EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda POLKUM HUKUM
PN Jakarta Pusat Gelar Sidang Eksepsi Hendry Lie, Tim Kuasa Hukum Ajukan Keberatan

Foto: EKOIN.CO

PN Jakarta Pusat Gelar Sidang Eksepsi Hendry Lie, Tim Kuasa Hukum Ajukan Keberatan

JPU menuduh bahwa kerja sama yang dilakukan PT Tinindo Internusa serupa dengan skema perbuatan perusahaan smelter swasta lainnya yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi timah.

Ibhent oleh Ibhent
3 Februari 2025
Kategori HUKUM, POLKUM
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta Pusat, EKOIN.CO – Sidang perkara pidana nomor 23/Pid.TPK/2025/PN.Jakarta Pusat dengan terdakwa Hendry Lie digelar di ruang sidang Prof. Dr. Kusumahatmaja, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pada Senin, 3 Februari 2025. Sidang yang dimulai pukul 10.45 WIB ini mengagendakan pembacaan eksepsi dari tim penasihat hukum Hendry Lie terhadap dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Tony Irfan, dengan dua anggota hakim, Teguh Santoso dan Mardiantos. Jaksa Penuntut Umum yang bertugas adalah Silvi.

Dalam sidang tersebut, tim penasihat hukum Hendry Lie menyampaikan nota keberatan atas surat dakwaan yang diajukan oleh JPU. Mereka menegaskan bahwa surat dakwaan tidak tepat, tidak adil, dan tidak sesuai dengan prinsip hukum yang berlaku. “Kami menyadari bahwa tujuan persidangan ini adalah mencari kebenaran dan keadilan, dua prinsip yang tak boleh tergerus oleh kepentingan apa pun, termasuk tekanan publik dan opini yang berkembang di masyarakat,” ujar salah satu penasihat hukum Hendry Lie dalam persidangan.

Menurut tim kuasa hukum, Hendry Lie didakwa dalam kapasitasnya sebagai pemegang saham PT Tinindo Internusa, salah satu perusahaan smelter yang bekerja sama dengan PT Timah Tbk. Namun, mereka menekankan bahwa terdakwa bukan pengurus atau pemegang saham PT Tinindo Internusa pada periode 2015-2022 serta tidak mengetahui proses kerja sama penyewaan dan pemrosesan timah dengan PT Timah Tbk. “Terdakwa tidak pernah menghadiri pertemuan maupun menandatangani perjanjian kerja sama antara PT Tinindo Internusa dan PT Timah Tbk,” tegas tim penasihat hukum.

Lebih lanjut, tim kuasa hukum juga membantah tuduhan JPU yang menyebut bahwa PT Tinindo Internusa berperan dalam membentuk dan mengendalikan CV Semar Jaya Perkasa, CV Bukit Persada Raya, dan CV Kawan Makmur Sejati sebagai sarana pengumpulan dana secara ilegal. “Jangankan membentuk dan mengendalikan, terdakwa bahkan tidak mengetahui nama dan keberadaan CV tersebut,” tambah mereka.

JPU menuduh bahwa kerja sama yang dilakukan PT Tinindo Internusa serupa dengan skema perbuatan perusahaan smelter swasta lainnya yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi timah. Namun, pihak penasihat hukum menilai bahwa fakta hukum yang terjadi di PT Tinindo Internusa berbeda dengan perusahaan smelter swasta lainnya. “Jaksa telah memaksakan agar PT Tinindo Internusa berada dalam lingkaran yang sama dengan perusahaan lain, meskipun faktanya tidak demikian,” jelas tim penasihat hukum Hendry Lie.

Berita Menarik Pilihan

Sebut Golkar Mirip Partai Sosialis, Bahlil Lahadalia Sentil Monopoli Izin Tambang ‘Orang Jakarta’

PKB Kunci Dukungan Prabowo Dua Periode, Kursi Cawapres 2029 Masih Jadi Teka-Teki

Foto: EKOIN.CO

Tim penasihat hukum juga menyoroti aspek hukum yang digunakan dalam dakwaan JPU. Mereka berargumen bahwa dakwaan yang diajukan tidak tepat karena tidak termasuk dalam substansi tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. “Seharusnya perkara ini diperiksa dalam pengadilan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang mengaturnya, bukan di pengadilan tindak pidana korupsi,” ungkap kuasa hukum.

Selain itu, mereka menyoroti penghitungan kerugian negara akibat dugaan tindak pidana ini. Jaksa mendasarkan perhitungannya pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2014, yang seharusnya digunakan dalam gugatan perdata atas kerusakan lingkungan. “Kerugian lingkungan yang dihitung berdasarkan peraturan tersebut tidak relevan untuk dijadikan dasar dalam perkara tindak pidana korupsi. Seharusnya kasus ini diperiksa dalam pengadilan lingkungan hidup, bukan di pengadilan tindak pidana korupsi,” ujar tim penasihat hukum.

Tim penasihat hukum juga mengacu pada Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pedoman Mengadili Perkara Lingkungan Hidup. Dalam Pasal 41 disebutkan bahwa perkara pidana yang menyangkut perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 dan peraturan pelaksanaannya, merupakan kewenangan peradilan umum yang wajib diperiksa sebagai perkara tindak pidana lingkungan hidup oleh majelis hakim lingkungan hidup. Oleh karena itu, mereka menilai bahwa perkara ini seharusnya tidak diperiksa di pengadilan tindak pidana korupsi.

Selain itu, tim kuasa hukum juga menyoroti bahwa surat dakwaan JPU tidak disusun dengan cermat, jelas, dan lengkap. Mereka berargumen bahwa surat dakwaan tidak menguraikan secara spesifik peran terdakwa dan kualifikasi perbuatan melawan hukum yang diduga dilakukan. Merujuk pada Pasal 143 ayat 2 KUHAP, mereka menegaskan bahwa surat dakwaan harus memenuhi syarat materiil dengan uraian yang jelas dan rinci.

Sidang yang berlangsung kurang lebih 45 menit itu akhirnya ditutup pada pukul 10.30 WIB dan akan dilanjutkan pada agenda persidangan berikutnya. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat akan menjadwalkan sidang lanjutan untuk mendengarkan tanggapan JPU terhadap eksepsi yang telah disampaikan oleh tim kuasa hukum terdakwa. (*)

Tags: agenda sidangCV Bukit Persada RayaCV Kawan Makmur SejatiCV Semar Jaya Perkasadakwaan JPUeksepsiengadilan Negeri Jakarta Pusatfakta hukumHendry Liekasus korupsi timahmajelis hakimpenasihat hukumpengadilan lingkungan hiduppenghitungan kerugian negaraPeraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023.Peraturan Menteri Lingkungan HidupPT Timah Tbksmelter swasta
Post Sebelumnya

Bahaya Mie Instan bagi Anak-Anak dan Remaja

Post Selanjutnya

Sidang Perkara Emas: Saksi Tegaskan Tidak Ada Keuntungan dari Cap Lebur dan Pemurnian

Ibhent

Ibhent

Berita Terkait

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia saat memberikan arahan dalam acara sosialisasi Empat Pilar di DPP Golkar, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Sebut Golkar Mirip Partai Sosialis, Bahlil Lahadalia Sentil Monopoli Izin Tambang ‘Orang Jakarta’

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pernyataan Bahlil dibaca sebagai sinyal penguatan agenda desentralisasi ekonomi dan keberpihakan pada pemerataan pembangunan, sekaligus menempatkan Golkar sebagai partai yang...

Ketua DPP PKB Saiful Huda

PKB Kunci Dukungan Prabowo Dua Periode, Kursi Cawapres 2029 Masih Jadi Teka-Teki

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Menurut Huda, perhatian PKB saat ini tertuju pada agenda strategis ekonomi yang disebut sebagai penguatan “ekonomi konstitusi”, terutama implementasi Pasal...

Tangkapan Layar Suasana jalan protokol yang dipenuhi atribut partai bersamaan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penertiban baliho yang merusak pemandangan kota. Konsistensi penegakan aturan tata ruang kini menjadi sorotan publik demi mewujudkan lingkungan perkotaan yang lebih asri. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Prabowo Sentil Baliho ‘Perusak’ Estetika Kota, Netizen Sindir Lautan Bendera Gerindra di Jalanan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Perdebatan kemudian bergeser pada isu standar penertiban. Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan apakah aturan estetika kota akan diterapkan merata, baik...

Ketua Pengadilan Depok dan Juru Sita Ikut Diamankan KPK

Tujuh Orang Terjaring OTT KPK, Ketua PN Depok hingga Direktur PT KRB

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Sebanyak tujuh orang terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis malam di Kota Depok....

Post Selanjutnya
Sidang Perkara Emas: Saksi Tegaskan Tidak Ada Keuntungan dari Cap Lebur dan Pemurnian

Sidang Perkara Emas: Saksi Tegaskan Tidak Ada Keuntungan dari Cap Lebur dan Pemurnian

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.