Wakaf Produktif BSI dan IPB Dorong Pendidikan Berkelanjutan
Bogor Ekoin.co – Wakaf Produktif kembali diperkuat melalui kolaborasi antara PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI dan IPB University. Komitmen tersebut ditegaskan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) strategis dalam forum World University Network for Productive Waqf (WUNPROQ) yang bertujuan mengembangkan instrumen keuangan syariah untuk mendukung pendidikan dan kesejahteraan mahasiswa.
Kerja sama ini menjadi langkah lanjutan kedua institusi dalam memanfaatkan potensi wakaf sebagai instrumen ekonomi berkelanjutan. Melalui sinergi tersebut, BSI dan IPB University berupaya menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi mahasiswa sekaligus memperkuat ekosistem keuangan sosial syariah di Indonesia.
Kolaborasi yang dibangun mencakup penguatan layanan wakaf digital melalui super-app BYOND by BSI. Selain itu, kedua pihak juga meluncurkan Program BSI Deposito Wakaf Seri HA IPB Jilid 3 sebagai bagian dari optimalisasi Islamic Social Finance yang dikelola secara modern, transparan, dan produktif.
Inisiatif tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi sektor pendidikan. Melalui pengelolaan dana yang terstruktur, hasil pengembangan wakaf dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program pendidikan bagi mahasiswa.
Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, mengatakan kolaborasi dengan IPB University merupakan komitmen bersama dalam memperluas pemanfaatan instrumen keuangan syariah, khususnya wakaf produktif.
“Melalui sinergi bersama IPB University, kami ingin menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi mahasiswa sekaligus memperkuat ekosistem keuangan sosial syariah di Indonesia,” ujarnya.

Wakaf Produktif BSI dan IPB Diperkuat Lewat Digitalisasi
Pengembangan ekosistem wakaf produktif yang dilakukan BSI turut didukung oleh transformasi digital yang terus berkembang. Salah satu instrumen yang dimanfaatkan adalah BYOND by BSI yang kini menjadi kanal layanan keuangan syariah bagi masyarakat.
Berdasarkan data perusahaan, platform digital tersebut telah mencapai 9,8 juta pengguna. Kehadiran BYOND by BSI memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat untuk memanfaatkan berbagai layanan keuangan syariah, termasuk layanan wakaf uang secara digital.
Melalui pendekatan digital, proses penghimpunan dan pengelolaan dana wakaf dapat dilakukan secara lebih efisien. Langkah ini juga memperluas jangkauan partisipasi masyarakat dalam mendukung program sosial berbasis syariah.
Di sisi lain, komitmen BSI dalam memperkuat instrumen sosial syariah berjalan seiring dengan pertumbuhan kinerja keuangan perusahaan. Berdasarkan laporan keuangan Kuartal I 2026, BSI mencatat total aset sebesar Rp460,13 triliun atau tumbuh 14,78 persen secara tahunan.
Pada periode yang sama, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp2,2 triliun atau meningkat 17,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan dana pihak ketiga serta efisiensi yang diperoleh melalui transformasi digital.
Wakaf Produktif Beri Manfaat Nyata bagi Mahasiswa
Kolaborasi antara BSI dan IPB University yang diinisiasi Unit Wakaf dan Dana Sosial serta DPP Himpunan Alumni IPB telah menghasilkan manfaat nyata bagi mahasiswa melalui program Deposito Wakaf yang dijalankan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada pelaksanaan dua seri sebelumnya, program tersebut berhasil menyalurkan bantuan biaya pendidikan senilai Rp1,56 miliar kepada lebih dari 352 mahasiswa penerima beasiswa. Capaian tersebut menunjukkan kontribusi wakaf produktif dalam mendukung akses pendidikan yang lebih luas.
Melanjutkan program yang telah berjalan, IPB University kembali memperkuat partisipasinya dengan menempatkan dana sebesar Rp10 miliar pada Program BSI Deposito Wakaf Seri HA IPB Jilid 3. Dana tersebut akan dikelola melalui skema wakaf produktif berbasis perbankan syariah.
Dalam skema tersebut, nilai pokok deposito tetap terjaga, sementara hasil pengembangannya digunakan untuk mendukung program beasiswa pendidikan bagi mahasiswa. Model ini memungkinkan manfaat wakaf terus berlanjut tanpa mengurangi nilai pokok dana yang ditempatkan.
Melalui pengelolaan yang berkelanjutan, program ini diharapkan mampu memberikan dukungan yang konsisten bagi mahasiswa yang membutuhkan bantuan pendidikan. Selain itu, pendekatan tersebut juga memperlihatkan bagaimana instrumen keuangan syariah dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia.
BSI dan IPB University berharap kolaborasi ini dapat menjadi contoh pengelolaan wakaf produktif yang efektif di Indonesia. Model tersebut diharapkan dapat memperluas pemanfaatan instrumen keuangan sosial syariah dalam mendukung sektor pendidikan.
Optimalisasi wakaf nasional juga menjadi bagian dari tujuan jangka panjang yang ingin dicapai melalui kerja sama tersebut. Dengan potensi yang besar, wakaf produktif dapat berkontribusi terhadap pembangunan pendidikan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Penguatan kolaborasi antara institusi pendidikan dan industri keuangan syariah dinilai penting untuk menciptakan manfaat yang berkelanjutan. Sinergi tersebut memungkinkan pengelolaan dana sosial dilakukan secara lebih profesional dan produktif.
Selain mendukung mahasiswa, program wakaf produktif juga memperkuat literasi masyarakat terhadap instrumen keuangan syariah. Dengan demikian, pemanfaatan wakaf tidak hanya bersifat sosial, tetapi juga mampu menghasilkan dampak ekonomi yang berkelanjutan.
Melalui Program BSI Deposito Wakaf Seri HA IPB Jilid 3, kedua institusi berupaya memperluas manfaat wakaf untuk mendukung pendidikan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menghadirkan kemaslahatan yang lebih luas bagi umat dan bangsa.(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v























Tinggalkan Balasan