Jakarta, Ekoin.co – Sosok pengganti Iman Rahman sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan figur profesional mampu membaca dinamika pasar global.
Harapan itu disampaikan Anggota Komisi XI DPR RI, M. Hasanuddin Wahid dari Fraksi PKB menanggapi mundurnya Iman sebagai Dirut BEI.
“Kami berharap pengganti Pak Iman adalah figur yang lebih profesional, berintegritas, dan mampu menjaga stabilitas BEI, baik di mata nasional maupun internasional. Bursa efek adalah wajah perekonomian kita di hadapan dunia,” kata Cak Udin, sapaan akrabnya, kepada media, Jumat (30/1).
Cak Udin mengatakan, ke depan diperlukan kepemimpinan yang kuat, komunikatif, serta mampu membaca dinamika global agar kejadian trading halt berkepanjangan tidak kembali terulang dan tidak menggerus kepercayaan publik terhadap pasar modal Indonesia.
Cak Udin sendiri mengapresiasi keputusan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rahman, yang mengundurkan diri, menyusul gejolak pasar yang menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami trading halt selama dua hari berturut-turut.
Dia menilai Udin itu menilai langkah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab dan sikap kenegarawanan dalam menyikapi situasi pasar yang penuh tekanan.
“Itulah wujud tanggung jawab. Saya betul-betul hormat dengan sikap gentle Pak Dirut Iman dalam menyikapi gejolak pasar yang terjadi,” ujar Cak Udin.
Cak Udin menegaskan bahwa IHSG merupakan tolok ukur utama kondisi pasar dan ekonomi bangsa yang tidak hanya berdampak pada investor domestik, tetapi juga menjadi cerminan kepercayaan pasar internasional terhadap Indonesia. Oleh karena itu, stabilitas dan kredibilitas BEI harus dijaga dengan sangat serius.
Politisi Fraksi PKB itu menaruh harapan besar kepada sosok yang akan menggantikan Iman Rahman sebagai Direktur Utama BEI.
Pada Jumat pagi, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya.
Pengunduran Dirut BEI di tengah anjloknya nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dua hari terakhir. Ditambah pernyataan pernyataan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait evaluasi terhadap pasar saham Indonesia, khususnya menyangkut isu transparansi dan likuiditas porsi saham publik (free float).
Dalam keterangan persnya, Jumat (30/1), Iman mengatakan pengunduran diri yang dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kondisi pasar modal Indonesia dalam beberapa waktu terakhir ini. (*)




