EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS EKONOMI
Di WEF 2026, Dirut BRI Ungkap Peluang Akselerasi Bisnis Fintech di Indonesia. Sumber dok bri.co.id

Di WEF 2026, Dirut BRI Ungkap Peluang Akselerasi Bisnis Fintech di Indonesia. Sumber dok bri.co.id

BRI Soroti Peluang Sektor Fintech Indonesia di Forum WEF Davos

Sektor Fintech Indonesia memiliki potensi pertumbuhan besar melalui kolaborasi strategis antara perbankan dan inovasi teknologi keuangan digital.

Agus DJ oleh Agus DJ
27 Januari 2026
Kategori EKONOMI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Davos, Ekoin.co – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memberikan perhatian mendalam terhadap besarnya potensi pengembangan Sektor Fintech Indonesia yang kini semakin menarik minat para investor internasional. Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan pandangan tersebut saat menghadiri forum Indonesia Pavilion dalam rangkaian World Economic Forum (WEF) 2026. Pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung pada Selasa, 20 Januari 2026, tersebut menjadi ajang penting bagi pelaku keuangan global untuk menjajaki peluang kolaborasi strategis bersama perbankan tanah air.

Dalam sesi panel bertajuk Capital for Sustainability: Unlocking Sustainable Finance and Growth in Emerging Markets, Hery Gunardi duduk bersama para tokoh finansial terkemuka dunia. Diskusi tersebut menghadirkan President and Chief Executive Officer of TCW Katie Koch serta Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini. Pemimpin Redaksi IDN Times Uni Lubis bertindak sebagai moderator yang memandu jalannya dialog mengenai masa depan layanan keuangan digital di pasar negara berkembang.

Hery Gunardi menjelaskan bahwa teknologi finansial kini telah menjadi bagian integral dari ekosistem layanan keuangan yang bersentuhan langsung dengan model bisnis perbankan modern. Secara garis besar, beliau membagi industri ini ke dalam dua segmen utama yakni layanan pendanaan atau lending serta layanan berbasis transaksi atau pembayaran. Pemilahan ini sangat krusial bagi investor agar dapat memahami dinamika pasar yang unik serta kebutuhan masyarakat yang terus berkembang secara dinamis.

Segmen pembayaran dan pendanaan tersebut memiliki kedekatan yang sangat erat dengan bisnis inti perbankan konvensional maupun digital. Namun demikian, setiap kategori memiliki kompleksitas serta tantangan tersendiri yang memerlukan pendekatan berbeda dalam pengelolaannya. Oleh karena itu, membangun bisnis yang berkelanjutan mengharuskan para pelaku industri untuk melakukan eksplorasi mendalam terhadap berbagai layanan keuangan lokal yang tersedia di daerah.

Upaya memahami karakter serta kebutuhan spesifik masyarakat merupakan kunci utama untuk memenangkan persaingan di pasar domestik. Hery menuturkan bahwa dengan jumlah lebih dari 120 bank yang saat ini beroperasi secara aktif, prospek layanan pembayaran digital masih sangat terbuka lebar. Masyarakat kini semakin terbiasa menggunakan solusi nontunai untuk memenuhi berbagai keperluan transaksi harian mereka dengan lebih cepat dan efisien.

Berita Menarik Pilihan

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Manajemen Risiko dan Keberlanjutan Bisnis

Sisi lain yang tidak kalah penting dalam diskusi tersebut berkaitan dengan manajemen risiko yang harus menjadi prioritas utama pada segmen pendanaan. Hery menekankan bahwa Fintech lending memiliki karakteristik risiko yang cenderung lebih tinggi jika kita bandingkan dengan sektor pembayaran. Maka dari itu, ketepatan dalam memahami profil nasabah serta mekanisme penyaluran pembiayaan menjadi fondasi bagi keberlanjutan sebuah perusahaan finansial teknologi.

Tanpa sistem mitigasi risiko yang kuat, bisnis pendanaan digital akan menghadapi kendala besar dalam menjaga kualitas asetnya dalam jangka panjang. Pengetahuan mendalam mengenai data perilaku konsumen menjadi instrumen penting bagi perbankan maupun perusahaan teknologi untuk meminimalisir potensi gagal bayar. Sejalan dengan hal tersebut, kolaborasi antara bank besar dengan perusahaan startup dapat menciptakan sinergi yang saling menguntungkan dalam mengelola portofolio kredit.

Era teknologi pintar yang sedang kita lalui saat ini memaksa institusi keuangan di seluruh dunia untuk terus melakukan penyesuaian layanan secara masif. Industri keuangan di Indonesia merespons perubahan perilaku konsumen dengan mengalihkan berbagai solusi transaksi tradisional ke arah platform digital yang lebih praktis. Perubahan ini menuntut kesiapan infrastruktur teknologi yang andal serta sistem keamanan siber yang mampu melindungi data nasabah dari berbagai ancaman.

Ekosistem Digital Banking Milik BRI

BRI secara proaktif menjawab kebutuhan pasar melalui pengembangan ekosistem digital banking yang sangat komprehensif dan inklusif. Transformasi ini mencakup penyediaan fasilitas fisik yang canggih seperti ATM dan CRM yang terintegrasi dengan jaringan luas para Agen BRILink di pelosok. Selain itu, layanan berbasis internet banking terus mendapatkan penguatan untuk memberikan pengalaman bertransaksi yang tanpa kendala bagi seluruh lapisan masyarakat.

Salah satu produk unggulan yang menjadi pilar transformasi digital perusahaan adalah super apps BRImo yang kini telah digunakan secara luas oleh jutaan nasabah. Aplikasi ini mendukung berbagai kemudahan pembayaran mulai dari tagihan rutin, belanja daring, hingga investasi yang dapat diakses hanya melalui genggaman tangan. Perseroan terus berinovasi untuk menghadirkan solusi keuangan yang tidak hanya aman tetapi juga relevan dengan gaya hidup masyarakat modern saat ini.

Aksesibilitas yang mudah menjadi daya tarik utama bagi nasabah dalam memilih platform layanan keuangan digital yang ingin mereka gunakan setiap hari. BRI senantiasa memastikan bahwa setiap inovasi yang mereka luncurkan dapat menjangkau masyarakat hingga ke tingkat paling mikro sekalipun. Dengan demikian, misi inklusi keuangan nasional dapat tercapai melalui dukungan teknologi yang tepat guna dan memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Kehadiran BRI di panggung dunia seperti WEF Davos 2026 menegaskan posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam industri keuangan global. Paparan mengenai strategi pengembangan ekosistem digital ini diharapkan dapat menarik lebih banyak arus modal asing masuk ke pasar domestik. Kerja sama internasional menjadi faktor pendukung yang akan mempercepat akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan infrastruktur finansial yang lebih modern dan berkelanjutan.

Forum tersebut juga memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan kematangan regulasi dalam mengawal pertumbuhan teknologi finansial agar tetap berada pada koridor yang sehat. Dukungan pemerintah melalui kebijakan yang pro-inovasi turut berperan besar dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi para pelaku industri. Melalui sinergi yang kuat antara perbankan dan teknologi, masa depan sistem keuangan Indonesia diprediksi akan semakin tangguh dalam menghadapi berbagai guncangan global.

Secara keseluruhan, diskusi di Davos ini memberikan gambaran jernih mengenai peta jalan transformasi digital perbankan Indonesia yang semakin matang. Inovasi yang berkelanjutan dan manajemen risiko yang disiplin akan menjadi penentu utama siapa yang akan bertahan di era kompetisi digital yang semakin sengit. Partisipasi aktif dalam dialog global memastikan bahwa perbankan nasional tetap relevan dan mampu bersaing dengan institusi finansial kelas dunia lainnya.

Masyarakat sebaiknya mulai lebih terbuka dalam memanfaatkan berbagai layanan digital yang sudah mendapatkan izin resmi dari otoritas terkait. Edukasi mengenai pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi harus terus kita tingkatkan seiring dengan semakin masifnya transaksi secara daring. Gunakanlah aplikasi perbankan yang memiliki rekam jejak keamanan yang baik untuk menjamin kenyamanan dalam melakukan aktivitas finansial. Selain itu, para pelaku usaha mikro dapat memanfaatkan fasilitas kredit digital untuk mengembangkan skala bisnis mereka secara lebih profesional. Pilihlah layanan yang menawarkan transparansi biaya serta sistem bagi hasil yang adil agar perencanaan keuangan keluarga tetap terjaga dengan baik.

Perkembangan teknologi finansial di tanah air merupakan peluang emas yang harus kita manfaatkan secara bijak untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat luas. Sinergi antara perbankan konvensional dan perusahaan teknologi terbukti mampu memberikan solusi yang lebih inklusif bagi warga di daerah terpencil. Namun, kewaspadaan terhadap risiko penipuan digital tetap harus menjadi prioritas bagi setiap pengguna layanan keuangan pintar. Pemerintah perlu terus memberikan perlindungan hukum yang kuat bagi nasabah guna menjaga kepercayaan publik terhadap sistem keuangan digital nasional. Dengan dukungan ekosistem yang sehat, Indonesia berpotensi menjadi pemimpin pasar teknologi finansial di kawasan Asia Tenggara dalam beberapa tahun mendatang.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

(*)

Tags: Bank Rakyat Indonesiadigital bankingfintech lendingHery GunardiSektor Fintech IndonesiaWEF Davos 2026
Post Sebelumnya

Menkeu Purbaya: Permintaan Domestik Topang 90 Persen Ekonomi RI

Post Selanjutnya

Ahok Bawa-bawa Nama Presiden dalam Sidang Perkara Korupsi Minyak Mentah Pertamina

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Moody's Investors Service (Moody's) mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, dengan penyesuaian outlook dari Stabil menjadi Negatif. Revisi...

BI berkomitmen memperkuat sinergi dengan Program Asta Cita Pemerintah guna menjaga stabilitas makroekonomi dan menarik investasi asing di tahun 2026. (Foto: Humas BI/Ekoin.co)

Risiko Kepastian Kebijakan Menghantui, Moody’s Ubah Outlook Ekonomi Indonesia Jadi Negatif

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Moody's juga memperkirakan bahwa rasio utang Pemerintah terhadap PDB akan tetap akan terjaga rendah di bawah peers. Namun demikian, menurut Moody's,...

Post Selanjutnya
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mantan Komisaris Utama PT Pertamina bersaksi di sidang perkara korupsi minyak mentah Pertamina

Ahok Bawa-bawa Nama Presiden dalam Sidang Perkara Korupsi Minyak Mentah Pertamina

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.