Karawang, Ekoin.co— Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik keras terhadap sikap sebagian elit politik yang dinilainya gemar mencibir dan meremehkan capaian bangsa.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri panen raya sekaligus peresmian program Swasembada Pangan 2025 di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
Dalam pidatonya, Kepala Negara menyinggung kelompok elit yang menurutnya hanya piawai mengkritik tanpa pernah memberi apresiasi atas keberhasilan Indonesia, baik di bidang olahraga maupun kinerja pemerintah.
“Ada elit kita yang kerjanya cuma mengejek, menghujat, memfitnah, dan nyinyir. Tidak ada satu pun keberhasilan bangsa Indonesia yang mereka akui,” kata Prabowo di hadapan ribuan peserta acara.
Ia mencontohkan perjuangan atlet nasional yang mengharumkan nama bangsa, namun luput dari ucapan selamat dari para pengkritik tersebut.
Begitu pula dengan berbagai capaian pemerintah yang menurutnya kerap dipandang sebelah mata.
Lebih jauh, Prabowo menyebut sikap nyinyir yang terus-menerus itu terasa janggal. Ia bahkan melontarkan dugaan bahwa kritik semacam itu bisa saja tidak murni.
“Ini aneh. Aneh ini. Kesehatan jiwanya juga agak aneh. Pintarnya cuma di media sosial, gak jelas juga. Jangan-jangan mereka dibayar,” ujar Prabowo.
Prabowo kemudian mengungkapkan bahwa sebelum pencapaian hari ini, banyak tokoh yang secara terbuka meragukan kemampuan Indonesia untuk mewujudkan swasembada pangan.
“Beberapa bulan lalu banyak tokoh penting bilang ke saya, Pak, tidak mungkin Indonesia swasembada pangan,” tegasnya.
Keraguan tersebut, menurut Prabowo, kini terbantahkan. Pemerintah secara resmi mengumumkan keberhasilan mencapai swasembada beras hanya dalam waktu satu tahun.
Meski demikian, Prabowo meyakini suara pesimistis tidak akan berhenti. Ia menilai akan selalu ada pihak yang meragukan keberlanjutan swasembada pangan nasional.
“Sekarang setelah kita swasembada pangan, nanti ada lagi yang bilang, paling cuma satu atau dua tahun,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Prabowo menegaskan komitmennya untuk terus menjaga dan memperluas swasembada pangan di seluruh sektor strategis.
“Kita akan buktikan tiap tahun. Swasembada, swasembada, swasembada. Bukan hanya beras, tapi jagung, singkong, semuanya kita swasembada,” tegas Presiden.





