Desa BRILiaN Pajambon Tembus 15 Besar Nasional

Desa BRILiaN mengantarkan Desa Pajambon, Kabupaten Kuningan, masuk 15 besar nasional melalui penguatan pertanian, pariwisata, peternakan, kopi, dan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Program Desa BRILiaN Pajambon Dorong Ekonomi Pajambon. Sumber dok www.bri.co.id

Kuningan Ekoin.co – Desa BRILiaN kembali menunjukkan dampak nyata dalam penguatan ekonomi kerakyatan di daerah. Desa Pajambon, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, berhasil mengoptimalkan sektor pertanian, peternakan, pariwisata, hingga ekonomi kreatif sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi desa yang berkelanjutan.

Keberhasilan tersebut mengantarkan Desa Pajambon masuk dalam jajaran desa terbaik Program Desa BRILiaN. Desa ini bahkan berhasil menembus 40 besar hingga masuk dalam 15 besar nasional dari ribuan desa yang mengikuti program pemberdayaan ekonomi desa tersebut.

Di tengah kawasan pertanian yang subur, masyarakat Desa Pajambon mengembangkan berbagai komoditas unggulan. Sayur-sayuran, jambu merah, kopi, hingga tanaman hias menjadi sektor utama yang menopang aktivitas ekonomi warga secara terintegrasi.

Selain pertanian, desa tersebut juga mengembangkan sektor pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Curug Lembah Cilengkrang dan Agrowisata Pakuon mulai dirintis sejak 2022 untuk memperluas potensi ekonomi masyarakat berbasis wisata alam dan pertanian.

Pengembangan Klaster Jadi Strategi Utama

Kepala Desa Pajambon, Nani Arinngsih, mengatakan pengembangan klaster menjadi pendekatan utama dalam memperkuat potensi desa. Melalui sistem tersebut, setiap sektor usaha masyarakat dapat berkembang lebih terarah dengan dukungan pemerintah desa.

“Dengan adanya klaster-klaster ini, pemerintah desa memberikan dukungan agar dapat meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, penguatan klaster dilakukan pada berbagai sektor strategis, mulai dari pertanian, peternakan, kopi, hingga pariwisata. Pendekatan tersebut dinilai mampu menciptakan nilai tambah ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat desa.

Penguatan ekonomi desa juga dijalankan melalui Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes. Lembaga tersebut mengelola sejumlah unit usaha seperti BUMDes Mart, Agrowisata Pakuon, serta program ketahanan pangan berbasis pertanian dan peternakan.

Tidak hanya itu, BUMDes juga menghadirkan layanan keuangan melalui BRILink Agen guna memperluas akses transaksi dan layanan perbankan bagi masyarakat desa. Langkah tersebut sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat agar lebih efisien dan terintegrasi.

Pertanian dan Kopi Perkuat Ekonomi Lokal

Komoditas jambu merah menjadi salah satu produk unggulan Desa Pajambon yang dikembangkan sejak 2008. Hasil panen tidak hanya dipasarkan dalam bentuk segar, tetapi juga diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah untuk memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Di sektor lain, peternakan domba turut menjadi bagian penting dalam penguatan ekonomi warga. Peternakan tersebut dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan alternatif sekaligus tabungan hidup masyarakat desa.

Sementara itu, klaster kopi Pajambon menghasilkan kopi Arabika, Robusta, dan Tuberika yang terus dikembangkan untuk memperkuat diversifikasi ekonomi desa. Dukungan alat produksi dan akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat atau KUR turut mendorong peningkatan kualitas produk kopi lokal.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menegaskan Program Desa BRILiaN diarahkan untuk memperkuat fondasi ekonomi desa melalui optimalisasi potensi lokal secara terintegrasi. Hingga saat ini, program yang diinisiasi oleh Bank Rakyat Indonesia tersebut telah menjangkau lebih dari 5.200 desa di seluruh Indonesia.

“Desa Pajambon menjadi contoh bagaimana potensi lokal dapat dioptimalkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Melalui Program Desa BRILiaN, BRI tidak hanya menghadirkan pembiayaan, tetapi juga mendorong pendampingan dan penguatan ekosistem usaha secara menyeluruh. Pendekatan ini memperkuat peran desa sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan serta memberikan nilai tambah bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Pengembangan ekonomi desa berbasis potensi lokal dinilai mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Selain menciptakan lapangan pekerjaan, model tersebut juga memperkuat daya tahan ekonomi desa di tengah perubahan kondisi ekonomi nasional.

Di sisi lain, penguatan sektor wisata berbasis alam dan pertanian memberi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan produk kreatif lokal. Langkah itu sekaligus memperluas promosi potensi desa kepada masyarakat yang lebih luas.

Keberhasilan Desa Pajambon dalam Program Desa BRILiaN menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan lembaga keuangan dalam membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.

Pengembangan klaster usaha yang terintegrasi juga menjadi strategi penting agar potensi lokal tidak hanya berkembang sebagai sektor produksi, tetapi mampu memberikan nilai tambah ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat desa.

Program pemberdayaan desa seperti Desa BRILiaN diharapkan terus mendorong pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Dengan dukungan pendampingan dan akses pembiayaan, desa-desa di Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk berkembang secara mandiri dan kompetitif.(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Verified by MonsterInsights