EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Pergeseran Konsumsi BBM dari Pertalite ke Non-Subsidi

Pergeseran Konsumsi BBM dari Pertalite ke Non-Subsidi

Konsumsi BBM non-subsidi meningkat sejak Juli-Agustus 2025. Pergeseran ini berdampak pada kebijakan energi nasional.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
3 Oktober 2025
Kategori EKOBIS, ENERGI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta,EKOIN.CO-  Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat adanya fenomena peralihan konsumsi BBM dari jenis subsidi Pertalite (RON 90) ke BBM non-subsidi sejak Juli hingga Agustus 2025. Pergeseran ini dianggap sebagai sinyal penting dalam dinamika energi nasional.
Gabung WA Channel EKOIN

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengungkapkan pola konsumsi masyarakat menunjukkan perubahan signifikan dalam dua bulan terakhir. “Sejak Juli-Agustus 2025 terjadi fenomena yang tidak biasa, yakni adanya pergeseran konsumsi masyarakat dari Pertalite ke BBM non-subsidi,” jelasnya.

Menurut Laode, perubahan ini menjadi indikator bahwa masyarakat mulai mengalihkan pilihan bahan bakarnya, baik karena alasan efisiensi, kualitas, maupun daya beli. Pemerintah masih melakukan kajian mendalam untuk memahami faktor pendorong utama pergeseran konsumsi BBM tersebut.

Pergeseran konsumsi BBM semakin nyata

Data internal Kementerian ESDM menunjukkan bahwa penjualan Pertalite mulai menurun pada Juli 2025. Di sisi lain, terjadi peningkatan permintaan pada jenis BBM non-subsidi, termasuk Pertamax dan Pertamax Turbo. Tren ini berlanjut hingga Agustus, memperlihatkan konsistensi perubahan pola konsumsi.

Pergeseran ini, menurut ESDM, tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga pada kebijakan subsidi negara. Pemerintah disebut perlu meninjau ulang strategi pengelolaan subsidi agar tetap tepat sasaran dan tidak membebani anggaran.

Berita Menarik Pilihan

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

Selain itu, kecenderungan masyarakat beralih ke BBM non-subsidi menandakan adanya peningkatan kesadaran terhadap kualitas bahan bakar. Pertalite yang selama ini menjadi andalan masyarakat, perlahan digantikan oleh produk dengan oktan lebih tinggi.

Dampak terhadap kebijakan energi nasional

Pergeseran konsumsi BBM menjadi perhatian serius pemerintah. Kementerian ESDM menilai tren ini bisa memengaruhi kebutuhan impor minyak mentah dan produk turunan di tahun-tahun mendatang. Bila peralihan terus berlanjut, proyeksi impor BBM perlu disesuaikan.

Laode menambahkan, pihaknya juga tengah menganalisis apakah fenomena ini berkaitan dengan pola ekonomi masyarakat pasca-pandemi, perkembangan transportasi, atau faktor harga internasional. Hasil analisis diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan energi berkelanjutan.

“Pemerintah tidak ingin fenomena ini hanya dipandang sebagai pergeseran sesaat. Kita harus melihatnya dalam konteks jangka panjang agar kebijakan energi lebih adaptif,” tegas Laode.

Selain sisi ekonomi, ada pula implikasi lingkungan. BBM non-subsidi dengan oktan lebih tinggi menghasilkan emisi yang lebih rendah dibandingkan Pertalite. Hal ini sejalan dengan target pemerintah menurunkan emisi karbon sesuai komitmen transisi energi.

Sementara itu, sejumlah pengamat energi menilai pergeseran konsumsi BBM ini sebagai momentum penting untuk mendorong masyarakat beralih ke bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Namun, mereka mengingatkan agar pemerintah tetap memperhatikan daya beli masyarakat menengah ke bawah.

Kementerian ESDM memastikan akan terus memantau tren konsumsi hingga akhir 2025. Pemerintah juga membuka opsi menyesuaikan kebijakan distribusi BBM subsidi jika diperlukan. Dengan begitu, kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan.

Pergeseran konsumsi BBM ini diperkirakan akan terus menjadi bahan evaluasi lintas sektor, baik di bidang fiskal, energi, maupun lingkungan. Pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan antara kebutuhan rakyat dan arah kebijakan energi nasional.

Fenomena pergeseran konsumsi BBM dari Pertalite ke non-subsidi menandai adanya dinamika baru dalam sektor energi. Hal ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah untuk merumuskan kebijakan adaptif.

Saran:
Masyarakat diharapkan bijak memilih bahan bakar sesuai kebutuhan kendaraan, pemerintah diminta memastikan subsidi tepat sasaran, sementara transisi energi harus diarahkan untuk mendukung keberlanjutan. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: BBMenergiESDMPertalitePertamaxsubsidi
Post Sebelumnya

Smelter Timah Disita Kejagung di Bangka Belitung

Post Selanjutnya

SPBU Swasta Ingatkan Risiko Etanol pada BBM Bisa Merusak Mesin Kendaraan

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

Post Selanjutnya
SPBU Swasta Ingatkan Risiko Etanol pada BBM Bisa Merusak Mesin Kendaraan

SPBU Swasta Ingatkan Risiko Etanol pada BBM Bisa Merusak Mesin Kendaraan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.