Jakarta, Ekoin.co – Fraksi PDIP menggeser TB Hasanuddin dari posisi Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI. Penggantinya, FPDIP menunjuk Anggota DPR RI I Wayan Sudirta.
Penetapan I Wayan Sudirta diputuskan dalam rapat MKD DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal di Ruang Rapat MKD, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Rabu (28/1).
“Sesuai dengan surat Fraksi PDI-P dengan ini kami selaku pimpinan dewan menetapkan Saudara Doktor I Wayan Sudirta nomor anggota 238 dari Fraksi PDI-P menjadi Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI menggantikan Saudara TB Hasanuddin nomor anggota 186,” kata Cucun dalam rapat tersebut.
Perubahan susunan pimpinan MKD dilakukan berdasarkan surat dari Fraksi PDI Perjuangan Nomor 354/F-PDIP/DPR RI/XI/2025 tertanggal 24 November 2025 tentang perubahan penugasan keanggotaan alat kelengkapan dewan (AKD).
Maka, saat ini susunan Pimpinan Mahkamah Kehormatan Dewan masa keanggotaan tahun 2024-2029 adalah sebagai berikut.
1. Nazaruddin Dek Gam nomor anggota 488 dari Fraksi PAN sebagai ketua.
2. I Wayan Sudirta nomor anggota 238 dari Fraksi PDIP sebagai wakil ketua.
Cucun menjelaskan, pergantian pimpinan MKD merupakan bagian dari mekanisme internal dan proses penyegaran yang lazim dilakukan dalam organisasi fraksi di DPR RI.
Menurutnya, langkah ini penting untuk menjaga efektivitas serta kinerja alat kelengkapan dewan (AKD).
Perkuat Benteng Integeritas
Dia berharap kehadiran I Wayan Sudirta akan semakin memperkuat peran MKD dalam menegakkan kode etik dan menjaga marwah lembaga legislatif.
“MKD memiliki peran yang sangat vital sebagai benteng integritas anggota DPR. Dengan pengalaman dan kapasitas yang dimiliki Bapak I Wayan Sudirta, kami optimistis amanah ini dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya,” tegas Cucun.
Pada kesempatan yang sama, Cucun juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada TB Hasanuddin atas dedikasi, komitmen, serta pengabdiannya selama menjabat sebagai pimpinan MKD DPR RI.
Rapat pleno ditutup dengan prosesi penyerahan palu pimpinan dari Cucun Ahmad Syamsurijal kepada I Wayan Sudirta sebagai simbol resmi pergantian kepemimpinan. (*)





