Jakarta, Ekoin.co – Isu reshuffle Kabinet Merah Putih menguat dalam sepekan terakhir. Presiden Prabowo seperti ingin mempercepat janji-janji politiknya.
Apalagi Thomas Djiwandono mundur dari posisi Wamenkeu. Terpilihnya Adies Kadier sebagai Hakim MK juga semakin memperkuat spekulasi atas kemungkinan diberikannya jabatan baru terhadap Inosentius Samsul yang sebelumnya terpilih sebagai Hakim MK.
“Reshuffle sangat mungkin terjadi karena adanya pergeseran jabatan seperti pos wamenkeu yang ditinggalkan Thomas,” kata Pengamat Politik Citra Institute Yusak Farchan kepada Ekoin.co, Rabu (28/1).
Namun Yusak menilai bongkar pasang kabinet hal wajar. Karena Presiden Prabowo ingin lari lebih kencang lagi dalam merealisasikan program-program unggulannya. Sehingga perlu evaluasi terhadap menteri yang kurang tepat dan gesit menerjemahkan visi-misi Presiden Prabowo.
Karena itu, Yusak menyampaikan, reshuffle yang akan dilakukan Prabowo dalam kabinetnya karena kepentingan program kerja Prabowo yang harus cepat terealisasi dan tepat sasaran.
“Jadi reshuffle bukan semata-mata menggusur atau mengurangi kekuatan Jokowi, melainkan sebuah kebutuhan strategis,” kata Yusak.
Meskipun Presiden Prabowo sering memuji kinerja para pembantunya, tetapi presiden juga melakukan evaluasi.
“Retreat kabinet beberapa waktu lalu menjadi semacam pra kondisi reshuffle,” tegas Yusak.
Presiden RI Prabowo Subianto dikabarkan berencana melakukan pergantian posisi atau reshuffle dalam Kabinet Merah Putih (KMP). Beberapa menteri disebut akan saling bertukar posisi hingga hengkang dari pemerintahan.
Berdasarkan kabar yang beredar, Menteri Luar Negeri Sugiono akan menggantikan posisi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno. Sementara itu, Pratikno disebut akan menempati salah satu jabatan strategis lain di KMP.
Menteri lain yang bakal didepak adalah Menkomdigi Meutya Hafiz. Penggantinya Angga Raka Prabowo. (*)





