Human Capital PLN Raih Penghargaan Best C-Suite Leader
Singapura Ekoin.co – Human Capital PLN kembali memperoleh pengakuan internasional seiring upaya PT PLN (Persero) memperkuat pengelolaan sumber daya manusia di tengah percepatan transisi energi dan transformasi bisnis. Komitmen tersebut mendapat apresiasi dalam ajang HR Tech Asia 2026 yang berlangsung di Singapura pada Selasa (5/5).
Dalam forum manajemen sumber daya manusia tingkat Asia tersebut, Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Yusuf Didi Setiarto, meraih penghargaan Best C-Suite Leader. Penghargaan tersebut diberikan atas kepemimpinannya dalam mendorong transformasi human capital di lingkungan PLN.
Pencapaian tersebut menjadi salah satu bukti pengakuan terhadap langkah PLN dalam membangun organisasi yang lebih adaptif, inovatif, dan siap menghadapi perubahan industri energi yang berlangsung cepat dalam beberapa tahun terakhir.
Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, perusahaan terus memperkuat pengembangan talenta, budaya kerja, serta pengalaman karyawan atau employee experience sebagai fondasi dalam meningkatkan daya saing perusahaan.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan transformasi perusahaan.
Menurut Darmawan, pengembangan SDM memiliki peran strategis dalam menghadapi tantangan bisnis, mempercepat transisi energi nasional, serta menjaga daya saing perusahaan di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.

Human Capital PLN Perkuat Talenta Hadapi Transisi Energi
Darmawan menjelaskan bahwa fungsi human capital saat ini tidak lagi terbatas pada pengelolaan administrasi kepegawaian. Sebaliknya, fungsi tersebut telah berkembang menjadi penggerak utama transformasi perusahaan melalui berbagai program strategis.
“Saat ini, fungsi human capital di PLN telah berkembang menjadi penggerak utama transformasi perusahaan melalui penguatan budaya kerja, inovasi, dan pengembangan talenta unggul yang siap menghadapi transisi energi guna mewujudkan swasembada energi nasional,” ujar Darmawan.
Transformasi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh insan PLN memiliki kemampuan yang relevan dengan perkembangan industri energi. Dengan demikian, perusahaan dapat merespons perubahan teknologi dan kebutuhan bisnis secara lebih cepat.
Selain memperkuat kompetensi individu, PLN juga berupaya membangun budaya kerja yang mendukung kolaborasi, inovasi, dan produktivitas. Pendekatan ini menjadi bagian penting dalam menciptakan organisasi yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Sejalan dengan hal tersebut, Yusuf Didi Setiarto menilai penghargaan yang diterimanya merupakan refleksi dari konsistensi perusahaan dalam membangun sistem human capital yang terintegrasi melalui pendekatan people-centric leadership.
Ia menjelaskan bahwa transformasi yang dijalankan PLN tidak hanya berfokus pada pemanfaatan teknologi dan digitalisasi proses kerja, tetapi juga pada pengembangan kualitas sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan.
Human Capital PLN Dorong Organisasi Agile dan Inovatif
“Transformasi human capital yang kami jalankan tidak hanya berfokus pada digitalisasi proses kerja, tetapi juga membangun SDM yang lebih adaptif, inovatif, dan responsif sehingga memperkuat kontribusi perusahaan dalam menghadirkan layanan yang lebih baik bagi masyarakat,” ungkap Yusuf Didi.
Dalam membangun organisasi yang agile, PLN juga terus menjalankan berbagai program capacity building bagi seluruh pegawai. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi di berbagai bidang yang mendukung kebutuhan perusahaan.
Melalui program tersebut, pegawai memperoleh kesempatan mengikuti pendampingan studi baik di dalam negeri maupun luar negeri. Langkah ini dilakukan untuk memperluas wawasan, meningkatkan keahlian, serta memperkuat daya saing sumber daya manusia PLN.
Pengembangan talenta menjadi salah satu fokus utama perusahaan dalam menghadapi tantangan masa depan. PLN berupaya memastikan setiap pegawai memiliki peluang untuk berkembang dan memberikan kontribusi maksimal bagi perusahaan.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat pengembangan talenta dan menciptakan lingkungan kerja yang memungkinkan setiap insan PLN untuk bertumbuh dan memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan dan masyarakat,” tambahnya.
Selain meraih penghargaan Best C-Suite Leader, PLN juga mencatat prestasi lain dalam ajang HR Tech Asia 2026. Perseroan berhasil masuk sebagai finalis kategori Excellence in Workplace Wellness and Wellbeing bersama sejumlah perusahaan dan institusi internasional.
Pencapaian tersebut mencerminkan perhatian perusahaan terhadap aspek kesejahteraan pegawai. PLN terus membangun lingkungan kerja yang sehat, inklusif, dan mendukung produktivitas secara berkelanjutan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menciptakan keseimbangan antara kinerja bisnis dan kesejahteraan sumber daya manusia. Lingkungan kerja yang mendukung dinilai penting untuk menjaga motivasi serta kualitas kinerja pegawai.
Penguatan human capital juga menjadi salah satu elemen utama dalam mendukung transformasi PLN menuju perusahaan energi yang lebih modern dan kompetitif. Dengan SDM yang unggul, perusahaan memiliki fondasi yang lebih kuat dalam menjalankan berbagai agenda strategis.
Di tengah percepatan transisi energi nasional, PLN terus menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai prioritas utama. Strategi tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas organisasi dalam menghadapi tantangan masa depan sekaligus mendukung layanan yang lebih baik bagi masyarakat.
Pengakuan internasional yang diterima dalam ajang HR Tech Asia 2026 menjadi bagian dari perjalanan transformasi perusahaan yang terus berfokus pada pengembangan talenta, budaya kerja, dan kesejahteraan pegawai sebagai modal utama menuju perusahaan energi berdaya saing global.(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v























Tinggalkan Balasan