan Selamat Ginting dari pilkada langsung adalah kualitas calon kepala daerah.

Menurutnya, popularitas kandidat menjadi salah satu kunci kemenangan dalam pilkada langsung. Bisa terjadi, yang terpilih bukan orang yang punya kapabilitas, tapi yang bermodal besar dan terkenal.

Sementara di sisi lain, popularitas calon juga bisa berimbas negatif pada parpol. Ia mencontohkan pecah kongsi antara PDIP dengan Jokowi, sebagai bentuk popularitas figur yang mengalahkan loyalitas pada partai.

“Jadi parpol memang sebenarnya gemas dengan orang-orang yang terpilih, tapi ‘asyik bermain sendirian’, seolah tidak terikat partai,” ucap Selamat.

Namun di sisi lain, kepala daerah yang terpilih dari pilkada langsung, punya legitimasi politik yang tinggi selama menjabat. Ia juga relatif lebih merasa bertanggung jawab pada rakyat, alih-alih kepada parpol, dengan demikian dituntut untuk bekerja secara akuntabel dan transparan.

Karena itu penting untuk mengkaji kembali mekanisme pilkada dan pilpres, apakah sebaiknya tetap digelar secara langsung, ataukah lewat DPRD.

 “Jadi memang plus minus ini harus kita dudukkan di atas meja,” kata Selamat Ginting.

Selamat Ginting menambahkan, salah satu solusi dari kondisi politik Indonesia adalah pilkada yang hibrida: ada yang dipilih langsung oleh rakyat, ada juga melalui DPRD. Ini penting didiskusikan kembali, mengingat beberapa daerah di Indonesia perlu perhatian khusus dari pemerintah.

Misalnya kawasan 3T Indonesia, atau daerah tertinggal, terdepan dan terluar, yang sebaiknya dipimpin oleh kepala daerah yang punya kapabilitas sesuai. “Artinya, kita jangan melihat semua provinsi sama (kondisi dan kebutuhannya berbeda),” tegasnya. (*)

 

Tags: Biaya TinggiKetum GolkarPemilihan Melalui DPRDPemilu Dipilih LangsungPemilu Dipilih RakyatSelamat Ginting
Post Sebelumnya

Aura Kasih Unggah Kalimat Sarat Makna di Tengah Isu Cerai Ridwan Kamil, Netizen Berspekulasi

Post Selanjutnya

Dicopot di Tengah Bencana, Kader Golkar Nilai Ijeck Dikorbankan

Yudi Permana

Yudi Permana

Berita Terkait

Konflik Agraria dan Ketidakpastian Hukum, Menteri ATR Nusron Akhirnya Buka Kartu

Konflik Agraria dan Ketidakpastian Hukum, Menteri ATR Nusron Akhirnya Buka Kartu

oleh Iwan Purnama
23 Januari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co – Masalah pertanahan di dalam kawasan hutan kembali menjadi sorotan serius. Ribuan desa yang terlanjur hidup dan berkembang...

Anggota tim hukum Roy Suryo, Abdul Ghafur Sangadji, saat memberikan keterangan kepada media di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Sebut Alat Bukti Lemah, Tim Hukum Roy Suryo Prediksi Jaksa Bakal Tolak Berkas Perkara Ijazah Palsu Jokowi

oleh Aminuddin Sitompul
22 Januari 2026
0

Tim hukum meyakini bahwa standar pembuktian yang digunakan terhadap Roy Suryo Cs seharusnya tidak berbeda dengan apa yang mendasari terbitnya...

Organisasi BPIKPNPARI menyampaikan laporan kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia terkait dugaan kurangnya keterbukaan dalam pelaksanaan seleksi tersebut, Rabu (21/1/2026).

Seleksi JPT Kabupaten Serang Dilaporkan ke Kejaksaan Agung, BPIKPNPARI Minta Transparansi

oleh Noval Verdian
22 Januari 2026
0

“Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi seharusnya dilaksanakan secara terbuka, profesional, dan dapat diawasi publik. Ketika akses informasi terbatas, wajar jika muncul...

Kolase lima sosok perempuan yang kerap disebut dalam isu dan pemberitaan publik terkait kehidupan keluarga Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem). Hingga kini, sebagian status hubungan tersebut masih menjadi perbincangan dan menunggu klarifikasi resmi.

Heboh Video Menikah di Malaysia, Inilah Deretan 5 Wanita di Pusaran Hidup Gubernur Aceh Mualem

oleh Hasrul Ekoin
21 Januari 2026
0

Di tengah derasnya spekulasi, Mualem kembali diuji—bukan hanya soal kepemimpinan di pemerintahan, tetapi juga tentang batas antara ranah privat dan...

Post Selanjutnya
Pencopotan Musa Rajekshah atau Ijeck dari jabatan Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara menuai kekecewaan dari sejumlah kader di daerah.

Dicopot di Tengah Bencana, Kader Golkar Nilai Ijeck Dikorbankan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.