Jakarta, Ekoin.co — Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah diplomat senior Indonesia ke Istana Merdeka dalam sebuah pertemuan strategis yang berlangsung intens selama beberapa jam.
Forum tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan lintas generasi untuk membaca arah geopolitik global sekaligus merumuskan kepentingan nasional Indonesia ke depan.
Suasana dialog digambarkan berlangsung cair dan partisipatif. Para peserta tidak hanya mendengar paparan Presiden, tetapi juga aktif menyampaikan pandangan mengenai potensi risiko global, dinamika kawasan, hingga opsi kebijakan strategis yang dapat ditempuh pemerintah.
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menyebut forum itu memberi ruang diskusi yang setara. Ia menilai Presiden membuka pembahasan secara luas, termasuk pada isu-isu sensitif yang jarang dibicarakan secara terbuka.
Menurut Dino, pendekatan dialogis tersebut penting untuk memastikan kebijakan luar negeri Indonesia tetap responsif terhadap perubahan situasi global yang semakin kompleks.
Pandangan serupa disampaikan mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda. Ia menilai pertemuan itu memperkaya perspektif para peserta karena Presiden menjelaskan berbagai perkembangan diplomasi internasional secara langsung dan transparan.
Isu Palestina turut menjadi perhatian utama. Mantan Menteri Luar Negeri Alwi Shihab menegaskan posisi Indonesia tetap konsisten mendukung solusi dua negara sebagai jalan damai yang adil. Ia menilai komitmen tersebut menjadi fondasi kebijakan luar negeri Indonesia yang tidak berubah.
Sementara itu, tokoh diplomasi Jusuf Wanandi melihat pertemuan ini sebagai bentuk penghargaan terhadap pengalaman kolektif para senior. Ia menilai langkah Presiden membuka dialog strategis menunjukkan keseriusan pemerintah dalam merangkul berbagai pandangan demi menjaga posisi Indonesia di panggung global.
Forum tersebut mencerminkan upaya pemerintah memperkuat koordinasi pemikiran strategis nasional agar kebijakan luar negeri tetap adaptif di tengah dinamika dunia yang terus bergerak cepat.





