EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Ribuan Warga Israel Blokir Jalan Utama Tel Aviv Desak Gencatan Senjata di Gaza

Ribuan Warga Israel Blokir Jalan Utama Tel Aviv Desak Gencatan Senjata di Gaza

Ribuan warga Israel blokir jalan utama Tel Aviv. Protes tuntut gencatan senjata dan pemulangan sandera.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
4 Agustus 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tel Aviv EKOIN.CO – Ribuan warga Israel memblokir sejumlah jalan utama di Tel Aviv, Minggu (3/8/2025), mendesak pemerintah segera menyepakati gencatan senjata dengan Hamas dan memulangkan para sandera yang masih ditahan di Gaza. Aksi protes ini memuncak setelah kemarahan publik terhadap pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu semakin meluas.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Demonstrasi dimotori oleh keluarga para sandera Israel dan telah berlangsung sejak Sabtu. Ribuan orang turun ke jalan, menuntut agar perang segera dihentikan dan kesepakatan pertukaran sandera dengan Hamas segera tercapai.

Menurut laporan surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth, salah satu jalan utama yang diblokir massa adalah Jalan Raya Ayalon. Jalan tersebut merupakan akses penting di pusat Tel Aviv, dan sempat lumpuh akibat pemblokiran sebelum polisi membubarkan massa secara paksa.

Pembubaran paksa oleh aparat keamanan memicu bentrokan. Massa yang bertahan dipaksa meninggalkan lokasi, namun gelombang demonstrasi berlanjut di titik-titik lain di kota tersebut. Aksi serupa juga terjadi di berbagai kota lain di Israel.

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

Peningkatan demonstrasi terjadi sejak Sabtu, sebagai bagian dari tekanan kepada Netanyahu agar segera mencapai kesepakatan gencatan senjata, dengan fokus utama membebaskan para sandera. Warga menganggap kelambanan pemerintah sebagai bentuk pengabaian terhadap keselamatan warganya sendiri.

Pemicu kemarahan terbaru adalah video yang dirilis sayap militer Hamas, Brigade Izzuddin Al Qassam, pada Jumat lalu. Dalam video tersebut terlihat sandera Israel bernama Evyatar David dalam kondisi sangat kurus dan kekurangan gizi.

Video lain yang memperparah amarah publik berasal dari kelompok Jihad Islam. Mereka merilis rekaman terakhir sandera Rom Braslavski dalam kondisi kritis akibat kelaparan sebelum kehilangan kontak. Kedua video ini memicu kekhawatiran terhadap nasib para sandera yang masih hidup.

Protes meluas desak kesepakatan damai

Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, menyampaikan kecaman keras terhadap pemerintahan Netanyahu. Ia menilai pemerintah tidak memiliki kepedulian terhadap nasib sandera maupun keluarga mereka, meskipun telah beredar video-video yang menunjukkan penderitaan para sandera.

“Bahkan setelah video-video ini, agenda pemerintah tidak berubah,” ungkap Lapid dalam pernyataan melalui media sosial X. Ia menuding Netanyahu lebih mementingkan keselamatan pribadi dan keluarganya dibandingkan dengan sandera.

Lapid menambahkan bahwa kabinet Israel kembali mengadakan rapat untuk membahas keamanan Netanyahu dan keluarganya, bukan untuk membahas strategi pembebasan sandera. Ia menyebut pemerintahan ini “gila, bangkrut secara moral, dan tidak peduli”.

Demonstrasi di Tel Aviv dan kota-kota lain menjadi cerminan meningkatnya tekanan domestik terhadap Netanyahu, yang dianggap gagal mencapai solusi politik dan kemanusiaan atas konflik berkepanjangan dengan Hamas di Gaza.

Serangan Israel ke Gaza yang dimulai sejak 7 Oktober 2023, telah menewaskan lebih dari 60.800 orang, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak. Jumlah korban luka mencapai hampir 150.000 orang hingga Minggu, menurut berbagai laporan internasional.

Sandera dan tekanan internasional

Dari total 250 sandera yang ditawan oleh Hamas sejak 7 Oktober, sekitar 50 orang masih berada di Gaza. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 orang diyakini masih hidup, termasuk Evyatar David dan Rom Braslavski yang kondisinya kini menjadi sorotan publik.

Gelombang tekanan juga datang dari dunia internasional. Sejumlah negara sekutu Israel mendesak agar krisis sandera segera diakhiri melalui jalur diplomatik, namun belum ada terobosan signifikan yang diumumkan secara resmi oleh pemerintah Israel.

Keluarga para sandera berjanji akan terus melanjutkan aksi protes hingga ada kepastian mengenai nasib kerabat mereka. Mereka menyatakan siap menggelar demonstrasi setiap hari sebagai bentuk desakan terhadap pengambil keputusan.

Beberapa organisasi kemanusiaan menyebut kondisi di Gaza semakin memburuk, dan penundaan penyelesaian konflik hanya akan memperbesar jumlah korban. Penyaluran bantuan kemanusiaan pun terkendala akibat pertempuran yang masih berlangsung.

dari aksi massa di Tel Aviv menunjukkan bahwa masyarakat Israel mulai kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Netanyahu dalam menangani isu-isu strategis, terutama terkait keselamatan warga sipil dan upaya penghentian perang.

Banyak warga menyuarakan bahwa perang yang berkepanjangan tidak hanya berdampak pada warga Gaza, tetapi juga secara langsung membahayakan warga Israel sendiri, khususnya sandera dan keluarga mereka.

Krisis ini dinilai telah mengikis stabilitas politik dalam negeri Israel, dengan meningkatnya aksi demonstrasi, kecaman dari oposisi, serta tekanan publik untuk mengakhiri konflik.

Pemerintah Israel dihadapkan pada dilema antara melanjutkan operasi militer atau mengambil langkah politik yang bisa mengakhiri konflik dan menyelamatkan sandera, meskipun konsekuensinya harus membuat konsesi terhadap Hamas.

Ketegangan politik dalam negeri Israel diprediksi akan meningkat jika pemerintah tidak segera mengambil keputusan konkrit dalam menyelesaikan krisis ini, baik dari sisi kemanusiaan maupun keamanan nasional.

Saran yang dapat diberikan adalah pentingnya pendekatan diplomatik segera guna menyelamatkan nyawa para sandera. Kesepakatan gencatan senjata sementara bisa menjadi jalan keluar guna memulai negosiasi yang lebih mendalam.

Pemerintah Israel perlu menjadikan nasib sandera sebagai prioritas utama, bukan sekadar agenda politik internal atau perlindungan terhadap elit pemerintahan.

Selain itu, dibutuhkan keterlibatan komunitas internasional sebagai penengah guna menjembatani kebuntuan yang terjadi antara Israel dan Hamas, serta memastikan hak-hak warga sipil tidak terus terabaikan.

Media dan masyarakat sipil juga memiliki peran penting untuk terus mengawal isu sandera agar tidak tenggelam dalam dinamika politik yang lebih luas, serta memastikan adanya transparansi dari pemerintah.

Upaya damai dan penghentian konflik seharusnya dikedepankan oleh semua pihak demi mencegah jatuhnya lebih banyak korban, baik dari pihak Palestina maupun Israel. Penyelesaian damai adalah kebutuhan mendesak bagi seluruh kawasan. (*)

 

Tags: demonstrasiGazaIsraelNetanyahusanderaTel Aviv
Post Sebelumnya

Politikus Israel Sebut Netanyahu Gila, Pentingkan Keamanan Pribadi Ketimbang Sandera

Post Selanjutnya

Slovenia Embargo Senjata Israel, Negara UE Pertama

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Post Selanjutnya
Slovenia Embargo Senjata Israel, Negara UE Pertama

Slovenia Embargo Senjata Israel, Negara UE Pertama

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.