Jakarta, Ekoin.co – Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) mulai mengencangkan sabuk pembinaan atlet nasional. Sebanyak 180 atlet taekwondo terbaik dari berbagai daerah mengikuti Seleksi Nasional (Seleknas) Taekwondo Kyorugi dan Poomsae, yang menjadi pintu awal menuju pembentukan tim inti Indonesia untuk SEA Games 2026.
Seleknas digelar di GOR POPKI, Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (29/1/2026), dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Jenderal PBTI Rafael HS mewakili Ketua Umum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon, yang juga menjabat sebagai Kepala Staf Umum TNI.
Ajang ini bukan sekadar seleksi rutin. PBTI menerapkan penyaringan ketat berbasis performa, teknik, fisik, dan konsistensi, sebagai upaya memastikan hanya atlet dengan standar Internasional yang melangkah ke tahap berikutnya.
“Total ada 180 atlet yang ikut seleksi, terdiri dari 122 atlet Kyorugi, 27 Poomsae Recognized, 8 Poomsae Freestyle, serta 25 atlet gabungan Recognized dan Freestyle,” ujar Rafael HS.
Ia menegaskan, persaingan berlangsung ketat dan sehat, mencerminkan kualitas pembinaan taekwondo nasional yang semakin merata di daerah.
Menurut Rafael, Seleknas ini akan menghasilkan atlet-atlet terbaik yang langsung diarahkan ke program persiapan jangka menengah dan panjang, dengan SEA Games 2026 sebagai salah satu target utama.
Sementara itu, Ketua Umum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon saat dikonfirmasi Jumat (30/1/2026), menegaskan bahwa Seleknas menjadi fondasi penting dalam membangun tim nasional yang solid dan berdaya saing tinggi.
“Seleksi ini bertujuan mendapatkan atlet yang benar-benar siap, baik dari sisi fisik, teknik, maupun mental bertanding. Ini adalah tahapan awal pembentukan kekuatan tim Indonesia, termasuk untuk menghadapi SEA Games 2026,” tegasnya.
Seleknas ini turut dihadiri jajaran pengurus inti PBTI, antara lain Wakil Sekjen Irwan N, Wakil Bendahara Umum M Yunan H, Kabid II Binpres Pino Indra, Wakabid II Binpres Niko A, Bidang Pertandingan Charles C, Bidang Perwasitan Shabrina W, Kabid I Organisasi H. Heri H, serta Komisi Pelatnas Laras F.
Proses seleksi juga diperkuat oleh tim talent scouting nasional dan internasional, di antaranya Mr. Oh Il Nam, Mr. Shin Seung Jung, serta nama-nama atlet dan pelatih berpengalaman seperti Defia Rosmaniar, Lia Karina, Uria Dedi Blegur, Januar Budiman Lahay, Asep Sungpena, dan Maulana Haidir.
Dengan seleksi berlapis dan pendekatan profesional, PBTI menegaskan komitmennya untuk mengakhiri kompromi prestasi dan membangun taekwondo Indonesia yang tangguh, disiplin, dan siap bersaing di level Asia Tenggara hingga internasional. (*)





