EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Geopolitik Panas, Emas Jadi Primadona

Geopolitik Panas, Emas Jadi Primadona

Harga emas diprediksi menembus US$ 3.400 pekan ini. Faktor The Fed dan geopolitik dorong minat emas.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
25 Agustus 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, EKOIN.CO – Harga emas dunia diperkirakan kembali menanjak dan bisa menembus level US$ 3.400 per troy ounce pada pekan ini. Kenaikan harga emas itu dipicu oleh sinyal kuat pemangkasan suku bunga dari Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) serta meningkatnya ketegangan geopolitik di berbagai kawasan.

👉 Gabung WA Channel EKOIN untuk update emas

Harga Emas Didorong Kebijakan The Fed

Ketua The Fed, Jerome Powell, dalam pidatonya memberi isyarat kemungkinan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Pernyataan ini membuat pasar bereaksi positif terhadap emas sebagai aset lindung nilai. Investor memprediksi biaya pinjaman yang lebih rendah akan menekan imbal hasil obligasi dan mendorong pembelian logam mulia.

“Komentar Powell jelas membuka ruang bagi emas untuk terus menguat. Dengan ekspektasi suku bunga turun, investor cenderung mencari instrumen yang aman,” ujar seorang analis pasar global.

Sementara itu, dolar AS juga melemah tipis setelah pernyataan Powell. Kondisi tersebut semakin memperkuat prospek harga emas karena logam mulia menjadi lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Berita Menarik Pilihan

Risiko Kepastian Kebijakan Menghantui, Moody’s Ubah Outlook Ekonomi Indonesia Jadi Negatif

Jurus Klasik Jelang Ramadan: Pramono Obral Target Inflasi Rendah Saat Harga Sembako Mulai ‘Pemanasan’

Geopolitik Angkat Sentimen Harga Emas

Selain faktor kebijakan moneter, eskalasi geopolitik turut menambah dorongan harga emas. Situasi di Timur Tengah kembali memanas, ditambah konflik Rusia-Ukraina yang belum mereda. Lonjakan ketidakpastian global ini membuat investor memilih emas sebagai aset aman (safe haven).

“Ketidakpastian geopolitik tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Ini menjadi alasan utama mengapa emas kembali menjadi primadona,” kata seorang ekonom di Eropa.

Peningkatan minat investor terhadap emas tercermin dari aliran dana besar ke produk investasi berbasis logam mulia. Permintaan emas batangan dan koin juga menunjukkan kenaikan di beberapa pasar utama seperti Asia dan Timur Tengah.

Harga emas sudah menguat signifikan sepanjang bulan ini, dengan rata-rata kenaikan lebih dari 8%. Jika momentum terus berlanjut, target US$ 3.400 per troy ounce diprediksi akan tercapai lebih cepat dari perkiraan.

Analis memperkirakan tren positif harga emas akan bertahan dalam jangka menengah, terutama jika The Fed benar-benar menurunkan suku bunga. Selain itu, konflik geopolitik yang berlarut-larut dipandang sebagai faktor utama pendorong lonjakan harga emas.

Investor global kini menyiapkan strategi untuk menghadapi kondisi pasar yang tidak pasti. Emas diyakini tetap menjadi instrumen utama untuk menjaga nilai kekayaan di tengah risiko resesi dan ketidakstabilan global.

Bagi pasar domestik, kenaikan harga emas dunia biasanya diikuti dengan peningkatan harga emas Antam di dalam negeri. Pelaku pasar emas ritel di Indonesia pun diprediksi akan merasakan dampaknya dalam waktu dekat.

Dengan berbagai faktor tersebut, harga emas berpotensi menembus rekor baru dalam beberapa pekan mendatang. Para analis sepakat, emas akan tetap menjadi instrumen yang paling diburu ketika ketidakpastian global semakin besar.

Harga emas dunia menunjukkan potensi besar untuk kembali mencetak rekor baru. Sinyal pemangkasan suku bunga dari The Fed menjadi pemicu utama yang mendongkrak permintaan emas di pasar global.

Selain itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Eropa semakin memperkuat posisi emas sebagai aset aman bagi investor. Dengan kondisi ini, harga emas diperkirakan stabil pada tren naik.

Investor global semakin memperhatikan pergerakan logam mulia sebagai lindung nilai dari risiko ekonomi. Aliran modal besar ke pasar emas mencerminkan tingginya kepercayaan terhadap instrumen ini.

Kenaikan harga emas dunia juga berdampak langsung pada pasar domestik, terutama harga emas Antam yang biasanya mengikuti tren global. Hal ini memberi peluang bagi investor lokal untuk mengambil keuntungan.

Secara keseluruhan, prospek emas dalam jangka pendek dan menengah tetap positif. Selama ketidakpastian global berlanjut, emas akan terus menjadi pilihan utama investor. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: emas duniageopolitikharga emasinvestorsafe havenThe Fed
Post Sebelumnya

Aksi Demo DPR RI Warnai Senayan Jakarta

Post Selanjutnya

Investor Ragu Saat Semua Aset Mahal

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

BI berkomitmen memperkuat sinergi dengan Program Asta Cita Pemerintah guna menjaga stabilitas makroekonomi dan menarik investasi asing di tahun 2026. (Foto: Humas BI/Ekoin.co)

Risiko Kepastian Kebijakan Menghantui, Moody’s Ubah Outlook Ekonomi Indonesia Jadi Negatif

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Moody's juga memperkirakan bahwa rasio utang Pemerintah terhadap PDB akan tetap akan terjaga rendah di bawah peers. Namun demikian, menurut Moody's,...

Pemprov DKI menargetkan angka inflasi Jakarta tahun ini berada di bawah sasaran nasional guna memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tren pertumbuhan ekonomi yang positif. (Foto: Humas Pemprov DKI/Ekoin.co)

Jurus Klasik Jelang Ramadan: Pramono Obral Target Inflasi Rendah Saat Harga Sembako Mulai ‘Pemanasan’

oleh Noval Verdian
6 Februari 2026
0

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menyebut pemulihan ekonomi Jakarta sebagai momentum penting setelah perlambatan pada kuartal sebelumnya.

Pump and Dump Saham DADA: Modus Rumor Global di Balik Aksi Exit Strategy Pengendali

Pump and Dump Saham DADA: Modus Rumor Global di Balik Aksi Exit Strategy Pengendali

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Aksi jual berlanjut pada 8–9 Januari 2026, ketika KPII kembali melepas 1,6 miliar saham di kisaran harga Rp63 per saham, menghasilkan tambahan dana sekitar Rp100,80...

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat pada perdagangan Jumat (6/2).

IHSG Berpeluang Menguat, Tapi Sinyal Koreksi Masih Mengintai Pasar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Level penopang terdekat diperkirakan berada di 7.854 dan 7.654, sementara batas atas pergerakan harian berada di rentang 8.181 hingga 8.318.

Post Selanjutnya
Investor Ragu Saat Semua Aset Mahal

Investor Ragu Saat Semua Aset Mahal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.