EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Menkeu Purbaya Buka Blokir Anggaran Triliunan

Menkeu Purbaya Buka Blokir Anggaran Triliunan

Menkeu Purbaya membuka blokir anggaran Rp168,5 triliun untuk percepatan program prioritas. Dana digunakan untuk pendidikan, bantuan sosial, hingga cetak sawah.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
23 September 2025
Kategori EKOBIS, KEUANGAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta EKOIN.CO – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membuka blokir anggaran kementerian/lembaga (K/L) senilai Rp168,5 triliun dari total Rp256,1 triliun pada 22 September 2025. Langkah ini diambil di bawah kepemimpinan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai bagian dari strategi efisiensi dan percepatan program prioritas pemerintah. Berlangganan WA Channel EKOIN di sini.

Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu, Luky Alfirman, menyampaikan bahwa dana tersebut digunakan untuk mendukung berbagai program prioritas. “Efisiensi anggaran yang diblokir itu kan awal tahun sebesar Rp256,1 triliun. Sampai dengan hari ini, yang telah dibuka blokirnya sebesar Rp168,5 triliun,” ujarnya dikutip dari Antara, Selasa (23/9/2025).

Optimalisasi Anggaran

Anggaran yang kembali dicairkan diarahkan pada sejumlah kegiatan vital, antara lain program cetak sawah, peningkatan sarana pendidikan untuk Sekolah Rakyat, dan revitalisasi madrasah. Selain itu, sebagian dana digunakan untuk mendukung biaya operasional dasar K/L agar pelayanan publik tetap berjalan.

Kemenkeu mencatat hingga 31 Agustus 2025, realisasi belanja K/L mencapai Rp686 triliun atau 59,1 persen dari pagu APBN 2025 sebesar Rp1.160,1 triliun. Namun, realisasi tersebut hanya setara 53,8 persen dari perkiraan realisasi akhir Rp1.090,8 triliun sebagaimana outlook semester sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, realisasi belanja K/L mengalami koreksi 2,5 persen. Luky menjelaskan perlambatan ini disebabkan adanya gap antara kecepatan pembangunan fisik di lapangan dan penyerapan anggaran negara.

Berita Menarik Pilihan

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

Dorongan Menkeu Purbaya

Untuk memperbaiki kondisi tersebut, Kemenkeu membentuk tim monitoring guna memantau serapan anggaran selama tiga bulan terakhir. Pendampingan intensif juga dilakukan kepada setiap K/L agar hambatan dapat segera diatasi.

“Intinya, kami sama-sama mencoba melihat masalah yang dihadapi oleh berbagai K/L dan kita coba pendampingan,” kata Luky.

Belanja K/L yang terus digelontorkan mencakup berbagai program sosial, seperti bantuan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) bagi 96,7 juta peserta, Program Keluarga Harapan (PKH) untuk 10 juta keluarga, dan Kartu Sembako bagi 18,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM).

Selain itu, program pendidikan juga menjadi perhatian, seperti Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang telah menyentuh 12,2 juta siswa. Penyaluran seluruh program dilakukan melalui validasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Kenaikan Gaji ASN Masih Dikaji

Di sisi lain, isu mengenai kenaikan gaji aparatur sipil negara (ASN), TNI/Polri, dan pejabat negara tahun 2025 masih dalam tahap pembahasan. Menkeu Purbaya menyebut perhitungan detail belum dilakukan. “Sepertinya belum (dihitung),” ungkapnya.

Purbaya sempat bergurau mengenai rencana tersebut karena dirinya juga termasuk target penerima kenaikan gaji. Namun, ia menegaskan bahwa informasi lebih lanjut baru akan diberikan setelah hitungan rampung. “Nanti kami kasih tau,” katanya.

Kebijakan kenaikan gaji itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2025. Perpres ini ditetapkan pada 30 Juni 2025 di Jakarta dan menjadi pedoman bagi kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan.

Perubahan Strategis RKP 2025

Dalam Perpres tersebut, terdapat delapan Program Hasil Terbaik Cepat yang menjadi fokus perubahan. Beberapa poin penting mencakup pendirian Badan Penerimaan Negara (BPN) dan perluasan golongan penerima kenaikan gaji, tidak hanya ASN, melainkan juga TNI/Polri dan pejabat negara.

Mengutip Ortax.org, optimalisasi penerimaan negara yang sebelumnya hanya tertulis secara umum, kini diperjelas dengan target rasio penerimaan negara terhadap PDB hingga 23 persen. Hal ini sejalan dengan upaya meningkatkan efisiensi dan memperkuat basis fiskal nasional.

Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap efektivitas belanja negara semakin meningkat, serta mampu mempercepat capaian program pembangunan prioritas.

Pembukaan blokir anggaran Rp168,5 triliun menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat realisasi program prioritas.

Efisiensi dan monitoring intensif dilakukan agar setiap rupiah yang digelontorkan memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Langkah ini sekaligus menjadi respon atas perlambatan serapan anggaran di lapangan yang sempat menurun dibanding tahun sebelumnya.

Meski kenaikan gaji ASN dan pejabat negara masih dalam kajian, Perpres terbaru menunjukkan arah kebijakan fiskal pemerintah ke depan.

Dengan optimalisasi penerimaan negara dan pembenahan belanja, pemerintah menargetkan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: anggaranAPBNblokir danaKemenkeuprogram prioritasPurbaya
Post Sebelumnya

Ternyata Mikrofon Prabowo Dimatikan karena Melewati Waktu Pamungkas

Post Selanjutnya

Konsumen Beralih Shell dan BP, Pertamina Kehilangan Kepercayaan publik

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

Post Selanjutnya
Konsumen Beralih Shell dan BP, Pertamina Kehilangan Kepercayaan publik

Konsumen Beralih Shell dan BP, Pertamina Kehilangan Kepercayaan publik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.