EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda POLKUM HUKUM
Kejagung Beri Dua Pilihan untuk Riza Chalid, Balik ke Indonesia atau Jadi Buron Internasional!

Kejagung Beri Dua Pilihan untuk Riza Chalid, Balik ke Indonesia atau Jadi Buron Internasional!

Riza Chalid diberi dua pilihan, kooperatif atau jadi buron internasional.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
17 Juli 2025
Kategori HUKUM, POLKUM
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Kejaksaan Agung (Kejagung) memberikan dua opsi tegas kepada M Riza Chalid, yaitu kembali ke Indonesia untuk menjalani proses hukum atau ditetapkan sebagai buronan internasional. Langkah ini diambil setelah beberapa kali upaya pemanggilan terhadap Riza Chalid tidak mendapat respons, bahkan ketika masih berstatus saksi.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Ultimatum Kejagung: Pulang atau Jadi Buronan

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, menyatakan bahwa penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) akan segera memanggil Riza Chalid sebagai tersangka. Pemanggilan ini merupakan bagian dari penyidikan kasus korupsi besar yang merugikan negara ratusan triliun rupiah.

“Riza Chalid sementara akan dipanggil dulu sebagai tersangka,” ujar Anang di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis, 17 Juli 2025. Ia menambahkan, penyidik masih membutuhkan keterangan Riza Chalid secara langsung.

Berita Menarik Pilihan

Ketua Pengadilan Depok dan Juru Sita Ikut Diamankan KPK

JPU Bongkar ‘Mas Menteri Core Team’: Skandal Mark-Up Chromebook 100 Persen Terkuak di Persidangan

Riza Chalid belum pernah memenuhi panggilan pemeriksaan sebelumnya, bahkan ketika masih berstatus sebagai saksi. Sejumlah upaya untuk mencegah dirinya bepergian ke luar negeri juga gagal menghentikan pergerakannya.

Menurut Anang, penyidik tengah mempertimbangkan langkah selanjutnya, termasuk memasukkan Riza Chalid ke dalam daftar pencarian orang (DPO) dan menerbitkan red notice melalui Interpol. Hal ini dilakukan untuk mendesak kepulangannya.

“Pekan ini akan dilihat perkembangannya, apakah akan ditetapkan sebagai DPO dan red notice,” ungkap Anang. Ia menegaskan bahwa semua tergantung dari sikap kooperatif Riza Chalid ke depan.

Korupsi Triliunan, Anak Riza Sudah Ditahan

Riza Chalid sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Jampidsus dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina subholding pada Kamis, 10 Juli 2025. Kasus ini diperkirakan menimbulkan kerugian negara hingga Rp 285 triliun selama periode 2018-2023.

Dalam penyidikan perkara tersebut, sebanyak 18 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan seluruhnya telah ditahan. Termasuk di antaranya adalah M Kerry Andrianto Riza alias Kerry, yang merupakan anak dari Riza Chalid.

Namun hingga kini, Riza Chalid masih berada di luar negeri dan belum ditahan. Direktur Penyidikan Jampidsus Abdul Qohar menyatakan bahwa penyidik telah tiga kali melayangkan surat panggilan kepada Riza Chalid sebelum menetapkannya sebagai tersangka.

“Namun tiga kali pemanggilan itu tak pernah digubris,” ungkap Qohar. Ia juga menambahkan bahwa status pencegahan bepergian ke luar negeri terhadap Riza Chalid tidak efektif menghentikan keberadaannya di luar negeri.

Qohar mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengetahui keberadaan Riza Chalid. “Saat ini keberadaan yang bersangkutan di luar negeri, di Singapura,” kata Qohar dalam pernyataan terpisah.

Ia menegaskan, jika Riza Chalid tidak kunjung pulang, maka Kejagung akan mengambil langkah hukum yang lebih keras, termasuk proses pemulangan paksa sesuai prosedur internasional.

“Langkah-langkah ini untuk mendatangkan yang bersangkutan agar menjalani proses hukum yang berlaku,” tegas Qohar. Ia mengajak Riza Chalid untuk bersikap kooperatif demi kelancaran proses hukum.

Sejauh ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Riza Chalid. Sementara itu, Kejagung memastikan penyidikan akan tetap berlanjut tanpa pengecualian terhadap siapa pun yang terlibat dalam kasus ini.

Anang menegaskan bahwa Kejaksaan berkomitmen menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Ia menyatakan, semua pihak yang terlibat akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Semua tersangka sudah ditahan. Yang belum hanya Riza Chalid karena berada di luar negeri. Tapi kita akan terus kejar,” ujar Anang.

Pihak Kejaksaan juga menyatakan telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memperkuat upaya hukum terhadap Riza Chalid, termasuk kerja sama internasional jika diperlukan.

Langkah penetapan red notice akan memungkinkan aparat penegak hukum di negara lain membantu penangkapan dan pemulangan Riza Chalid ke Indonesia.

Kasus ini mendapat perhatian publik luas karena nilai kerugian negara yang fantastis dan melibatkan tokoh penting dalam industri minyak nasional.

Pemeriksaan terhadap Riza Chalid diyakini sangat penting untuk mengungkap jaringan kasus korupsi ini secara menyeluruh, mengingat posisinya sebagai tokoh sentral.

Kejagung mengimbau agar semua pihak mendukung proses hukum dan tidak memberikan perlindungan terhadap tersangka yang berusaha menghindar dari tanggung jawab.

dari perkembangan kasus ini menunjukkan bahwa aparat penegak hukum sedang berada pada tahap krusial untuk membawa tersangka utama ke hadapan hukum. Riza Chalid yang selama ini berada di luar negeri menjadi satu-satunya tersangka yang belum tersentuh hukum secara langsung. Oleh karena itu, tindakan pemanggilan dan opsi red notice menjadi langkah logis dan terukur untuk menuntaskan perkara ini.

Publik patut mengikuti perkembangan lanjutan dari penyidikan ini, mengingat implikasi ekonomi dan hukum dari kasus dugaan korupsi tersebut sangat besar. Transparansi dan akuntabilitas sangat diperlukan agar proses penegakan hukum berjalan kredibel dan tidak menimbulkan prasangka di masyarakat.

bagi Riza Chalid, sebaiknya ia bersikap kooperatif dan kembali ke Indonesia untuk menjalani pemeriksaan. Penundaan atau penghindaran justru bisa memperburuk posisi hukumnya dan berdampak pada upaya hukum yang lebih luas.

Pemerintah Indonesia dan aparat hukum disarankan segera memperkuat kerja sama dengan otoritas luar negeri untuk mempercepat proses ekstradisi jika diperlukan. Langkah ini akan mengirimkan pesan tegas bahwa pelaku korupsi tidak akan bisa berlindung di balik batas negara.

Perlu juga dilakukan evaluasi terhadap efektivitas sistem pencegahan keberangkatan tersangka ke luar negeri agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. (*)


 

Tags: DPOKejagungkorupsi pertaminared noticeRiza ChalidSingapura
Post Sebelumnya

Hakim Tolak Eksepsi Nikita Mirzani Hari Ini,Sidang Berlanjut

Post Selanjutnya

Tarif 19 Persen Amerika, Yusuf Dumdum: Indonesia Diinjak Trump, Masih Saja Ada yang Menjilat

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Ketua Pengadilan Depok dan Juru Sita Ikut Diamankan KPK

Ketua Pengadilan Depok dan Juru Sita Ikut Diamankan KPK

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Depok, Ekoin.co - Tak hanya Wakilnya, Ketua Pengadilan Negeri Kota Depok dan juru sita ikut diamankan dalam operasi tangkap tangan...

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Roy Riadi membedah fakta material terkait dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Sidang mengungkap adanya grup WhatsApp internal "Core Team" yang diduga menjadi wadah pengaturan spesifikasi dan harga proyek sebelum tender resmi dijalankan. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

JPU Bongkar ‘Mas Menteri Core Team’: Skandal Mark-Up Chromebook 100 Persen Terkuak di Persidangan

oleh Iwan Purnama
6 Februari 2026
0

“Dari bukti elektronik aplikasi pesan singkat, terungkap keberadaan sejumlah grup WhatsApp, termasuk Mas Menteri Core Team, yang secara aktif membahas...

Suasana persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook Kemendikbudristek di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Jaksa kini tengah mendalami dugaan penyimpangan tata kelola dan perencanaan proyek yang diduga merugikan keuangan negara. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Sidang Korupsi Chromebook: Jaksa Ungkap Nama Nadiem dan Dugaan ‘Setelan’ Proyek Sebelum Pengadaan

oleh Admin EKOIN.CO
6 Februari 2026
0

Persidangan juga menampilkan dokumen yang mengungkap perbedaan mencolok antara harga pasar perangkat dan nilai pengadaan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Roy Riadi saat memberikan keterangan pers usai sidang lanjutan korupsi pengadaan Chromebook Kemendikbudristek di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026). Persidangan mengungkap adanya grup koordinasi internal dan dugaan penggelembungan harga hingga dua kali lipat dari harga pasar. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

JPU Ungkap Fakta Mengejutkan di Sidang Nadiem Makarim: Ada Mark-Up Harga Laptop Hingga Dua Kali Lipat

oleh Admin EKOIN.CO
6 Februari 2026
0

Dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026), Jaksa Penuntut Umum Roy Riadi menegaskan bahwa sejumlah bukti persidangan...

Post Selanjutnya
Tarif 19 Persen Amerika, Yusuf Dumdum: Indonesia Diinjak Trump, Masih Saja Ada yang Menjilat

Tarif 19 Persen Amerika, Yusuf Dumdum: Indonesia Diinjak Trump, Masih Saja Ada yang Menjilat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.