Ekoin.co – Media sosial kembali diramaikan oleh beredarnya sebuah video pendek yang belakangan dikenal dengan sebutan “video cukur kumis”.
Potongan klip tersebut mendadak viral dan banyak dibicarakan, terutama di platform TikTok, menyusul tren konten serupa yang sebelumnya juga sempat menghebohkan warganet.
Dalam video berdurasi singkat itu, terlihat seorang perempuan muda mengenakan hijab pashmina hitam dan hoodie berwarna krem.
Ia tampak berada di dalam kamar dengan suasana santai sambil bercerita baru saja pulang dari rumah seorang temannya. Sepanjang klip, tidak terlihat adegan yang melanggar pedoman komunitas ataupun unsur eksplisit.
Namun, perubahan ekspresi wajah sang perempuan—yang tampak setengah terpejam—menjadi titik perhatian utama.
Momen ketika ia melepas hijab dan hoodie kemudian dianggap sebagai bagian paling “menarik”, sehingga sering dipotong, diunggah ulang, dan disebarkan oleh berbagai akun.
Cuplikan Pendek, Tafsir Berkembang
Meski secara visual video tersebut tergolong biasa, sebagian pengguna media sosial mulai berspekulasi. Ada anggapan bahwa klip yang beredar hanyalah potongan dari video lain dengan durasi lebih panjang.
Dugaan inilah yang kemudian memicu rasa penasaran dan pencarian masif terhadap versi lengkap yang disebut-sebut belum tersebar.
Sejumlah akun TikTok, termasuk yang menggunakan nama pengguna seperti @fefeq60 dan @video.di.biyo6, diketahui mengunggah ulang cuplikan serupa.
Unggahan berulang ini membuat video tersebut semakin sering muncul di linimasa dan memperluas jangkauan viralnya.
Bersamaan dengan itu, bermunculan pula klaim yang belum dapat dibuktikan.
Ada yang menyebut video aslinya berdurasi hampir empat menit, sementara yang lain mengklaim memiliki versi yang lebih panjang. Sayangnya, klaim tersebut tidak pernah disertai bukti konkret.
Jejak Video “Full” Tak Terverifikasi
Penelusuran di berbagai platform media sosial dan situs berbagi video menunjukkan satu kesimpulan yang sama: hingga kini tidak ditemukan video versi panjang seperti yang ramai dibicarakan.
Konten yang beredar hanya klip singkat yang sama, tanpa kelanjutan ataupun unggahan resmi berdurasi lebih lama.
Tidak ada arsip lama, akun sumber terpercaya, maupun unggahan lain yang dapat mengonfirmasi keberadaan video “full” tersebut.
Kondisi ini menguatkan dugaan bahwa kehebohan muncul akibat asumsi berlebihan terhadap potongan video yang minim konteks.
Fenomena video cukur kumis menjadi contoh bagaimana satu cuplikan singkat dapat berkembang menjadi isu besar di media sosial.
Rasa penasaran kerap mendorong spekulasi meluas, bahkan ketika fakta yang tersedia sangat terbatas.
Di tengah arus informasi yang serba cepat, kasus ini kembali mengingatkan bahwa tidak semua konten viral menyimpan cerita lanjutan atau makna tersembunyi. Terkadang, yang terlihat sederhana memang hanya itu adanya.





