EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Tarif Trump 19% Ancam Ekonomi Nasional

Tarif Trump 19% Ancam Ekonomi Nasional

Tarif 19% dari AS diprediksi menjadi pukulan berat bagi ekonomi Indonesia. CORE mengidentifikasi tiga kerugian besar yang akan dialami Indonesia akibat kebijakan ini.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
13 Agustus 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, EKOIN.CO – Kebijakan tarif perdagangan resiprokal sebesar 19% yang resmi diberlakukan pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Indonesia sejak 7 Agustus 2025 diperkirakan akan menjadi pukulan berat bagi perekonomian nasional. Laporan terbaru Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia menilai bahwa meskipun angka tersebut telah turun dari level awal 32%, dampak negatif terhadap Indonesia tetap signifikan. (Baca Juga : Dampak Tarif Trump)

CORE menegaskan, detail kesepakatan yang diumumkan Gedung Putih justru memperlihatkan biaya negosiasi yang sangat mahal. “Detail kesepakatan yang diumumkan Gedung Putih justru menunjukkan biaya negosiasi yang sangat mahal bagi Indonesia,” tulis tim ekonom CORE dalam laporan berjudul Biaya Mahal Negosiasi Tarif.

Tiga Kerugian Besar Akibat Tarif

Kajian CORE mengidentifikasi setidaknya tiga kerugian besar yang akan dialami Indonesia akibat kebijakan tarif baru tersebut. Kerugian pertama adalah penyusutan nilai ekspor ke AS hingga USD9,23 miliar atau setara Rp149,8 triliun (kurs Rp16.232 per USD). Penurunan ini disebabkan kenaikan bea masuk yang menekan daya saing produk Indonesia di pasar Amerika. (Baca Juga : Penurunan Ekspor)

Produk-produk unggulan seperti tekstil, alas kaki, dan produk elektronik disebut akan menjadi sektor yang paling terpukul. CORE memperkirakan banyak pelaku usaha akan beralih mencari pasar alternatif, namun proses tersebut memerlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

Kerugian kedua yang dipaparkan adalah penurunan investasi asing langsung (FDI). Investor global cenderung mengalihkan modal ke negara-negara yang memiliki hubungan dagang lebih stabil dengan AS. Hal ini dapat mempengaruhi pertumbuhan industri manufaktur yang selama ini bergantung pada pasar ekspor.

Berita Menarik Pilihan

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

CORE menambahkan, situasi ini akan semakin kompleks karena penurunan investasi sering diikuti pengurangan kapasitas produksi. Kondisi tersebut berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor-sektor padat karya. (Baca Juga : Ancaman PHK)

Tekanan pada Kurs dan Stabilitas Ekonomi

Kerugian ketiga adalah tekanan pada nilai tukar rupiah dan stabilitas ekonomi. Berkurangnya aliran devisa dari ekspor membuat cadangan devisa Indonesia rentan tergerus. Dalam jangka menengah, situasi ini dapat memicu fluktuasi kurs yang lebih tajam.

Ekonom CORE menyebut, volatilitas kurs berisiko meningkatkan biaya impor bahan baku industri. Ketergantungan pada bahan baku impor menjadikan banyak produsen dalam negeri harus menghadapi beban ganda: penurunan ekspor dan kenaikan biaya produksi.

Kebijakan tarif AS juga dinilai akan memperlebar defisit neraca perdagangan Indonesia. Defisit ini, jika terus berlanjut, bisa mengganggu target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan pemerintah. (Baca Juga : Defisit Perdagangan)

Sejumlah analis memperingatkan bahwa kebijakan resiprokal seperti ini berpotensi memicu respons serupa dari Indonesia. Namun, langkah retaliasi juga harus dihitung matang agar tidak memperburuk posisi Indonesia di perdagangan global.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan menyatakan tengah menempuh langkah diplomasi untuk merundingkan pengurangan tarif. Menteri Perdagangan mengatakan bahwa pihaknya akan memanfaatkan forum multilateral seperti WTO untuk memperjuangkan kepentingan nasional.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai, upaya diplomasi perlu diiringi strategi diversifikasi pasar ekspor. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan pasar AS. Diversifikasi adalah kunci agar dampak tarif ini bisa diminimalisir,” ujar Wakil Ketua Kadin Bidang Perdagangan Internasional. (Baca Juga : Strategi Ekspor)

Beberapa pengamat memprediksi bahwa dalam enam bulan pertama, industri padat karya akan menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya. Produk tekstil dan alas kaki diperkirakan akan kehilangan 15–20% pangsa pasarnya di AS.

Sementara itu, pelaku usaha di sektor elektronik menilai tantangan yang dihadapi lebih berat. Pasalnya, rantai pasok global untuk komponen elektronik cenderung sulit dialihkan dalam waktu singkat, sehingga adaptasi terhadap tarif ini memerlukan strategi jangka panjang.

Ekspor produk pertanian juga terancam mengalami penurunan volume. Produk seperti kopi, kakao, dan rempah-rempah Indonesia selama ini mengandalkan pasar AS sebagai tujuan utama. Dengan adanya kenaikan bea masuk, harga jual produk tersebut akan kalah bersaing. (Baca Juga : Dampak Pertanian)

Di sisi lain, CORE menilai bahwa dampak kebijakan ini tidak hanya terasa pada skala makro, tetapi juga langsung pada masyarakat. Penurunan ekspor dan investasi akan memengaruhi penyerapan tenaga kerja, yang pada akhirnya menekan daya beli.

Kondisi tersebut dapat menciptakan efek domino terhadap sektor lain, termasuk transportasi, logistik, dan jasa penunjang industri. Biaya distribusi yang lebih tinggi akan mendorong kenaikan harga barang di pasar domestik.

Pemerintah diminta untuk segera menyiapkan paket kebijakan yang mampu mengantisipasi dampak berlapis dari kebijakan tarif AS ini. Dukungan terhadap industri kecil dan menengah dinilai penting untuk mempertahankan ketahanan ekonomi nasional.

Ekonom CORE menutup laporan dengan peringatan bahwa biaya yang ditanggung Indonesia dari kebijakan ini kemungkinan akan jauh lebih besar dibandingkan manfaat yang diperoleh dari kesepakatan awal. “Kita perlu memikirkan strategi jangka panjang yang tidak hanya defensif, tetapi juga ofensif di pasar global,” tegasnya. (Baca Juga : Strategi Global)

Kebijakan tarif AS terhadap Indonesia membawa risiko besar bagi perekonomian nasional, mulai dari penurunan ekspor, investasi, hingga tekanan kurs. Jika tidak diantisipasi, dampaknya bisa meluas ke sektor riil.

Indonesia perlu memperkuat diversifikasi pasar, meningkatkan daya saing produk, serta mengoptimalkan diplomasi perdagangan internasional untuk mengurangi dampak kebijakan ini. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: COREekonomieksporinvestasiperdagangan.tarif
Post Sebelumnya

BKN dan Kemenag Bahas Pengembangan SDM ASN

Post Selanjutnya

Rencana Indonesia Rawat Warga Gaza Menuai Kritik

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Moody's Investors Service (Moody's) mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, dengan penyesuaian outlook dari Stabil menjadi Negatif. Revisi...

Post Selanjutnya
Rencana Indonesia Rawat Warga Gaza Menuai Kritik

Rencana Indonesia Rawat Warga Gaza Menuai Kritik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.