Banda Aceh, Ekoin.co – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bergerak cepat untuk memulihkan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana.
Sebanyak 99 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) secara resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk memulai proyek rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) dengan total anggaran lebih dari Rp270 miliar yang bersumber dari APBN.
Penandatanganan ini dilakukan setelah bimbingan teknis intensif selama tiga hari yang berakhir pada Jumat (30/1/2026).
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menjelaskan bahwa dana akan segera dicairkan untuk memulai pekerjaan fisik, terutama untuk sekolah dengan kerusakan ringan hingga sedang.
“Kami optimistis, pada semester depan sekolah yang masuk kategori ringan dan sedang sudah bisa melaksanakan pembelajaran normal, termasuk penyediaan sarana pendukung seperti mebel,” ujarnya.
Untuk sekolah yang mengalami kerusakan total dan memerlukan relokasi lahan, pemerintah menargetkan seluruh fasilitas baru dapat digunakan sepenuhnya pada tahun depan.
Seluruh proses pekerjaan fisik dilakukan secara swakelola oleh kepala sekolah bersama komite sekolah, namun tetap dikawal ketat oleh Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas.
Murthalamuddin menambahkan bahwa percepatan rehab-rekon ini merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto kepada Kemendikdasmen.
Secara nasional, alokasi dana untuk sektor pendidikan di tiga provinsi terdampak bencana mencapai Rp2,4 triliun.
“Langkah cepat ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melindungi hak pendidikan anak-anak, agar belajar tidak terhenti hanya karena bencana,” pungkasnya.





