Jakarta, Ekoin.co – Perceraian kerap menyisakan luka dan konflik berkepanjangan, namun tidak bagi Miranda Kerr dan Orlando Bloom. Model internasional itu mengungkap bahwa proses saling memaafkan menjadi kunci utama agar perpisahan mereka pada 2013 tidak berubah menjadi medan perang emosional.
Dalam wawancara di podcast We Need to Talk yang tayang baru-baru ini, Miranda Kerr menegaskan bahwa keputusan bercerai diambil setelah keduanya menyadari hubungan tersebut tak lagi memberi dampak positif.
“Sejak hari pertama, kami sadar hubungan ini tidak sehat. Kami banyak melakukan refleksi dan pekerjaan spiritual. Memaafkan satu sama lain—termasuk diri sendiri—adalah fondasi agar perpisahan ini berjalan damai,” ujar Miranda.
Alih-alih larut dalam ego dan konflik, Miranda menekankan bahwa kepentingan putra mereka, Flynn, menjadi prioritas mutlak. Saat itu, Flynn masih kecil dan membutuhkan stabilitas emosional dari kedua orang tuanya.
“Saya katakan pada Orlando, jangan jadikan perceraian ini tentang kami. Ini harus tentang apa yang terbaik untuk Flynn,” kata Miranda, merujuk pada putra mereka yang kini berusia 15 tahun.
Miranda menilai, tanpa proses memaafkan, perceraian hanya akan menyisakan beban emosional jangka panjang, baik bagi orang tua maupun anak.
Kini, setelah membangun kehidupan baru bersama pendiri Snapchat Evan Spiegel dan dikaruniai tiga anak, Miranda mengaku belajar banyak soal batasan yang sehat dalam menjaga hubungan dengan mantan pasangan.
“Suami saya membantu saya memahami pentingnya batasan. Dulu saya terlalu ingin menyenangkan semua orang, termasuk setelah berpisah,” ungkapnya.
Pengakuan Miranda Kerr menjadi potret langka tentang perceraian yang tidak berakhir dengan permusuhan, sekaligus menegaskan bahwa kedewasaan emosional dan empati masih mungkin hadir di tengah perpisahan dua figur publik dunia. ()





