Jakarta, Ekoin.co — Sebuah video yang menampilkan seorang perempuan warga negara Indonesia (WNI) mengenakan seragam militer Amerika Serikat menjadi viral di media sosial dan menyita perhatian publik.
Video tersebut diunggah akun Instagram @bunda_kesidaa dan memperlihatkan momen keluarga mengantar keberangkatan perempuan bernama Syifa di sebuah bandara di Amerika Serikat.
Dalam rekaman itu, Syifa terlihat mengenakan seragam cokelat bertuliskan “US Army” di bagian dada kiri. Ia tampak dilepas oleh keluarganya, sementara sang ibu memberikan doa sebelum Syifa kembali menjalankan tugas militernya.
Peristiwa tersebut menjadi sorotan karena Syifa disebut sebagai WNI yang bertugas di militer Amerika Serikat serta mengenakan hijab saat menggunakan seragam dinas.
Berdasarkan keterangan yang beredar bersama video, Syifa diketahui merupakan anggota Garda Nasional Amerika Serikat.
Hingga saat ini, belum terdapat informasi resmi mengenai negara bagian tempat ia bertugas maupun lokasi penugasan aktifnya.
Garda Nasional Amerika Serikat merupakan komponen militer cadangan yang berada di bawah kewenangan masing-masing negara bagian.
Namun, satuan ini dapat dikerahkan oleh pemerintah federal untuk kepentingan nasional maupun operasi tertentu.
Kehadiran Syifa di institusi militer Amerika Serikat memunculkan pertanyaan publik terkait status kewarganegaraan serta ketentuan hukum bagi warga negara asing yang ingin bergabung dengan angkatan bersenjata AS.
Mengacu pada informasi resmi pemerintah Amerika Serikat, pendaftaran militer terbuka bagi warga negara AS maupun penduduk tetap.
“Non-warga negara dapat mendaftar sebagai anggota militer Amerika Serikat dengan syarat memiliki status penduduk tetap atau Green Card serta memenuhi persyaratan lainnya,” demikian keterangan dari situs resmi pemerintah AS.
Selain status tinggal tetap, pendaftar diwajibkan mampu berbahasa Inggris secara lisan dan tulisan. Setiap calon anggota juga harus mengikuti Armed Services Vocational Aptitude Battery (ASVAB) atau tes kemampuan kejuruan militer dengan skor minimum sesuai ketentuan masing-masing cabang.
Batas usia pendaftaran berbeda di tiap matra. Angkatan Udara, Angkatan Laut, Coast Guard, dan Angkatan Luar Angkasa menetapkan rentang usia 17 hingga 42 tahun.
Sementara itu, Angkatan Darat Amerika Serikat menetapkan batas usia 17 hingga 35 tahun.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari otoritas militer Amerika Serikat maupun perwakilan pemerintah Indonesia terkait status kewarganegaraan Syifa maupun rencana jangka panjangnya di institusi militer tersebut.
Video tersebut terus beredar luas di media sosial dan memicu diskusi publik mengenai peluang, prosedur, serta ketentuan hukum bagi warga negara asing yang bergabung dengan militer Amerika Serikat. (*)





