Saham BBCA Melawan Arus: Menguat 2,14 Persen di Tengah Anjloknya IHSG Pasca Pengumuman Buyback
Jakarta, Ekoin.co – Emiten perbankan swasta terbesar di Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), resmi mengumumkan rencana aksi korporasi berupa pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai mencapai Rp5 triliun.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi perseroan dalam menjaga performa di pasar modal.
EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyatakan bahwa aksi ini bertujuan untuk mendukung stabilitas pasar modal Indonesia serta meningkatkan kepercayaan investor.
Selain itu, buyback diharapkan mampu memberikan tingkat pengembalian yang lebih optimal bagi para pemegang saham.
Periode dan Ketentuan Buyback Rencana besar ini dijadwalkan akan dilaksanakan selama periode 12 bulan setelah mendapatkan restu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 12 Maret 2026 mendatang.
Meski demikian, realisasi pembelian dapat berlangsung lebih cepat sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 10 persen dari modal disetor perseroan,” ujar Hera dalam keterangan resminya, Kamis (29/1/2026).
Hera juga menegaskan bahwa anggaran sebesar Rp5 triliun tersebut sudah mencakup biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya.
Kinerja Keuangan Tetap Terjaga Manajemen BCA menjamin bahwa pelaksanaan buyback ini tidak akan berdampak negatif pada kesehatan finansial bank.
Aksi korporasi ini dipastikan tidak akan menurunkan modal di bawah batas minimum yang dipersyaratkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Pelaksanaan shares buyback ini tidak memiliki dampak material bagi kinerja keuangan dan kegiatan usaha Perseroan,” tegas Hera.
Respons Positif Pasar Pengumuman ini terbukti menjadi sentimen positif bagi pergerakan saham BBCA di lantai bursa.
Pada perdagangan Kamis (29/1/2026), saham BBCA terpantau “kinclong” dengan penguatan sebesar 2,14 persen atau naik 150 poin ke level 7.200 menjelang penutupan.
Performa apik BBCA ini terjadi di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tertekan oleh pembekuan pengaturan ulang (rebalancing) indeks MSCI terkait free float.























Tinggalkan Balasan