EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda POLKUM HUKUM
Aksi Damai, Ribuan Massa Dukung Hasto Kristiyanto di Pengadilan Tipikor Jakarta

Oplus_131072

Aksi Damai, Ribuan Massa Dukung Hasto Kristiyanto di Pengadilan Tipikor Jakarta

Hasto Kristiyanto membacakan pledoi setebal 108 halaman, diiringi dukungan ribuan massa yang menolak kriminalisasi dan menuntut keadilan dalam proses hukum di PN Tipikor Jakarta Pusat.

Abah Mamat oleh Abah Mamat
10 Juli 2025
Kategori HUKUM, POLKUM
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta ,EKOIN.CO — Ribuan warga memadati kawasan Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat pada Rabu (10/7/2025), menunjukkan solidaritas terhadap Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.
Massa datang sejak pagi, sebagian besar berasal dari berbagai daerah sekitar Jabodetabek, memenuhi ruas jalan.
Mereka membawa atribut organisasi seperti bendera merah, spanduk, dan kaos bertuliskan pesan-pesan perlawanan.
Suasana terasa hidup dengan nyanyian perjuangan dan orasi yang silih berganti dari atas mobil komando.

Peserta aksi mengenakan kaos bertuliskan #HASTO TAHANAN POLITIK, Lawan Pemilu Curang, dan Jangan Takut Bicara Kebenaran.

Massa Turun Dalam Solidaritas

Spanduk besar terbentang di pagar jalan dan pepohonan sepanjang rute menuju pengadilan.

Beberapa spanduk menyatakan: “Gara-gara Jokowi, Hakim dan Jaksa Diintimidasi!!!”, dan “Jokowi Bukan Tuhan, Jangan Takut Pada Jokowi!”
Aksi ini diikuti oleh organisasi seperti Repdem, Komunitas Relawan Demokrasi, dan kelompok masyarakat sipil lainnya.

Orasi disampaikan oleh perwakilan organisasi, yang menekankan pentingnya menjaga marwah hukum dan demokrasi.
“Kalau hukum bisa dipakai alat kekuasaan, maka rakyat akan jadi korban,” ujar Arief dari Komunitas Demokrasi Rakyat.

Berita Menarik Pilihan

Ketua Pengadilan Depok dan Juru Sita Ikut Diamankan KPK

JPU Bongkar ‘Mas Menteri Core Team’: Skandal Mark-Up Chromebook 100 Persen Terkuak di Persidangan

Kritik Terhadap Kriminalisasi

Di tengah kerumunan, beberapa peserta membagikan selebaran tentang kronologi kasus Hasto.
“Ini bukan sekadar bela Hasto, ini soal melawan ketidakadilan yang terstruktur,” kata Winda dari Jakarta Selatan.
Ia menyebut banyak tokoh oposisi menghadapi kasus hukum menjelang atau pasca pemilu.
Massa juga membawa poster bertuliskan: “Apa Gara-Gara Jokowi, Hukum Jadi Rusak?”
Salah satu orator menyebut bahwa sidang ini adalah ujian integritas sistem hukum Indonesia.

Pleidoi Pribadi dan Tim Hukum

Hasto akan membacakan pleidoi pribadinya yang ditulis tangan sepanjang 108 halaman.
Total pleidoi termasuk dari tim hukum mencapai 3.550 halaman, menurut penjelasan pengacara.

Tim kuasa hukum Hasto terdiri dari nama-nama ternama seperti Febri Diansyah, Maqdir Ismail, dan Todung Mulya Lubis.
Pledoi memuat pembelaan atas tuduhan suap terhadap eks Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.

Hasto juga menyinggung soal dugaan intervensi dalam proses penyidikan oleh KPK

Pembelaan Moral dan Ideologis

Dalam pleidoinya, Hasto menyampaikan bahwa ia menjadi korban dari sistem yang kehilangan arah.
Ia menyebut kriminalisasi terhadap dirinya adalah bagian dari upaya membungkam suara partai oposisi.
“Saya berdiri di sini bukan karena kesalahan hukum, tapi karena saya memilih jalan perjuangan,” ucapnya dalam ruang sidang.
Hasto juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengatur suap dalam perkara PAW Harun Masiku.
Menurutnya, tuduhan itu tidak berdasar dan tidak pernah diperkuat bukti langsung.

Sorotan terhadap KPK

Febri Diansyah dalam keterangannya menyebut bahwa proses hukum ini sarat kejanggalan.
Ia mengatakan penyidik KPK menolak menghadirkan saksi yang bisa meringankan posisi Hasto.
“Proses hukum ini tidak bisa dilepaskan dari tekanan politik,” ujar Febri kepada wartawan.
Tim hukum juga mengkritisi penetapan tersangka yang dilakukan secara tergesa-gesa.
Todung Mulya Lubis menilai penahanan Hasto lebih sebagai upaya mematikan kritik terhadap kekuasaan.

Aksi Tetap Damai dan Tertib

Meski jumlah massa mencapai ribuan, suasana tetap tertib dan terkendali sepanjang hari.
Aparat keamanan terlihat berjaga di sejumlah titik, namun tidak terjadi benturan.
Petugas mengatur lalu lintas di sekitar gedung pengadilan yang sempat tersendat.
Koordinator aksi secara berkala mengingatkan peserta untuk menjaga ketertiban.
Beberapa relawan juga membagikan air mineral dan makanan ringan kepada peserta aksi.

Harapan dari Proses Sidang

Pihak keluarga berharap agar majelis hakim dapat mengambil keputusan dengan independen.
Maria Stefani Ekowati, istri Hasto, menyampaikan harapannya agar hukum ditegakkan dengan adil.
“Saya percaya pada kejujuran Hasto, dan saya yakin rakyat juga melihat itu,” ujarnya.
Ia mengajak publik untuk terus mengawal proses hukum dengan cermat dan kritis.
Menurutnya, dukungan rakyat hari ini adalah bukti bahwa Hasto tidak sendirian.(*)

Berlangganan gratis WANEWS EKOIN lewat saluran WhatsUp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: Djarot Saiful HidayatFebri DiansyahHarun MasikuHasto KristiyantoKPKkriminalisasi oposisiMaria EkowatiPDIPpledoiPN Tipikor JakartaRepdemsidang korupsi.Todung Mulya LubisWahyu Setiawan
Post Sebelumnya

Penasehat Hukum Hasto Kristiyanto Bacakan Pleidoi, Harap Hakim Bisa Tegakkan Keadilan.

Post Selanjutnya

TNI Wujudkan Aksi Nyata, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Abah Mamat

Abah Mamat

Berita Terkait

Ketua Pengadilan Depok dan Juru Sita Ikut Diamankan KPK

Ketua Pengadilan Depok dan Juru Sita Ikut Diamankan KPK

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Depok, Ekoin.co - Tak hanya Wakilnya, Ketua Pengadilan Negeri Kota Depok dan juru sita ikut diamankan dalam operasi tangkap tangan...

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Roy Riadi membedah fakta material terkait dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Sidang mengungkap adanya grup WhatsApp internal "Core Team" yang diduga menjadi wadah pengaturan spesifikasi dan harga proyek sebelum tender resmi dijalankan. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

JPU Bongkar ‘Mas Menteri Core Team’: Skandal Mark-Up Chromebook 100 Persen Terkuak di Persidangan

oleh Iwan Purnama
6 Februari 2026
0

“Dari bukti elektronik aplikasi pesan singkat, terungkap keberadaan sejumlah grup WhatsApp, termasuk Mas Menteri Core Team, yang secara aktif membahas...

Suasana persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook Kemendikbudristek di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Jaksa kini tengah mendalami dugaan penyimpangan tata kelola dan perencanaan proyek yang diduga merugikan keuangan negara. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Sidang Korupsi Chromebook: Jaksa Ungkap Nama Nadiem dan Dugaan ‘Setelan’ Proyek Sebelum Pengadaan

oleh Admin EKOIN.CO
6 Februari 2026
0

Persidangan juga menampilkan dokumen yang mengungkap perbedaan mencolok antara harga pasar perangkat dan nilai pengadaan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Roy Riadi saat memberikan keterangan pers usai sidang lanjutan korupsi pengadaan Chromebook Kemendikbudristek di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026). Persidangan mengungkap adanya grup koordinasi internal dan dugaan penggelembungan harga hingga dua kali lipat dari harga pasar. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

JPU Ungkap Fakta Mengejutkan di Sidang Nadiem Makarim: Ada Mark-Up Harga Laptop Hingga Dua Kali Lipat

oleh Admin EKOIN.CO
6 Februari 2026
0

Dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026), Jaksa Penuntut Umum Roy Riadi menegaskan bahwa sejumlah bukti persidangan...

Post Selanjutnya
TNI Wujudkan Aksi Nyata, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

TNI Wujudkan Aksi Nyata, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.