Cloud Amazon di Bahrain Diserang, Iran Mulai Bidik Infrastruktur Teknologi AS
Jakarta, Ekoin.co – Fasilitas komputasi awan milik Amazon di Bahrain dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan yang dikaitkan dengan Iran, menurut laporan Financial Times, Rabu (1/4/2026).
Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri Bahrain menyatakan bahwa tim pertahanan sipil tengah memadamkan kebakaran di sebuah fasilitas perusahaan yang terdampak “agresi Iran”. Namun, pihak otoritas tidak merinci identitas perusahaan maupun tingkat kerusakan yang terjadi.
Pihak Amazon menolak memberikan komentar terkait serangan spesifik tersebut. Meski demikian, insiden ini menjadi sinyal terbaru bahwa konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai merambah sektor infrastruktur teknologi komersial di kawasan Teluk.
Ancaman terhadap perusahaan teknologi AS sebelumnya juga disampaikan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), yang memperingatkan akan menargetkan perusahaan besar seperti Microsoft, Google, dan Apple di Timur Tengah.
Amazon sendiri pada 2 Maret lalu mengungkapkan bahwa dua pusat data mereka di Uni Emirat Arab dan satu di Bahrain sempat terdampak serangan drone.
Melalui layanan Amazon Web Services (AWS), Amazon diketahui mengoperasikan wilayah cloud di Bahrain sejak Juli 2019. Infrastruktur ini terdiri dari tiga zona ketersediaan dan menjadi pusat layanan cloud dengan latensi rendah bagi pelanggan di kawasan Timur Tengah.
IRGC bahkan mengeluarkan peringatan keras bahwa perusahaan teknologi AS akan menjadi sasaran balasan atas dugaan keterlibatan dalam operasi militer terhadap Iran.
“Mulai sekarang, untuk setiap pembunuhan, sebuah perusahaan Amerika akan dihancurkan,” demikian pernyataan IRGC.
Selain itu, IRGC juga menginstruksikan karyawan perusahaan-perusahaan tersebut untuk segera meninggalkan lokasi kerja dan meminta warga di sekitar fasilitas teknologi untuk melakukan evakuasi dalam radius satu kilometer.
Situasi ini memicu kekhawatiran baru terkait keamanan aset digital global, seiring meningkatnya eskalasi konflik geopolitik yang kini menyasar infrastruktur teknologi strategis di kawasan Timur Tengah.























Tinggalkan Balasan