EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Menaker Dorong Dialog Sosial Pekerja Sawit

Menaker Dorong Dialog Sosial Pekerja Sawit

Menaker Yassierli tekankan keseimbangan industri sawit dan pekerja. Dialog sosial dianggap kunci keberlanjutan sektor sawit.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
10 September 2025
Kategori EKOBIS, INDUSTRI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta,EKOIN.CO- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menekankan pentingnya menjaga keseimbangan industri sawit dengan kesejahteraan pekerja. Ia menilai keberlanjutan sektor sawit tidak bisa dilepaskan dari perlindungan terhadap jutaan tenaga kerja yang menggantungkan hidup di dalamnya. Gabung WA Channel EKOIN.

Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, Yassierli menyebut industri kelapa sawit memiliki peran vital dalam perekonomian nasional. Ia menegaskan, tanpa kesejahteraan pekerja, keberlanjutan industri sawit tidak akan tercapai.

Kesejahteraan pekerja sawit jadi prioritas

Berdasarkan data Kementerian Pertanian (Kementan), tenaga kerja di sektor sawit mengalami peningkatan signifikan. Pada 2015 tercatat sekitar 12,5 juta orang bekerja di sektor ini, sementara pada 2024 jumlahnya mencapai 16,5 juta orang.

Dari jumlah tersebut, sekitar 9,7 juta orang merupakan tenaga kerja langsung. Rinciannya, 5,2 juta bekerja di perkebunan sawit rakyat, dan 4,5 juta lainnya sebagai karyawan di perusahaan sawit milik negara maupun swasta.

Selain itu, ada 8 juta orang yang bekerja secara tidak langsung dalam rantai industri sawit. Mereka tersebar di sektor transportasi Tandan Buah Segar (TBS), pengolahan minyak sawit mentah (CPO), pemasok pupuk, alat perkebunan, hingga penyedia logistik dan perkantoran.

Berita Menarik Pilihan

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Yassierli menegaskan, data tersebut menjadi bukti besarnya peran sawit dalam menyerap tenaga kerja. Karena itu, keseimbangan antara pertumbuhan industri dan kesejahteraan pekerja sawit harus dijaga dengan serius.

Dialog sosial kunci keberlanjutan sawit

Menaker juga menekankan pentingnya dialog sosial yang harmonis antara pengusaha dan pekerja. Menurutnya, komunikasi konstruktif akan memastikan dunia kerja di industri sawit menjadi lebih adil, produktif, dan berkelanjutan.

“Kemnaker selalu mendukung upaya memperkuat hubungan bipartit di dunia kerja. Dialog sosial yang baik adalah fondasi utama untuk menciptakan dunia kerja yang lebih adil, berkelanjutan, dan produktif,” kata Yassierli.

Ia menambahkan, hubungan yang seimbang antara kepentingan industri dan hak-hak pekerja akan menciptakan ekosistem kerja yang kondusif. Pada akhirnya, hal itu akan memperkuat daya saing industri sawit Indonesia di pasar global.

Dengan kontribusinya yang besar pada devisa negara, pengembangan wilayah pedesaan, dan penciptaan lapangan kerja, sawit dipandang tetap menjadi sektor strategis. Namun, kesejahteraan pekerja sawit harus menjadi pilar utama keberlanjutan.

(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: industri sawitKemnakerkesejahteraanpekerja sawitsawitYassierli
Post Sebelumnya

Sistem Keuangan Dilonggarkan Demi Pertumbuhan Ekonomi

Post Selanjutnya

Marcella Santoso Tersangka Hadir Sebagai Saksi di PN Pusat

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Moody's Investors Service (Moody's) mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, dengan penyesuaian outlook dari Stabil menjadi Negatif. Revisi...

BI berkomitmen memperkuat sinergi dengan Program Asta Cita Pemerintah guna menjaga stabilitas makroekonomi dan menarik investasi asing di tahun 2026. (Foto: Humas BI/Ekoin.co)

Risiko Kepastian Kebijakan Menghantui, Moody’s Ubah Outlook Ekonomi Indonesia Jadi Negatif

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Moody's juga memperkirakan bahwa rasio utang Pemerintah terhadap PDB akan tetap akan terjaga rendah di bawah peers. Namun demikian, menurut Moody's,...

Post Selanjutnya
Marcella Santoso Tersangka Hadir Sebagai Saksi di PN Pusat

Marcella Santoso Tersangka Hadir Sebagai Saksi di PN Pusat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.