Kolaka, EKoin.co – Kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP), Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, mendadak berubah tegang pada Rabu (28/1).
Kericuhan pecah setelah muncul dugaan penganiayaan terhadap pekerja lokal yang melibatkan tenaga kerja asing (TKA) asal China, memicu amarah massa di dalam area proyek.
Situasi memanas ini sempat terekam dalam sejumlah video amatir yang beredar luas di media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan kepanikan di area industri, dengan beberapa TKA terlihat berlari menyelamatkan diri di tengah kejaran warga dan pekerja yang tersulut emosi.
Aktivitas produksi di salah satu kawasan vital industri nikel nasional itu pun dilaporkan sempat terhenti sementara.
Aparat kepolisian bergerak cepat merespons eskalasi keributan.
Dua warga negara asing asal China yang diduga terlibat langsung dalam aksi kekerasan terhadap pekerja lokal langsung diamankan untuk mencegah situasi semakin memburuk.
Kapolres Kolaka AKBP Yuda membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyatakan, kedua WNA saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap kronologi lengkap kejadian.
“Dua WNA yang diduga melakukan penganiayaan sudah kami amankan. Proses penyelidikan masih berjalan untuk memastikan apakah ada pihak lain yang turut terlibat,” ujar Yuda kepada wartawan, Rabu (28/1).
Selain mengamankan terduga pelaku, penyidik juga telah memintai keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian.
Polisi menegaskan akan menindak tegas siapa pun yang terbukti melakukan kekerasan maupun memprovokasi kerusuhan di lingkungan proyek.
Pasca insiden tersebut, aparat keamanan disiagakan di sejumlah titik strategis kawasan IPIP guna memastikan stabilitas tetap terjaga.
Kepolisian memastikan kondisi saat ini berangsur kondusif, meski pengamanan tetap diperketat.
“Situasi sudah terkendali. Personel kami tetap siaga di lapangan. Jika dari hasil pengembangan ditemukan pelaku lain, tentu akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku,” tegas AKBP Yuda.





